BestFriend

Standar

bestfriend1

Bestfriend
Main Cast:
Bang Yongguk
Song Jieun
Cast:
Jung Hana ( Zinger )
Jun Hyosung
Jung Daehyun
Kim Himchan

Poster: G.lin @ http://www.cafeposterart.wordpress.com
——————————–


” Yongguk-ah kau sudah mengerjekan pr hari ini? ” Seorang wanita berambut hitam, berpipi sedikit chubby bertanya kepada seorang pria yang nampak sibuk mendengarkan lagu dari headphonenya
Hanya gelengan dari kepala Yongguk yang menjadi jawaban dari pertanyaan gadis tadi.
” Aish kau ini, ini lihat punyaku, kau tidak mau di hukum lagi kan? Poinmu sudah mau habis ” Gadis itu berbicara panjang lebar namun Yongguk – lawan bicaranya hanya diam dan mulai menyalin pekerjaan yang gadis itu berikan tadi.
Hening. Gadis itu hanya terdiam memerhatikan Yongguk secara seksama.
Entah karena merasa risih atau karena tidak tega melihat gadis itilu terlihat bosan menunggunya Yonggukpun memberikan satu dari headsetnya ke telinga Jieun gadis yang sedari tadi bersamanya.
Jieun menatap Yongguk bahagia, seperti anak kecil yang di berikan permen.
Kepala Jieun bergoyang mengikuti irama lagu yang mengalun keras. Ya, ini bukan lagu ballad atau lagu ceria, ini lagu dengan alunan keras, ini jenis rock. Khas Yongguk.
” Ini gomawo ” Suara berat milik Yongguk menyadarkan Jieun dari konsentrasinya pada lagu di telinganya.
Jieun hanya menerima bukunya dengan senyuman.
” Aku kemarin membuat lagu baru kau mau dengar? ” Tanya Yongguk
Jieun mengangguk dengan antusias. Gummy Smile Yongguk terlihat saat melihat tingkah Jieun yang berbanding terbalik oleh dirinya.
Ya Jieun yang periang, childish sangat berbanding dengan kepribadiannya yang pendiam dan cuek.
Tapi karena itulah mereka saling melengkapi sebagai sahabat.
Jieun mengerucutkan bibirnya, nampak berpikir. Ia berusaha mencerna lagu baru buatan Yongguk.
Yongguk mengigit bibirnya pelan. Cute, pikirnya.
” Joha ” Senyum bahagia Jieun kembali terlihat.
Yongguk hanya tersenyum, senang karena lagunya disukai.
Jieun kembali ke tempat duduknya yang berada di serong depan Yongguk, begitu sonsaengnim masuk ke dalam kelas. Tak lupa ia melirik ke arah Yongguk sambil tersenyum manis.
——————————–
Yongguk berjalan di lorong sekolah dengan tangan di masukkan ke dalam saku celana.
” Yongguk tunggu ” Jieun yang sedang mengobrol bersama Hana salah satu sahabatnya berlari mengejar Yongguk yang sudh berjalan di depan.
” Kau nanti ikut? ” Jieun melingkarkan kedua tangannya di lengan Yongguk, tampak natural, seperti hal biasa.
” Kemana? ”
” Shopping ” Pekik Jieun girang.
” Jangan ajak dia Jieun-ah, orang seperti dia hanya akan mengeluh nanti ” Hana kini sudah bergabung bersama Yongguk dan Jieun
Yongguk nampak tidak perduli dengan perdebatan kecil Hana dan Jieun yang meributkan dirinya yang akan ikut atau tidak.
” Jadi kau akan ikut kan Yongguk? ” Dengan sedikit aegyo Jieun bertanya kepada Yongguk yang hanya diam.
Yongguk menghela nafasnya lalu mengangguk kecil.
Dia tahu sekali jika keinginan sahabatnya ini tidak pernuhi dia akan merengek lalu berujung pada aksi ngambek.
” Yeay ” Jieun memekik girang lalu mempererat pelukannya di lengan Yongguk sembari kepalanya juga ikut bersender di lengan Yongguk.
Yongguk hanya bisa tersenyum melihat tingkah childish Jieun
——————————–
Yongguk tidak habis pikir kenapa dia menyetujui untuk ikut kedua gadis ini berbelanja.
Hana benar, dia hanya akan bosan dan mengeluh.
” Yongguk bagus yang mana yang ini atau yang ini? ” Jieun menunjukan dua buah jepitan. Yang satu berbentuk kelinci, sedangkan yang satu lagi berbentuk panda.
” Dua-duanya bagus ” Jawab Yongguk sekenanya, dia benar-benar tidak tertarik dengan hal-hal lucu seperti itu.
Jieun memainkan bibirnya, nampak tidak puas dengan jawaban Yongguk.
Jieunpun memilih untuk mencoba keduanya sebelum memutuskan yang mana yang akan di beli.
” Tada ” Jieun kembali berbalik ke arah Yongguk. Kini dia sedang mencoba jemputan kelinci. Yongguk hanya tersenyum sambil mengangguk kecil. Menandakan bahwa jepitan itu bagus untuknya.
Jieunpun kembali dengan panda, namun reaksi Yongguk tidak semenarik tadi. Jadi dia memutuskan untuk membeli yang kelinci.

Bosan, Yongguk benar-benar bosan. Dan dia sekarang menyesali keputusannya.
” Yongguk-ah ” Yongguk melihat ke arah Jieun yang sedang berjalan riang ke arahnya.
” Tada ” Jieun melingkarkan sebuah syal rajutan ke lehernya.
” Wah yeppeuda ”
” Untukmu Yongguk-ah ” Jieun menepuk kecil pundak Yongguk lalu kembali pergi ke kasir untuk membayar belanjaanya.
” Bahagia huh? ” Tiba-tiba saja Hana sudah berada di  sampingnya.
” Hana-ya ” Hana tidak memperdulikan Yongguk yang memanggilnya, Hana meninggalkan Yongguk dan mendekati Jieun.
Yongguk melihat pantulan dirinya di cermin besar toko.
Syal merah ini entah kenapa sangat cocok untuk dirinya, mungkin Jieun memang tahu mana yang bagus untuknya. Yongguk hanya bisa tersenyum menatap pantulan dirinya.
——————————–
-Flashback-

Yongguk menatap semua anak kecil yang sebaya dengannya. Mereka semua sibuk bermain di taman ini, ada yang bermain sendirian ada yang bermain bersama temannya, ada juga yang bermain bersama orang tuanya.
Mereka semua terlihat bahagia, berbeda dengan Yongguk yang terlihat bingung.
Yongguk hanya berdiri di ujung taman memperhatikan setiap anak bermain dengan asiknya.
Dia tidak mengerti, orangtuanya menyuruhnya untuk pergi bermain sendiri di taman ini. Apakah itu artinya dia harus asik bermain sendiri? Atau dia harus membuat teman?
Dia tidak mengerti. Terlebih lagi karena dia baru pindah dari sebuah pulau terpencil di korea bernama Ijakdo, yang membuat dia menjadi lebih bingung.
Yongguk kecil hanya bisa memandangi anak-anak kecil itu dengan.
Seperti itulah kehidupan Yongguk kecil. Sudah hampir 1 bulan dia pindah ke Incheon, tetapi dia bahkan masih belum bisa untuk berbaur, bermain bersama anak-anak kecil sebayanya yang juga asik bermain.
Selama itu juga setiap sore, saat orangtuanya untuk pergi bermain ke taman Yongguk hanya bisa duduk di taman, bermain dengan bebatuan, rumput-rumput liar.
Dia iri pada anak-anak lainnya yang bisa bermain dengan bahagianya, kenapa dia tidak bisa?
Saat Yongguk sedang berjongkok mengamati anak-anak lainnya bermain ayunan, perosotan, istana pasir dan lain sebagainya. Seorang gadis kecil yang nampaknya seumuran juga dengan Yongguk datang menghampiri Yongguk.
” Hai, kau anak baru ya di sini? ” Tanya gadis kecil itu polos. Yongguk hanya bisa terdiam, dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, apakah gadis kecil di hadapannya ini sedang berbicara dengannya? Jika ia, apa yang harus ia jawab.
” Hai kau ” Gadis kecil itu kini menarik-narik baju Yongguk.
Yongguk hanya bisa terdiam memperhatikan gadis kecil di hadapannya itu.
” Kau tidak bisu kan? Kau tidak aneh kan? ” Gadis itu bertanya lagi.
Bisu? Tidak Yongguk bisa berbicara, aneh? Sepengetahuan Yongguk dia merasa dirinya normal.
” Kau mau ini? ” Sekarang gadis kecil itu menyodorkan sebuah permen dari kantongnya.
Yongguk masih terdiam. Apakah dia harus menerima dan memakannya? Atau dia harus diam saja? Dia ingin menerimanya tapi kata umma Yongguk di larang untuk menerima makanan dari orang asing. Apakah gadis ini orang asing?
” Kau ini aneh ” Gadis itu menjadi bingung melihat Yongguk hanya diam saja dari tadi.
Mata sang gadis kecil turun ke bawah, ia melihat beberapa batu kerikil kecil juga daun-daunan.
” Kau hanya bermain dengan itu? ” Gadis itu menunjuk ke arah bawah.
Yongguk masih diam, dia ingin menjawab tetapi dia terlalu bingung.
” Kau ini memang aneh, tapi ayo kuajarkan kau cara naik ayunan ” Gadis itu menarik tangan Yongguk, mengajak Yongguk menaiki ayunan.
” Ini namanya ayunan, cara memainkannya seperti ini ” Gadis itu duduk di ayunan di samping Yongguk, dia mencontohkan Yongguk bagaimana cara memainkan ayunan.
Yongguk melihat ke arah gadis yang ia tak kenal itu. Haruskah dia mengikuti orang asing ini bermain ayunan? Tetapi melihat gadis ini begitu senang menaiki ayunan membuat Yongguk ikut tertarik menaiki ayunan.
Kaki kecil Yongguk mengikuti gadis itu, Yongguk mencoba bermain ayunan.
Sang gadis asing nampak tersenyum melihat Yongguk bermain dengan ayunan. Usahanya berhasil.
” Nah bagaimana enak bukan? ” Tanya gadis itu
Untuk pertama kalinya semenjak Yongguk pindah, Yongguk tersenyum. Gadis itu ikut tersenyum melihat Yongguk tersenyum begitu lebar.
” Choneun Song Jieun imnida ” Gadis kecil yang rupanya bernama Jieun itu mengulurkan tangannya, mengajak Yongguk berkenalan.
Yongguk kembali berpikir, haruskah ia juga memberi tahukan namanya?
” B… Bang… Yyoo.. Ng.. Guk imnida ” Dengan terbata-bata Yongguk memberitahukan namanya. Ia merasa ia harus memberitahukan gadis ini namanya.
” Bangapseumnida Bang Yongguk-ssi ”
-Flashback End-
——————————–
” Yongguk-ah ” Jieun mengguncang sedikit lengannya yang Jieun pegang.
” Ah ne? ”
” Kenapa bengong? ”
” Ah aniyo, mana Hana? ”
” Dia sudah pulang, kau sih daritadi bengong saja. Kau memikirkan apa? ”
” Aniyo ”

Jieun nampak tidak senang dengan jawaban Yongguk.
” Oh Yongguk-ah sebelum pulang bagaimana jika kita bermain dulu sebentar di taman, tetapi sebelum bermain kita beli es krim dulu? Otte? Kajja ” Jieun langsung menarik Yongguk yang bahkan belum sempat berpikir apa yang Jieun bicarakan.
Gadis di hadapannya ini sama sekali tidak pernah berubah, selalu cerewet dan periang tetapi itulah sisi menariknya dia. Sejak pertemuan pertama mereka hingga sekarang, Jieun dan Yongguk sudah menjadi sahabat, mereka masuk Sekolah Dasar, Sekolah Menengah dan Sekolah Menengah Atas bersama, Yongguk sudah terbiasa dengan adanya Jieun di sampingnya. Hana, Jung Hana adalah sahabat Jieun dari Sekolah Menengah.
” Ini untukmu ” Jieun menyodorkan es krim rasa cokelat untuknya.
Yongguk masih ingat bagaimana Jieun memberikannya es krim rasa cokelat sebagai hadiah pertemanan mereka. Dan sejak saat itu Yongguk sangat menyukai rasa cokelat di bandingkan rasa yang lain.
” Ah aku merasa kembali muda jika berada di sini, tidakkah kau berpikir begitu Yongguk? ” Jieun dan Yongguk sama-sama duduk di atas ayunan. Yongguk hanya menikmati es krimnya sembari mengangguk tanda setuju.
” Ish kau ini menyebalkan ” Jieun mendorong Yongguk
” Waeyo? ”
” Ah molla ” Jieun memasang ekspresi sebal lalu ikut menikmati es krim yang ia beli tadi.
” Jieun-ah ” Yongguk memanggil Jieun tanpa memandangnya.
” Hmp? ” Jieun juga nampak tidak perduli, dia asik bersama es krimnya
” Syal ini, gomawo ” Kini Yongguk menatap Jieun
” Cheonma ” Jieun menatap Yongguk lalu 2 detik kemudian tawa mereka meledak.
——————————–
Yongguk menatapi sebuah surat yang tiba-tiba sudah berada di lokernya.
” O, Surat apa itu? Kau tidak membuat masalah lagi kan? ” Jieun yang berada di samping Yongguk penasaran.
” Bukan apa-apa ayo ke kelas ” Yongguk langsung memasukkan surat itu ke kantongnya dan mengajak Jieun ke kelas.

” Himchan-ah ” Yongguk menepuk pundak Kim Himchan satu dari teman laki-lakinya yang sedang berkaca.
” Aish Wae? ” Dengan nada malas dan masih sibuk pada kacanya Himchan bertanya pada Yongguk.
” Temani aku ”
” Odi? ”
” Ke belakang sekolah? ”
” Wae? Kau ingin kabur? ”
” Aish kau ini berisik sekali, mau ikut atau tidak? ”
” Kajja, kajja ” Himchan merangkul Yongguk, meninggalkan ruang kelas.
” Oh, Yongguk-ah, Himchan-ah kalian mau kemana? ” Mereka bertemu Jieun di depan kelas.
” Oh kita akan ” Belum sempat Himchan menjawab Yongguk sudah dengan cepat menjawab pertanyaan Jieun.
” Urusan pria ”
” Oh arraso, annyeong Yongguk-ah, Himchan-ah ” Jieun melambaikan tangannya kepada Yongguk dan Himchan
” Ya,ya, kenapa kau tidak memberi tahu Jieun? Dia sahabatmu kan? ”
” Kau ini sungguh berisik sekali ” Yongguk memukul kepala Himchan, menyuruhnya untuk diam.
” Ya appa baboya ”

” Ya, kenapa kita ke sini? Kau sungguh tidak mengajakku kabur kan? Tasku masih di kelas soalnya ”
” Kim Himchan, kenapa kau ini bawel sekali? Tidak kita tidak akan kabur, diam sajalah ”
Himchan hanya bisa sebal kepada Yongguk yang tidak memberitahunya apa yang akan mereka lakukan di belakang sekolah.
” Oh kau sudah datang ” Seorang wanita yang juga berpakaian SMA berambut pendek bersama seorang temannya nampak menunggu Yongguk.
” Ah ya ” Jawab Yongguk gugup
” Hei, bukankah itu Hyosung sunbae dan Sunhwa sunbae? Kau? ” Bisik Himchan yang kaget melihat Hyosung dan Sunhwa satu di antara siswi top di sekolah mereka.
” Kau sudah membaca suratku kan? ” Tanya Hyosung ragu-ragu
” Ne ”
” Jadi apa keputusanmu? ” Hyosung menatap mata Yongguk, matanya penuh harap.
” Mianhamnida noona, tetapi aku tidak bisa membalas cintamu, sekali lagi maafkan aku ” Yongguk menundukan kepalanya tanda permintaan maaf.
” Wae? Apa aku kurang cantik? Apa aku bukan tipemu? Apa aku? ”
” Kau cantik noona, sangat cantik, hanya saja aku sudah menyukai orang lain ” Kini mata Yongguk bertemu dengan mata Hyosung.
” Baiklah aku mengerti, aku hanya ingin menyampaikan perasaanku saja ” Hyosung mencoba menahan tangisnya.
Hyosung menarik tangan Sunhwa, sahabatnya.
” Maafkan aku noona ” Sesal Yongguk saat Hyosung mulai berjalan meninggalkannya.
” Kuharap kau tidak menyesalinya Bang Yongguk ” Dengan airmata Hyosung berjalan meninggalkan Yongguk dan Himchan yang masih berdiri di sana.
” Ya Ya, kau serius? Kau menolak Jun Hyosung? Gadis paling cantik di sekolah kita? Kau masih normal kan? ” Himchan mengguncang-guncang badan Yongguk mencoba menyadarkan dari apa yang baru saja ia lakukan.
” Aku masih normal Himchan-ah ” Yongguk melepaskan kedua tangan Himchan dari bahunya. Dan berjalan kembali ke arah sekolah.
” Jika aku jadi kau aku pasti sudah menerimanya, ah andai saja Hyosung noona menyukaiku bukannya kau ” Himchan meneliti Yongguk yang hanya berjalan diam di sampingnya.
” Apasih bagusnya kau sampai-sampai Hyosung noona bisa menyukaimu ” Ledek Himchan yang tidak di pedulikan oleh Yongguk.
” Ya meskipun kau memang keren sih ”
Yongguk hanya bisa tersenyum kecil mendengar perkataan sahabatnya Himchan.
” Himchan ”
” Rahasiakan ini dari siapapun oke? Termasuk Jieun ” Himchan menyengir dia tahu benar maksud sahabatnya ini.
” Sip bos ” Jari Himchan membentuk tanda OK.
——————————–
Setelah beberapa hari berlalu sehabis Hyosung pernyataan cinta Yongguk. Jieun benar-benar tidak mengetahui, meskipun dia terkadang bertanya kenapa Yongguk terlihat aneh jika ada Hyosung.
Jieun berpangku tangan, dia sepertinya sedang berpikir.
” Apa maksud Hyosung onnie berkata seperti itu? ” Gumam Jieun. Rupanya tadi saat Jieun dan Hyosung berpapasan di toilet, Hyosung bertanya kepada Jieun
” Kau Song Jieun kan? ” Tanya Hyosung sambil berjalan menuju wastafel.
” Ne ” Jieun yang baru keluar dari kamar mandi pun berjalan ke arah wastafel
” Kau teman Yongguk kan? ” Jieun hanya menganggukan kepalanya.
” Apa Yongguk sudah menceritakkanya? “
” Heh, cerita apa? Tentang apa? ” Jieun langsung berhenti menyabuni tangannya, dia langsung menatap Hyosung yang berada di sampingnya  dengan tatapan bingung.
Hyosung hanya tersenyum.
” Hanya bertanya. Sudah dulu ya, sampaikan terimakasihku untuk Yongguk ” Hyosung menepuk pelan pundak Jieun lalu pergi meninggalkan Jieun yang masih tidak mengerti apa yang Hyosung bicarakan.
” Mwoya? ” Gumam Jieun
Jieun menghela nafasnya. Dia masih memikirkan perkataan Hyosung. Mencoba mencerna maksud di balik perkataanya.
” Song Jieun ” Suara sang guru akhirnya menyadarkan Jieun dari pemikirannya.
” Iya ssam ”
” Siapa nama anak ini? ” Guru menunjuk seorang murid yang berdiri di sampingnya, matanya tajam, wajahnya tampan, dan nampak tidak familiar di mata Jieun.
” Muh? Siapa dia? ” Dengan polosnya Jieun menjawab, sontak seisi kelas menertawakan aksi bodoh Jieun.
” Dia teman barumu Jieun, mulai sekarang kaulah yang akan membantu dia dengan sesuatu yang ia tidak mengerti ” Jieun hanya bisa mengangguk pasrah.
” Tapi sebelumnya kau harus tahu dulu siapa namanya ” Canda Ssam.
” Kau bisa duduk di samping Jieun ” Murid lelaki pindahan itupun langsung duduk di samping Jieun.
——————————–
” Jadi namamu Jung Daehyun? ” Tanya Jieun saat ia menujukkan Daehyun seisi sekolah.
” Daehyun hanya mengangguk
” Kau dari busan? Kenapa pindah ke sini? ” Jieun menatap Daehyun dengan jarak yang amat dekat. Daehyun menolehkan wajahnya ke arah lain berlawanan dengan Jieun, dia terlalu malu jika di pandang dari jarak dekat.
” Karena pekerjaan appaku ” Jawab Daehyun

” Ah aku mengerti, nah sekarang ayo kita ke kantin ” Jieun menarik Daehyun, membawanya ke kantin.

Untuk pertama kalinya, semua perhatian Jieun tidak tertuju kepada Yongguk. Jieun sibuk bersama Daehyun. Bahkan saat pulang sekolahpun Jieun meminta Yongguk untuk menemaninya mengantar Daehyun pulang karena Daehyun masih belum terbiasa dengan Incheon.
Yongguk merasa terasingi, ia tidak suka perasaan itu. Jieun berada di sampingnya tetapi entah mengapa semuanya terasa jauh.
Walaupun saat ini Jieun mengenggam tangannya, tangan Yongguk dan Jieun berpautan satu sama lain di kantong celana Yongguk. Mereka sering melakukan itu, lalu Yongguk akan berlari cepat membuat Jieun kewalahan karena tangannya di tarik oleh Yongguk dan tidak bisa keluar karena kantong celana Yongguk yang sempit dan juga tangan mereka berpautan satu sama lain.
Yongguk hanya bisa mendengarkan musik lewat earphonenya, dan Jieun? Dia dan Daehyun tetap berkutat pada dunia mereka sendiri.
Yongguk mempererat genggamannya, seakan dia takut kehilangan Jieun walaupun Jieun berada di sampingnya.
” Ehm, Yongguk-ssi ” Daehyun memanggil Yongguk untuk pertama kalinya semenjak mereka bertemu. Tetapi Yongguk hanya diam asik berkutat dengan dentuman musik di kepalanya. Yongguk tidak mendengar panggilan Daehyun, atau berpura-pura tidak mendengar.
” Dia memang suka begitu, dia sedikit pendiam ” Jieun mencoba menjelaskan kepada Daehyun mengapa Yongguk tidak menjawab. Daehyun hanya bisa mengangguk, lalu mata Daehyun turun ke tangan Jieun yang berada di kantong celana Yongguk, berpegangan tangan.
” Kalian dekat sekali ya? ” Tanya Daehyun yang bingung melihat bagaimana Jieun dan Yongguk dengan santainya melakukan hal tadi.
” Iya, kami sahabat sejak kecil ” Akhirnya Daehyun mengerti mengapa Jieun dan Yongguk nampak begitu nyaman satu sama lain, karena mereka bersahabat.
Daehyun menyengir mendengar kata sahabat.

” Yongguk-ah ” Jieun mencoba menggoyangkan sedikit lengan Yongguk, mencari perhatian Yongguk.
Yonggukpun memandang Jieun yang akan mulai menunjukkan wajah sedihnya.
” Wae? ” Yongguk melepas earphonenya.
” Kau marah? ” Tanya Jieun hati-hati, ia tahu ia hampir seharian tidak berbicara dengan Yongguk, ia tahu Yongguk tidak suka itu, tetapi Jieun tidak punya pilihan lain.
” Ani ” Jawab Yongguk singkat, mencoba untuk tidak membuat kontak mata dengan Yongguk.
” Jeongmal? ” Jika Yongguk menghindar maka Jieun akan mendekat, mencoba untuk melihat kedua bola mata Yongguk.
” Hmm ” Gumam Yongguk
” Mianhae ” Raut wajah Jieun menunjukkan kesedihannya. Tapi Yongguk hanya terdiam.
Jieun sudah akan mulai menunjukkan airmata palsunya tapi terhenti saat Yongguk menatap ke arahnya.
” Aku tidak marah babo ” Yongguk tersenyum mencoba untuk meyakinkan Jieun bahwa ia tidak marah.
Akhirnya Jieun tersenyum
” Mian ” Kata Jieun
” Tapi kau harus menerima hukumanmu ” Yongguk menunjukkan evil smirknya yang membuat Jieun tahu apa yang akan di lakukan sahabatnya itu.
” BANG YONGGUK!!! ” Jieun berteriak saat Yongguk berlari kencang Sedangkan tangannya masih berada di kantong Yongguk, membuatnya seperti anjing yang di tarik-tarik.
Yongguk tertawa puas melihat Jieun tersiksa karena ulahnya.
——————————–
Yongguk duduk terdiam menatapi handphonenya, bukan lebih tepatnya isi pesan yang berada di situ.
” Mianhae Yongguk-ah, aku lupa hari ini aku ada janji dengan Daehyun akan berlatih vokal bersama, aku jadi tidak bisa melihatmu tampil, mian ne? Tetap semangat Yongguk, Bang Yongguk fighting ”
Yongguk terlihat tidak senang, sekarang dia dan Jieun semakin jarang bersama, bahkan ia merasa seperti ada jarak di antara mereka berdua. Ini sudah hampir satu bulan semenjak kedatangan Daehyun, dan sejak saat itu juga hubungan dia dan Jieun menjadi sedikit memburuk.
Bahkan Jieun saja sampai absen melihat penampilannya, biasanya Jieun tidak pernah sekalipun melewatkan penampilan.
Yongguk adalah salah satu rapper underground dia biasa tampil sendiri atau kadang bersama Himchan yang menemaninya dan Jieun yang tidak pernah absen mendukungnya. Tapi sekarang… Entahlah Yongguk tidak merasa senang.
” Hey Bang, kenapa kau lesu saja? ” Himchan menepuk pundaknya pelan.
Yongguk hanya menyerahkan handphonenya, menyuruh Himchan untuk mengetahui hal apa yang menganggunya.
” Aww too bad man, ayolah semangat, ini sudah saatnya kita tampil, lepaskan semua amarahmu bung ”
Yongguk mendesah lalu pergi ke atas panggung, ya lepaskan semua beban.
——————————–
Yongguk menegak air minumnya, tenggorokkanya kering sehabis melakukan pertunjukkan dan battle rap.
” Aww ini bukan kebiasan Bang, rap tentang cinta dan terbuang? ” Hana datang menghampiri Yongguk.
Yongguk hanya diam.
” Jieun tidak datang? ” Tanya Hana. Yonggukvhanya menggeleng.
” Akhir-akhir ini aku jarang melihatmu bersama Jieun. Ada apa? Karena si Daehyun itu? ” Hana menyerang Yongguk dengan rentetan pertanyaan.
” Hana-ya ” ” Yongguk-ah ” Saat Yongguk memanggil Hana, seseorang yang Yongguk kenal memanggilku.
” Hyosung noona? ” Setelah diteliti ternyata orang itu adalah Hyosung.
” Baiklah sampai jumpa Yongguk-ah ” Hana melambaikan tangannya kepada Yongguk.
” Hai ” Sapa Hyosung
” Bagaimana noona bisa disini? ”
” Ah itu, Sunhwa yang mengajakku ke sini, katanya bagus untuk menghilangkan sakit hati ” Yongguk terdiam, itu pasti karena dia.
” Mian ” Gumam Yongguk pelan
” Gwechannayo, oh ya aku baru tau kau main di sini. Aku tidak melihat penampilanmu, kau keren ” Hyosung memuji Yongguk, wajah Hyosung terlihat berseri.
” Gomawo noona ”
Setelah berbincang sebentar dengan Hyosung, Yongguk memutuskan untuk mengantar Hyosung pulang sekalian pulang.
Ia merasa akan lebih baik berada di rumah.

” Jadi apa kau sudah menerima salamku dari temanmu Song Jieun itu? ” Tanya Hyosung dalam perjalanan pulang.
Salam? Oh ucapan terimakasih itu.
” Sudah ” Jawab Yongguk. Iya karena salam itulah Yongguk harus menghindari rentetan pertanyaan dari Jieun yang terus menanyakan tentang hubungannya dengan Hyosung.
” Gomawo ne karena tidak membiarkan siapapun tahu ” Hyosung menatap Yongguk, dia tersenyum tulus namun matanya memperlihatkan duka.
” Cheonma, lagipula melakukan hal itu bukan sebuah kebanggan ” Yongguk balas tersenyum, menampilkan senyum terbaiknya.
——————————–
” Yongguk-ah ” Jieun mencoba memanggil Yongguk yang berjalan terus di depan, memakai headsetnya tanpa memperdulikan Jieun yang berusaha mati-matian memanggilnya di belakang.
” BANG YONGGUK ” Dengan sekuat tenaga akhirnya Jieun berhasil berada di depan Yongguk.
Jieun merentangkan kedua tangannya, tidak membiarkan Yongguk lewat.
Yongguk tidak menatap ke arah Jieun, wajahnya terpasang sebal.
” Kau marah? ” Jieun bertanya di hadapan Yongguk, yang tetap tidak mendapatkan jawaban apapun semenjak pagi tadi.
Walaupun Yongguk dan Jieun berangkat sekolah bersama namun semenjak keluar dari rumah Yongguk terus mendiamkan Jieun walaupun beribu kali Jieun bertanya padanya.
” Mianhe Yongguk-ah ” Jieun menundukkan kepalanya meminta maaf namun bukannya dimaafkan Yongguk malah menggunakan kesempatan itu untuk berjalan meninggalkan Jieun.
Namun Jieun tidak patah semangat dia terus mencoba agar Yongguk setidaknya mau menatapnya.
” Oh pagi Yongguk, dan kau Jieun ” Hyosung menyambut Yongguk dan Jieun yang baru tiba di sekolah.
Jieun tersenyum terpaksa menyapa Hyosung.
” Oh noona chankaman ” Yongguk berbalik dan mengejar Hyosung yang sudah berjalan bersama Sunhwa meninggalkan Jieun sendirian.

Jieun meratapi punggung Yongguk dari kejauhan.
Nampaknya Yongguk benar-benar marah kepadanya
” Jieun-ah ” Daehyun menyapa Jieun yang nampak lesu.
” Pagi Daehyun ” Sapa Jieun lemas.

” Ada apa Yongguk? ” Tanya Hyosung yang heran kenapa Yongguk mengikutinya.
” Ah tidak aku… Maksudku ”
” Sedang bertengkar dengan Jieun? ” Tebak Hyosung yang dijawab dengan helaan nafas oleh Yongguk.
” Semoga cepat selesai ” Hyosung menepuk pundak Yongguk.
——————————–

” Jieun-ah ” Sapa Hana.
” Hana-ya ” Jieun langsung memeluk Hana.
” Wae geurae? ” Tanya Hana bingung.
” Yongguk…. Dia marah besar padaku ”
” Kau sendiri sih, melupakannya karena Daehyun ”
” Bukan begitu maksudku Hana-ya ”
Saat itu juga Yongguk masuk ke kelas dengan acuh walaupun ia melihat dengan jelas Jieun sedang bersedih di pelukan Hana.
” Yongguk-ah mianhae, jeongmal mianhae ” Jieun langsung berlari menghampiri Yongguk di mejanya.
Yongguk langsung mengeluarkan ipod dan headset mencoba untuk tidak mendengarkan Jieun.
” Jieun-ah, Song Jieun ” Daehyun memanggil Jieun yang masih berusaha mendapatkan perhatian Yongguk.
Mau tak mau Jieun menghampiri Daehyun yang memanggilnya meninggalkan Yongguk yang masih tetap marah.

” Sedang bertengkar? ” Tanya Himchan di samping Yongguk sembari melepas headset Yongguk.
Yongguk hanya diam tidak menjawab pertanyaan Himchan.
” Kau marah karena dia melupakanmu karena Jung Daehyun itu? ” Tanya Himchan lagi.
” Bukankah dia sudah keterlaluan? ” Tanya Yongguk
” Dia asik bersama Daehyun sedangkan aku berada di sampingnya ”
” Kau kesal apa kau cemburu? ” Selidik Himchan
” Ya kau ini ” Kepala Himchanpun sukses terkena pukulan Yongguk.
” Bukan begitu, kami kan sudah berteman sejak lama, bagaimana mungkin kami bisa menjauh karena satu orang baru, jadi karena dia duluan yang mulai menjauh ya sudah sekalian saja aku ikut menjauh ” Jelas Yongguk.
” Jashik ” Gumam Himchan yang langsung mendapatkan tatapan mematikan dari Yongguk. Himchan hanya bisa menyengir.
——————————–

” Sedang bertengkar dengan Yongguk? ” Kini gantian Daehyun yang bertanya pada Jieun.
” Iya, dia marah padaku karena ya aku… Menurutnya sedikit melupakannya ” Resah Jieun
Daehyun menyengir
” Mungkin Yongguk cemburu ” Tebakan Daehyun sukses membuat Jieun kaget.
” YA! Itu tidak mungkin. Jangan katakan sesuatu yang tidak masuk akal!! ” Muka Jieun memerah, jantungnya berdetak tak karuan.
” Ayolah Song Jieun, bahkan orang yang baru bertemu dengan kalianpun bisa melihat dengan jelas aura-aura cinta di antara kalian ” Daehyun semakin menggoda Jieun
” Ya Jung Daehyun ” Muka Jieun semakin memerah.
” Tapi, walaupun begitu tidak ada salahnya kan jika aku menyukaimu? ” Kini Daehyun tak lagi bercanda, ia menatap ke arah Jieun, serius.
” Ne? ” Jieun kembali kaget dengan perkataan Daehyun.
” Saranghaeyo Song Jieun jeongmallyo, neoreul saranghamnida ”
——————————–
Karena sedang bertengkar dengan Jieun mau tak mau Yongguk harus berjalan pulang sendirian.
Langkah Yongguk terhenti saat melihat beberapa tumpukan batu kecil, Yongguk berjongkok lalu mengamati batu-batu tersebut.
Teman lama.
Yongguk mencoba mengukir sebuah kata dari batu-batu tersebut.
” Yongguk-ah, Bang Yongguk ” Suara Jieun terdengar samar-samar.
Yongguk menoleh ke arah belakang, mencoba memastikan apa itu Jieun atau bukan.
” Mian ” Dengan suara yang sendu Jieun kembali meminta maaf.
Namun seperti sebelumnya Yongguk malah pergi mengabaikannya.
” Hari ini Daehyun… Dia menyatakan cintanya padaku ” Perkataan Jieun sukses membuat Yongguk berhenti.
Jieun mengatur nafasnya, naik turun. Mencoba untuk tidak gugup.
” Tapi aku menolaknya ” Jieun mengepal tangannya kuat, badannya bergetar karena grogi.
” Wae? ” Setelah sekian lama menunggu akhirnya Yongguk mengeluarkan suaranya juga.
” Muh? ”
” Kenapa menolaknya bukannya kau suka padanya? Jangan bohongi dirimu sendiri, berbahagialah bersamanya. Dan pertemanan kita cukup sampai disini, kurasa jalan kita sudah berbeda. Jaga dirimu Jieun-ah ”  Tanpa memandang Jieun dan masih membelakanginya Yongguk mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan.
Padahal Jieun belum memberi tahu alasan mengapa ia menolak Daehyun. Tapi mungkin Yongguk tidak ingin mendengar alasannya, karena ia takut ia akan semakin terluka.
Dan dengan itu, Yongguk berjalan meninggalkan Jieun yang masih berdiri mematung mendengar perkataan Yongguk.
Tanpa Yongguk sadari air mata Jieun mengalir seiring dengan berlalunya Yongguk.
Jieun menjatuhkan dirinya di jalanan, kakinya sudah tak sanggup lagi menopang dirinya.
Air mata terus mengalir dengan isakan yang tertahan, tak ingin Yongguk mendengar bahwa ia menangis.
Tidak jauh dari tempat Jieun tersungkur batu-batu yang tadi di susun oleh Yongguk membentuk suatu kalimat, bertuliskan
미안 ( Mian ) yang artinya maaf.
——————————–
Yongguk terus memukul dinding tempatnya bersandar.
Bukan, bukan itu yang Yongguk ingin katakan.
Bukan…
Entah kenapa kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut Yongguk.
Dan sekarang Yongguk menyesalinya sebanyak air matanya yang menetes.
——————————–
Sejak kejadian hari itu baik Yongguk dan Jieun menghindari satu sama lain.
Jieun tak lagi merengek minta maaf dan mencari perhatian Yongguk.
Untuk apa? Namja itu saja tidak memperdulikannya kenapa Jieun harus?
Dan nampaknha sekarang Yongguklah yang harus meminta maaf kepada Jieun.
Keadaan terus semakin memburuk.
Mereka tak lagi terlihat berkeliaran bersama, berangkat maupun pulang bersama. Mereka nampak seperti orang yang tidak mengenal satu sama lain.

” Hey Boy ” Hana menepuk pelan pundak Yongguk yang sedang asik mendengarkan musik.
” Hana-ya wae? ”
” Hanya ingin berbincang sedikit dengan lelaki yang kesepian ” Goda Hana
” Aku tidak kesepian ”
” Benarkah? ”
” Apa maumu Jung Hana? ”
” Kau memangnya tidak merindukannya? Maksudku, coba lihat kau dan Jieun bagaikan sandal, kemana-mana selalu bersama, lalu sekarang? Kalian bagaikan orang yang  tidak pernah mengenal satu sama lain, memangnya kau tahan? Setauku sehari saja kalian tidak tahan, ini sudah hampir 2 minggu ”
” Dia kan yang melupakanku karena anak baru itu? Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikirannya ”
” Yongguk-ah terkadang wanita itu butuh kepastian bukan hanya tindakan saja, tapi ucapan. Mereka ingin kepastian. Kau mengharapkan ia tahu hanya dengan aksi, tanpa kau pernah mengungkapkannya, bagaimana dia bisa tahu? ”
Seketika Yongguk terdiam, mungkinkah yang di maksud Hana?
” Hanya berkata ” Hana menyeringai, meninggalkan Yongguk yang terlarut dalam pikirannya.
——————————–

Jieun menggoyangkan pelan ayunan yang ia duduki.
Ya tidak bisa di pungkiri, ia rindu amat rindu pada Yongguk.
Jieun terbiasa ada Yongguk di sampingnya, Jieun terbiasa menyapa Yongguk.
Saat semuanya berubah ia merasa aneh, saat melihat Yongguk hanya berjalan melewatinya itu aneh. Dia tidak suka.
Dia lebih suka Yongguk berada di sampingnya.
” Hai ” Suara berat yang Jieun sudah sangat hapal menyapanya.
Jieun melihat sepasang sepatu berdiri di hadapannya.
Yongguk.
Walaupun kaget Jieun masih sempat untuk memalingkan wajahnya.
” Mianhae Jieun-ah ” Suara berat Yongguk selalu membuat jantungnya berdetak tak karuan.
” Untuk waktu itu aku minta maaf, aku salah ”
” Neo jeongmal nappeun namja ”
” Aku tahu aku salah karena aku mengabaikanmu, aku minta maaf, tapi aku mengabaikanmu bukan karena aku menyukai Daehyun, karena aku nyaman dengannya, dia seperti sahabat untukku. Dan bagaimana kau bisa memutuskan persahabatan kita hanya karena itu ” Kini airmata Jieun kembali mengalir.
Yongguk mendekat ke arah Jieun, berjongkok agar ia dapat berhadapan dengan Jieun.
” Mianhae, jinca mianhae. Aku mengatakan itu di luar kendaliku, aku benar-benar…. Sungguh maafkan aku Jieun-ah ” Yongguk memegan pipi Jieun, membuat ia dan Jieun bertemu pandang, lalu Yongguk menghapus airmata Jieun yang terus mengalir.
” Kau bilang tidak boleh ada rahasia di antara sahabat kan? ” Yongguk mengatur nafasnya, menenangkan dirinya sejenak.
” Maka aku akan memberitahumu ” Yongguk mencium lembut bibir Jieun, mencoba untuk menyampaikan perasaanya.
Jieun? Dia kaget. Tak percaya Yongguk menciumnya, mungkinkah Yongguk juga…
” Saranghaeyo Song Jieun ” Yongguk menatap Jieun dalam mencoba untuk menyampaikan semua perasaanya.
” Babo, neo jeongmal baboya ” Bukannya bergembira Jieun malah kembali menangis
” Waeyo? ”
” Kau ini bodoh atau apa? Apa yang membuatmu begitu lama untuk mengungkapkannya? Tidak tahukah kau aku sudah menunggu sangat lama. Terjebak dalam kebingungan apakah kau menyukaiku juga atau tidak? Apa kau belum mengetahui perasaanku?  Jieun meninggikan nada suaranya, meluapkan semua emosinya yang selama ini tertahan.
” Jieun jadi selama kau juga? ” Yongguk bertanya, mencoba untuk memastikan apakah yang ia dengar barusan benar atau tidak.
” Iya bodoh, apakah tidak terlihat jelas? Semua yang kulakukan untukmu apa tidak terlihat jelas? ”

Yongguk berpikir, apa jangan-jangan ia satu-satunya yang tidak mengetahui bahwa Jieun juga menyukainya? Tunggu…
” Kau benar-benar lamban Bang Yongguk ” Kini senyum sudah terukir di wajah Jieun.
” Jadi selama ini? ”
” Ne baboya, selalu dan selamanya ” Jieun tersenyum bahagia, akhirnya hal yang selama ini selalu ia harapakan terwujud juga, hari dimana ia dan Yongguk bersikap jujur satu sama lain tentang perasaan mereka.
Yongguk menggaruk kepalanya yang tidak gatal, malu dan bahagia bercampur menjadi satu.
Dan Yongguk dan Jieun menghabiskan malam mereka dalam kecanggungan yang menenangkan.
——————————–

” Ada apa ini? Kalian sudah berbaikan? Akhirnya ” Kata Himchan semangat melihat pagi ini Yongguk dan Jieun datang ke sekolah sambil bergandengan tangan.
” Seperti yang kau lihat ” Jawab Yongguk dengan wajah memerah.
” Akhinya, Jieun-ah jangan abaikan Yongguk lagi, dia menyeramkan tanpamu ” Adu Himchan dengan wajah memelas.
Jieun hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah Himchan.
” Himchan-ah aku sudah mengatakkanya pada Jieun ” Bisik Yongguk
” APA KAU DAN JIEUN PACARAN? ” Walaupun Yongguk belum menyelesaikan kalimatnya tetapi Himchan sudah tahu pasti jawabannya.
Teriakan Himchan membuat teman sekelas mereka menjadi heboh.
Jieun memasang wajah bahagianya menyambut kata selamat dari teman-temannya berbanding terbalik dengan Yongguk yang hanya bisa malu-malu.
” Jieun-ah chukkae ” Daehyun mengulurkan tangannya memberi ucapan selamat pada Jieun.
” Gomawo Daehyun-ah ” Jieun menyambut uluran tangan Daehyun.
” Kita tetap berteman kan? ” Tanya Jieun yang di jawab dengan anggukan oleh Daehyun.

Setelah sibuk mendapatkan ucapan selamat yang meriah akhirnya, Yongguk dan Jieun bisa memiliki waktu tenang berdua.
” Yongguk-ah kau bilang kau tidak akan pernah ada rahasia kan di antara kita? ” Tanya Jieun
” Tentu saja ”
” Tapi kenapa kau tidak memberitahuku bahwa Hyosung onnie menyukaimu? ” Yongguk kaget mendengar pernyataan Jieun pasalnya hanya segelintir orang yang tahu tentang itu.
” Itu darimana kau tahu? ”
” Himchan yang memberi tahuku ” Jawab Jieun polos
” Lelaki sialan itu memang ”
-The End-

annyeong ^^)/ setelah sekian lama akhirnya ngeluarin oneshot juga

oiya  ternyata aku baru sadar kalo selama ini saya banyak typo. maaf ya mian-mian *bow

kalo di sini ada typo juga mian

ada yang ngeship BangSong juga??

kritik dan saran di terima keep RCL

Iklan

10 thoughts on “BestFriend

  1. megaputri

    Suka..!!suka!!sukaaaaa!!!! Pkonya suka bgt ma ni FF,,, kerennnnn abiz,, baru kali ni nemu FF BANGSONG yg super gila keren bgy ceritanya,,, buat lg dong Thor FFnya BANGSONG

  2. tyas arin

    bangsonggg. jjiahh keren friendship ny ok
    akhrnya mrka jadian . ahh yongguk mahhhh lama niii ngaku nya ..
    aduh greget ngliat prtemanan mreka 😀
    pkoknya sukaaaaaaaaaa saya 🙂
    buat bangsong lg ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s