Wrong Number

Standar

image

Wrong Number
Main Cast:
Yoon Bora
Kim Himchan
Cast:
Kris Wu

Poster: @moody0807
——————————–

_
” Yeoboseyo? ” Himchan mengangkat handphonenya yang bergetar tanda ada panggilan masuk.
” Ya! Wu Yi Fan! Kau sungguh, apa kau bilang? Aku gadis norak, kekanak-kanakan? Aku tidak pantas untukmu? Hey Mr. Perfect! Kau fikir kau juga pantas denganmu? Aku juga muak dengan sikapmu kau tahu? Kau terlalu sombong, sok tau, sok sempurna, memangnya kau siapa? Kau bahkan bukan siapa-siapa! Iya baik, aku tahu kau keren, tampan, pintar dan kaya. Tapi… Kau tidak punya hati!! Tidakkah kau lihat bahwa aku mencintaimu sepenuh hati? Aku tulus menyanyangimu, bukan sebagai Kris tapi sebagai Wu Yi Fan, Wu Yi Fan yang juga mencintaiku. Kau tidak benar-benar membuangku kan? Kau… Hanya bercanda kan? Tempo hari saat aku menamparmu aku minta maaf, saat itu aku… Aku terlalu shock saat kau berkata kau ingin kita berakhir… Maksudku, aku mencintaimu Kris, aku masih mencintaimu, aku… Kau… Aku masih belum bisa, aku tak bisa, tanpa ada dirimu di sampingku. Pikirkan lagi Kris, semua kenangan kita… ” Gadis di seberang telpon itu terdiam, dia menangis.
” Ehm agashi maaf tapi kurasa kau salah sambung ” Kata Himchan perlahan-lahan takut melukai gadis yang baru saja berbicara tidak jelas kepada dirinya.
” Mwo? Neo nuguseyo? Kris? ”
” A-anio, Krisga aniyo ” Jawab Himchan.
” Kau mengambil telpon Kris? ” Kini gadis itu mulai berprasangka buruk.
” Tidak agashi ini handphoneku, kau salah sambung kurasa ”
” Tidak mungkin, aku sangat hapal nomer Kris di luar kepalaku, walaupun ya mungkin aku sudah menghapus nomernya dari handphoneku tapi aku tidak bisa menghapus nomernya… Dirinya dari diriku ” Kini suara gadis itu terdengar sedih lagi.
” Maafkan aku nona tapi sebaiknya kau periksa lagi nomernya, aku bukan Kris dan aku tidak kenala siapa dia, siapa nona ” Kata Himchan menahan amarahnya pada gadis aneh ini.
” Maksudmu aku salah nomer begitu aku- OMO JEOSONGHAMNIDA jeosonghamnida, maafkan aku, aku salah memencet nomer seharusnya 68 bukan 86 maafkan aku sungguh aku tidak tahu, maaf maafkan aku ” Sekarang gadis ini mulai nampak menyesala setelah menyadari bahwa dirinya telah salah memencet nomer.
” Ah ne gwechannayo ” Kata Himchan canggung.
” Aku benar-benar menyesal, dan soal hal yang aku katakan tadi, bisakah kau melupakannya? ”
” Tenang saja nona, aku akan melupakannya ”
” Kamsamnida, nomu nomu kamsamnida ” Sekarang suara gadis di seberang sana jauh lebih ceria.
” Ne ” Himchanpun menutup teleponnya
” Gadis aneh ” Gumam Himchan
——————————–

Himchan sedang duduk di kursi kampus seraya memainkan handphonenya, bosan.
Tak ada teman untuk di ajak berbicara, tidak ada pesan bahkan nomor nyasarpun tidak ada.
Tunggu nomor nyasar? Bibir Himchan terukir membentuk senyuman. Jemari Himchan mulai menyentuh tombol panggilan mencari nomor tak di kenal.
” Yeoboseyo? ” Sebuah suara menyahut di seberang sana membuat senyum Himchan terukir lebih lebar lagi.
” Oh Youngjae-ya odiya? Cepat kemari aku sudah mati bosan menunggumu ” Kata Himchan menahan tawa.
” Jeosonghamnida namun sepertinya anda salah sambung aku bukan Youngjae ” Kata gadis di seberang telpon dengan sana.
” Tidak mungkin aku hapal betul nomor si Youngjae itu, atau kau mengambil ponsel Youngjae? ”
” Tidak ini ponsel saya 1000% silahkan cek lagi nomor yang anda hubungi tuan ” Himchan tertawa kecil mendengar gadis yang ia hubungi sedikit kesal.
” Omo maafkan aku, aku memang salah nomer maafkan aku agashi ” Himchan kembali menahan tawanya.
” Ne gwechannayo lain kali tolong lebih hati-hati ” Tawa Himchan langsung meledak saat gadis itu sudah menutup telponnya.
” Ini menyenangkan ” Kata Himchan sambil menyimpan nomor gadis asing itu dengan ID Agashi.
——————————–
Bola mata Bora berputar, berpikir. Sepertinya dia pernah mengenal suara orang itu tapi dimana? Bora membuka lagi handphonenya, melihat catatan panggilan. Nomer orang ini seperti nomor Kris hanya saja belakangnya berbeda, tunggu…. Kalau tidak salah…
Ah benar orang itu, yang beberapa hari lalu aku salah sambung.
Sial, mau apa orang ini menghubungiku? Gumam Bora panjang. Dia tidak mengerti kenapa orang itu menghubunginya dan berpura-pura salah sambung seperti dirinya? Jangan-jangan lelaki itu punya maksud tertentu?
Otak Bora mulai memikirkan hal-hal aneh seperti lelaki itu seorang stalker, atau orang jahat yang ingin memerasnya atau om om berotak mesum.
Bora menggelengkan kepalanya  mencoba menghilangkan pikiran-pikiran buruk dari otaknya.
” Mungkin saja dia benar salah sanbung ” Bora mencoba berpikir positive namun pikiran negatif kembali menguasai dirinya.
” Ani-ani bagaimana jika dia benar om om mesum? Bagaimana jika dia? ” Bora mulai memeluk tubuhnya sendiri. Takut.
” Baiklah akan kupastikan apa maunya ” Bora menekan tombol panggil pada handphonenya.

Handphone Himchan bergetar panjang tanda ada panggilan masuk.
Himchan melirik ID yabg tertera. Agashi.
Agashi? Nona? Nona yang?
OMO ingin apa dia menelponku? Himchan langsung mengangkat telponnya.
” Yeoboseyo ” Kata Himchan mencoba bersikap wajar.
” Apa yang kau inginkan? ” Kata gadis lebih tepatnya Bora to the point.
” Mwo? ” Tanya Himchan bingung dengan pertanyaan Bora.
” Kau, apa yang kau inginkan dariku? ” Tanya Bora lagi.
” Hah? ” Otak Himchan mencoba mencerna maksud pertanyaan Bora. Yang Himchan inginkan dari gadis itu? Tidak ada!
” Kau menelponku lagi dan berpura-pura salah sambung, kau pasti punya maksud tertentu kan? Kau orang jahat ya? ” Tuduh Bora yang membuat Himchan tercengang.
” Tunggu dulu nona, kau tiba-tiba menghubungiku lalu bertanya apa mauku dan sekarang kau menuduhku sebagai orang jahat. Agashi neo jinca… Daebak ”
” Ya! Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan! Katakan saja apa tujuanmu ” Kini Bora meninggikan suaranya.
” Ya nona! Apa kau tidak tahu sopan santun? Bagaimana kau bisa membentakku? Memangnya kau lebih tua dariku? Apa kau yakin aku bukan oppa? ” Kini Himchan balik  membentak gadis itu.
” MEMANGNYA KENAPA? Tidak perduli kau oppa atau bukan tapi orang aneh sepertimu wajib di bentak! ” Kata Bora semakin emosi.
” BUKANKAH KAU YANG ANEH? Kau yang menelponku tapi kau yang membentakku dasar wanita aneh ”
” Kau yang hari ini menelponku duluan ”
” Baik! Aku memang menelponmu karena aku sedang bosan kupikir akan menarik jika melakukan telpon salah sambung seperti yang kau lakukan! ”
” Dasar kurang kerjaan, cari pekerjaan yang lebih baik sana daripada menganggu orang ”
” Hello? Bukankah itu kau? Waktu itu kau menangis meminta mantanmu kembali kepadaku, sekarang kau mengajakku berdebat. Jika kau ingin berkenalan denganku bilang! Atau jangan-jangan kau fansku? ”
” Dasar bajingan gila ” Bora langsung menutup teleponnya.
” Daebak, narsis sekali orang ini ” Bora berbicara pada telponnya.
” Gadis aneh ” Himchan menaruh telponnya di kantung celana lalu berjalan pergi mencari udara segar.
——————————–
” Daebak bagaimana mungkin ada namja begitu menyebalkn dan bawel seperti namja itu. Woah aku jamin orang yang menjadi kekasihnya pasti harus membawa penutup telinga setiap saat ” Bora terus mengomel sepanjang jalan di taman.
” Hanya berpikir bahwa salah sambung akan menarik? Dasar gila. Apa dia psycho? Jangan-jangan dia suka menelpon nomor acak lagi ”
” Aahhh ” Bora berteriak seperti orang kesetanan. Tak perduli seberapa keras dia mencoba melupakan kejadian tadi, bayangan insiden tadi terus berputar di otaknya, tentang seberapa  menyebalkannya namja itu di kehidupan nyata dan berharap ia tidak akan pernah berhubungan lagi dengan namja itu.
” Aish seharusnya aku tidak pernah salah sambung ” Bora menendang asal kaleng yang tergeletak di jalan.
” Aakh ” Mata Bora membulat saat mendengar ada seseorang yang berteriak.
” OMO jeosonghamnida ” Bora langsung membungkukan badannya, meminta maaf.
Rupanya kaleng yang di tendang Bora sukses mengenai pria asing yang mungkin boleh kita sebut dengan nama Himchan.
” Aish ada apa sih dengan para wanita hari ini ” Omel Himchan sambil mengusap-usap kepalanya yang habis terkena kaleng.
” Mianhamnida, maafkan aku, aku tadi tidak melihat orang di sekitar ” Bora meminta maaf sekali lagi karena permintaan maafnya yang sebelumnya tidak di gubris.
” Sudahlah lanjutkan saja apa yang kau ingin lakukan ” Kata Himchan
” Terimakasih dan maafkan aku ” Bora membungkuk sekali lagi sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi.
” Aish kenapa sih dengan semua wanita hari ini kenapa melampiaskan kesalahan pada orang yang tak bersalah? Apa mereka sedang datang bulan berjamaah? ” Gumam Himchan sambil menunggu orang yang ia telpon mengangkat telpon.
” Ya! Yoo Youngjae cepat ke taman jika tidak kau akan mati ” Tanpa membiarkan lelaki yang di panggil Youngjae itu berbicara Himchan sudah menutup teleponnya.
——————————–
Bora duduk di bangku taman, terlalu lelah karena banyaknya kejadian yang tak terduga hari ini termasuk pertemuannya dengan dia.

” Long time no see Yoon Bora-ssi ” Mata Bora membesar, nafasnya tercekat. Suara itu… Mungkinkah.
” Kris? ” Kata Bora kaget melihat Kris berdiri di hadapannya.
” Hai. Nampaknya kau sangat kaget melihatku Bora ” Kata Kris dengan nada mengejek.
” Apa yang kau lakukan di sini? ” Tanya Bora tak memperindah ejekan Kris.
” Aku kemari karena aku merindukanmmu Yoon Bora sekaligus aku ingin melihatmu hidup tanpaku ” Tangan Bora mengepal saat Kris mulai menyombongkan dirinya.
” Aku heran kenapa kau tidak pernah menghubungiku selama ini ” Kris mulai mendekati Bora namun Bora langsung menjauh tak ingin Kris mendekatinya.
” Untuk apa aku menghubungimu lagi? Bukankah kita sudah berakhir? Atau kau sebegitu merindukanku hingga kau berharap aku menelponmu? ” Kata Bora dengan tatapan yang tak kalah dingin dari perkataanya.
” Cih. Sombong sekali kau berkata seperti itu, memangnya kau bisa hidup tenang tanpa diriku? ”
” AKU. HIDUP. BAHAGIA. TANPAMU. DI SAMPINGKU ” Bora menekan setiap kata-katanya. Memberikan ketegasan bahwa dia baik-baik saja.
” Aku tahu kau berbohong Bora, di hatimu semenjak dulu hanya ada aku dan selalu ada aku. Kau takkan bisa baik-baik saja tanpaku ” Bora semakin geram dengan Kris yang terus merendahkannya.
Bora mengambil handphonenya lalu menunjukkanya kepada Kris.
” Ini orang ini dia yang sudah menggantikanmu ” Bora menunjukkan kontak ID orang aneh kepada Kris.
” Orang aneh? Kau pikir aku percaya ”
” Kau harus! Karena dia adalah orang aneh yang sudah membuangmu dari  hatiku. Aneh bukan? Itu sesuatu yang tak mungkin bukan? ” Bora tersenyum saat melihat Kris terdiam.
” Sudah puas sekarang? Aku baik-baik saja sekarang silahkan pergi aku muak melihatmu ”
” Hubungi dia ”
” Apa? ”
” Orang itu, yang sudah menggantikanku aku ingin kau menghubunginnya ” Bora menelan ludahnya saat Kris menyuruhnya untuk menelpon orang aneh, Himchan.
Pasalnya ia tahu bahwa itu sama saja menerjunkan dirinya ke dalam jurang saat sudah berada di puncak.
” Tidak bisa, dia sibuk ” Bora mengelak.
” Tidak bisa atau tidak ada? ”
” Kau fikir aku berbohong? ”
” Buktikan padaku bahwa kau tidak berbohong ” Kris semakin menantang Bora menerjuni jurang.
Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?
Mau tidak mau Bora menghubungi Himchan, berharap Himchan akan menolongnya sebelum ia terjatuh ke dasar jurang.
” Speakerphone ” Perintah Kris yang mau tak mau harus Bora turuti.
Tut tut tut
Bora menggigit bibir bawahnya, gugup.
Sial aku tahu dia pasti tidak akan menjawab teleponku.
Siapapun kau kumohon bantu aku. Bora berdoa dalam hatinya semoga Himchan mau membantunya.
‘ Nomer yang anda tuju – ‘
” Lihat kan? Dia sibuk dia tidak bisa mengangkat telponnya ” Bora hendak memasukkan handphonenya ke dalam kantung celananya.
” Hubungi lagi ” Perintah Kris.
” Mwo? ”
” Namja itu hubungi dia lagi ” Kata Kris dengan nada paksa.
Bora hanya bisa mematuhi tanpa membantah, selalu begitu.
” Kuberitahu kau, kami baru mulai dekat, dia tidak tahu bahwa aku menyukainya. Dan juga kami baru bertengkar pagi  ini. Itulah mengapa ia takkan menjawab teleponnya ” Bora mencoba membuat alasan lain.
” Hanya hubungi saja dia ” Kris nampak tak perduli dengan alasan Bora.
Bora menghela nafasnya, menelpon Himchan kembali.
Tut tut tut
” Jeosonghamnida tapi hyung sedang keluar sebentar dan dia meninggalkan hapenya ” Suara pria lain terdengar dari seberang sana. Nampaknya bukan Himchan yang menjawab.
” Apa ada yang ingin kau sampaikan pada Himchan hyung? ” Pria itu bertanya.
” Bisa kau sampaikan bahwa aku menghubunginnya dan – ”
” Mwo? ” Belum sempat Bora selesai berbicara Himchan sudah menyela di sebarang sana.
” Oh Himchan-ah ” Kata Bora mencoba untuk terdengar akrab dengan nama yang baru saja ia ketahui tadi.
” Wae? ” Jawab Himchan ketus
” Untuk kejadian tadi aku meminta maaf aku sungguh menyesal, maafkan aku itu semua- ”  Kris langsung mengambil handphone Bora dari genggaman Bora dan memutuskan sambungan teleponnya.
” Aku ingin bertemu dengannya besok di tempat biasa jam makan siang ” Kata Kris semena-mena lalu pergi meninggalkan Bora yang terlihat geram dengan sifatnya.
Ddrrttt
Handphone Bora yang sudah kembali padanya bergetar panjang, tanda ada telepon masuk.
” Ya! Bagaimana bisa kau memutuskan telpon saat kau sendiri yang menelpon dan kau sendiri yang berbicara!! ” Saat Bora menjawab teleponnya Himchan langsung mencecar Bora dengan semua omelannya.
” Ya! Berikan aku kesempatan menjawab! Pertama aku sangat berterimakasih atas bantuanmu, sungguh kau sudah mencegahku terjun dari atas  jurang ”
” JURANG? KAU INGIN BUNUH DIRI? ” Himchan langsung memotong perkataan Bora tanpa pikir panjang.
” YA! DENGARKAN DULU! TUNGGU SAMPAI AKU MENGIZINKANMU UNTUK BERBICARA ” Omel Bora karena sudah tak tahan karena sedari tadi orang-orang terus menyelaknya berbicara.
” Pertama terimakasih karena kau sudah mau mengangkat telponmu, kau tak tahu betapa berterimakasihnya aku untuk itu. Lalu yang kedua… Maukah kau membantuku? Jebal hanya kau bisa kumintai tolong ”
” Mwo..ya? ”
” Kau tahu kan mantan pacarku yang tempo hari aku salah sambung padamu? ” Himchan mengangguk walaupun ia tahu Bora takkan bisa melihatnya.
” Dia hari ini datang menemuiku dan dengan sombongnya dia berkata padaku bahwa aku tak mampu hidup tanpanya, saat itu aku terbawa emosi aku tak bisa berpikir panjang lagi, aku langsung menunjukkan nomermu dan berkata bahwa aku bisa hidup bahagia tanpanya berkatmu, aku berkata kita akhir-akhir ini sedang dekat dan aku suka padamu ” Wajah Bora nampak muram saat  menceritakkan hal ini. Entahlah mungkin Bora bersedih.
” Woah nona kau sungguh hebat kau bahkan sekarang melibatkanku dalam kehidupan pribadimu ” Himchan tak habis pikir bagaimana Bora bisa melibatkannya dalam hal pribadinya.
” Aku tak pernah punya teman lelaki, teman lelakiku hanya dia. Aku tidak kenal lelaki lain, kecuali dia dan kau. Di handphoneku nomer telepon pria hanya nomermu karena aku sudah menghapus nomernya, kau tahu kan? Aku tidak punya pilihan lain. Aku tidak mau dia menang, aku tidak mau dia  kembali menginjak harga diriku lagi. Jadi kumohon bantulah aku, hanya kau satu-satunya harapanku ” Bora memelas, berharap Himchan akan berbaik hati padanya.
” Kau benar-benar tidak tahu malu nona ” Rupanya tak berhasil. Bukannya simpati Himchan malah semakn sebal kepada dirinya.
” Kumohon bantu aku, aku tak ingin dia menyombongkan dirinya lagi, aku ingin membutikan kepadanya bahwa aku mampu. Kau tak perlu berpura-pura menjadi kekasihku, kau hanya perlu datang dan tunjukkan dirimu di hadapannya, sebagai temanku. Kumohon aku akan membalas bantuanmu. Aku akan membayarmu ”
” Aku tidak kekurangan uang ” Kata Himchan enteng.
” Aku akan mentraktirmu ” Kata Bora semakin bersemangat.
” Kau fikir aku orang gendut yang gila makan? Tidak ”
” Aku akan mengenalkanmu pada wanita ”
” Nona kau fikir aku tuna asmara? Pengemis cinta? TI! DAK! ” Tolak Himchan tegas
” Aku akan melakukan apapun yang kaukatakan, menuruti semua perintahmu ” Bora belum.mau menyerah.
” Tidak! ” Dengan itu Himchan memutuskan sambung teleponnya.
” Woah gadis ini gila dia fikir aku apa ” Gerutu Himchan pada handphonenya sendiri.
” Siapa dia hyung? ” Tanya Youngjae.
” Wanita aneh ” Jawab Himchan sekenanya.
Dddrrrrttt
Bora menghubungi Himchan lagi, masih belum menyerah.
” Gadis gila ” Himchan menolak panggilan Bora.
Bora mendecak kesak saat Himchan menolak panggilannya.
Dengan semangat yang berapi-api Bora menghubungi Himchan terus, terus dan terus. Walau hasilnya tentu saja di abaikan oleh Himchan.
‘ Jika kau perduli kumohon besok kafe momo jam makan siang ‘ Kali ini bukan panggilan melainkan pesan singkat yang berisikan tempat dimana Himchan harus bertemu Bora, jika Himchan mau membantunya.
Himchan melempar handphonenya ke rerumputan.
Menghelas nafas dan berbaring di rerumputan sambil memandang langit.
——————————–
‘ Aku bisa gila… Apa benar dia tidak mau membantuku? Apakah dia tidak punya hati? Aish kenapa? Astaga jika Kris datang dan siapa namanya dia Him..chan? Ah entahlah siapa itu tidak datang apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku berubah menjadi topeng monyet? Oh tuhan… Oh bagaimana jika aku bilang bahwa kami masih bertengkar? Tidak tidak atau Himchan sibuk? Atau kami sudah tidak berteman lagi? Aakh apa yang harus aku lakukan? Kenapa orang sangat tega sih, setelah mencegahku jatuh ke jurang kini dia sendiri yang malah mengantarkanku ke tepi jurang. Ah aku bisa gila- ‘
” Bora ”
” Woa ” Bora berteriak saat seseorang tiba-tiba duduk di hadapannya.
” Kris kau sudah datang? ” Pertanyaan basi keluar dari mulut Bora.
” Tentu saja kau tidak melihat aku sudah duduk di hadapanmu ” Jawab Kris dengan nada sombongnya.
” Mana pria itu? ” Tanya Kris tanpa berbasa-basi.
” Eungh anu itu… ” Kris menaikkan satu alisnya.
” Anu… Eungh… Dia… Itu ” Otak Bora mencoba memikirkan alasan apa yang tepat.
” Apa? Dimana dia? Dia tidak bisa datang? ”
” Tidak bukan itu! Dia….. Sedang… ” Bora menggigit bibir bawahnya, dia tidak bisa berkata bahwa Himchan takkan datang karena Kris pasti akan menerjunkannya menuju jurang kematian.
Apa yang harus Bora katakan?
Terjebak macet? Sakit perut?
” Bora, Yoon Bora aku bertanya dimana pria itu? ” Kris melambaikan tangannya di wajah Bora.
” Eungh.. Sebenarnya Kris dia… ” Belum sempat Bora menjawab handphone Bora berbunyi ada panggilan.
Mata Bora membesar saat melihat ID orang aneh di layarnya.
” Yeoboseyo ” Kata Bora girang.
” Nona kau dimana? Aku sudah di dalam kafe ” Perkataan Himchan berhasil membuat Bora meninggalkan jurang dan terbang melayang bersama burung ke langit ke tujuh.
” Aku di sini, kau bisa lihat aku? ” Bora mengangkat tangannya agar Himchan bisa tahu bahwa dimana dia berada.
Himchan tersenyum saat menemukan tempat duduk Bora.
Himchan berjalan menuju tempat duduk Bora.
Dia memperhatikan Bora dengan seksama.
Tidak buruk. Gumam Himchan.
Tunggu, sepertinya aku pernah melihat gadis ini, bukankah dia?
Mata Bora kembali membesar saat Himchan berada di hadapannya. Bora menelan ludahnya.
Lelaki ini… Yang kemarin aku tendang dengan kaleng?
” Eumh ” Kris berdeham saat melihat Bora dan Himchan yang hanya bertatapan satu sama lain tanpa memperdulikannya.
” Ah iya, maaf terlambat perkenalkan aku Kim Himchan ” Himchan mendekati Kris dan berbisik di kuping Kris
” Kim Himchan calon kekasih ” Bisik Himchan sambil menyeringai yang membuat Kris merasa risih.
” Ah kau pasti mantan kekasihnya kan? Apa kabar senang bertemu denganmu ” Himchan menunjukkan senyum terbaiknya namun tidak di gubris oleh Kris.
” Duduklah ” Bora menyuruh Himchan untuk duduk di sampingnya.
” Ini kau pasti lelah ” Sekarang Bora menyodorkan minumannya.
” Gomawo ” Himchan tersenyum dengan senyum menggodanya.
” Jadi kalian sudah berapa lama kenal? ” Kris mulai mengintrogasi Himchan dengan tangannya yang di lipat di dada.
” Tepat setelah kau pergi ” Jawab Himchan dengan seringai jahatnya.
” Belum lama rupanya. Bagaimana kalian bisa bertemu? ”
” Kau tahu pertemuan kami seperti takdir yang terus mengikat satu sama lain, bukankah seperti itu? ” Himchan menoleh ke arah Bora. Membuat mereka bertemu pandang satu sama lain.
” Setelah pertemuan yang satu kami terus bertemu lagi, lagi dan lagi ” Bola mata Himchan terikat dengan bola mata Bora.
Himchan tersenyum manis, membuat Bora tersadar bahwa lelaki menyebalkan yang ia sangka itu ternyata jauh lebih baik dari apa yang di pikirkan.
Himchan mengacak-acak rambut Bora membuat jantung Bora berdetak lebih cepat dan saat itu Bora seakan lupa bahwa masih ada Kris di antara mereka, ada banyak orang di sekeliling mereka.
Saat itu Bora sadar bahwa pria ia bilang menyebalkan itu manis, sangat manis.
” Ehem ” Kris kembali berdeham saat Himchan dan Bora kembali tenggelam dalam dunia mereka sendiri ia merasa terasingi.
Wajah Bora memerah merona, akibat perlakuan Himchan yang terlalu baik kepadanya.
Bora gelagapan, ia mencari minumannya.
” Ini ” Himchan menyodorkan minuman Bora yang tadi Bora kasih untuknya.
Wajah Bora semakin memerah, ia langsung buru-buru  meminum, minumannya.
Bora berhenti meminum, minumannya, tunggu sebentar….
Bukankah Himchan baru saja meminum minuman ini? Lewat sedotan? Bora juga….
Jadi ini… Ciuman tidak langsung.
Bora mengedip-ngedipkan matanya tak percaya.
Merasa di perhatikan Bora menoleh ke samping, rupanya Himchan sedang memperhatikannya dengan seksama sambil tersenyum lebar sedetik kemudian Himchan mengedipkan matanya.
Membuat jantung Bora kembali berpacu.
Oh tuhan mana Bora tahu kalau pria asing yang menyebalkan itu akan sehot ini.
” Kau lucu ” Himchan menyengir, memamerkan deretan giginya sambil mencubit pelan pipi Bora yang semakin membuat wajah Bora memerah seperti kepiting rebus.
” Ehem. Bora aku permisi dulu aku masih ada keperluan lain nanti kuhubungi kau ” Kris berpamitan pergi, tak tahan melihat Himchan dan Bora yang terus mengabaikannya seakan mereka hanya tinggal berdua di dunia ini.
” Sampai jumpa ” Himchan melambaikan tangannya pada Kris namun tetap tak di gubris oleh Kris. Sedangkan Bora? Ia bahkan tak perduli apakah Kris sudah pergi atau belum. Dia asik meminum tidak menggigit sedotannya sambil memandangi karya indah tuhan yang bernama Kim Himchan
” Apa kau sudah puas memandangiku nona? ” Tanya Himchan yang membuat Bora salah tingkah.
Himchan tertawa kecil melihat Bora salah tingkah.
” Orang pernah berkata  tak kenal maka tak sayang, Kim Himchan ” Himchan mengulurkan tangannya.
” Bora, Yoon Bora ” Bora menyambut tangan uluran tangan Himchan.
” Baiklah akan ku ingat namamu nona,  maksudku Bora ”
” Jadi pria tadi mantan kekasihmu yang kau- ”
” YA! Bukankah kau berjanji akan melupakannya? ”
” Arasso arasso aku akan melupakannya. Tapi sungguh nona err Bora dia tampan tidak heran kau begitu menyukainya ”
” Ya! Aku… Tidak menyukainya ”
” Benarkah lalu yang waktu itu? ”
” KIM HIMCHAN! ” Bora meninggikan suaranya yang membuat seluruh pengunjung kafe melihat ke arahnya.
Saat Bora meminta maaf karena perbuataanya Himchan malah asik menertawakan Bora.
” Ya kau senang sudah membuatku malu? ”
” Ani, tapi kau sungguh lucu nona ” Himchan masih belum selesai tertawa.
Bora cemberut melihat Himchan asik menertawakannya.
” Tapi aku ingin tahu kenapa kau putus dengannya? ”
” Shiro kau hanya akan meledekku nantinya ”
” Ayolah Bora aku tidak akan meledekmu lagi aku janji ”
” Janji? ” Kata Bora tak percaya.
” Janji ” Himchan mengangkat tangannya membentuk tanda V dan menganggukkan kepalanya.
” Hhh, jadi kami adalah teman dari sejak SMP dan aku terus menyukainya, ia tahu itu hanya saja ia terus bersikap acuh dan aku terus mencintainya, berada di sampingnya seperti anjing setia. Lalu saat SMA kelas 3 ia mengajakku berkencan dan kami sudah berpacaran sekitar hampir 3 tahun dan saat itu aku menemukan dia tengah bermesraan dengan wanita lain lalu saat kutanya bukannya meminta maaf ia malah memutuskanku. Dia bilang dia bosan denganku, aku membosanku, terlalu kekanakan ” Bora menyesap minumannya kembali.
” Dia pasti menyesal telah memutuskanmu ”
” Kau bahkan tidak tahu apapun tentangku bagaimana kau bisa berkata seperti itu ”
” Entahlah tapi aku merasa kau tak seperti itu, kau gadis yang menyenangkan ” Himchan meminum minuman Bora tanpa izin.
Bora tersenyum mendengar perkataan Himchan. Setidaknya di dunia ini ada yang peduli dengannya kan?
——————————–
Semenjak saat itu Bora dan Himchan semakin dekat satu sama lain. Mereka sering berhubungan atau bertemu layaknya teman?
Bora merasa bahwa Himchan adalah lelaki yang baik, menyenangkan walaupun memang sifat bawel Himchan itu tidak bisa hindari.
Sedangkan Himchan merasa bahwa Bora adalah gadis yang atraktif.

” Ya Kim Himchan cepatlah datang aku bisa mati gila karena menunggumu ” Kata Bora mengancam Himchan lewat telepon.
” Tidak bisakah kau sabar sedikit nona Bora? Aku sedang dalam perjalanan ” Kata Himchan sambil menghirup buket bunga di tangannya.
Rupanya Himchan berniat untuk menyatakan perasaanya pada Bora saat ini.
Perkenalan unik mereka lalu pertemuan mereka membawa satu kenangan tersendiri bagi Himchan.
Saat dalam masa pendekatan satu sama lain Himchan menyadari dia jatuh hati pada gadis aneh yang menangis di telepon.
Gadis itu berhasil membawanya ke sebuah tempat bernama kebahagiaan dan kenyamanan. Sudah lama sejak Himchan tidak merasakan hal itu.
Melihat Bora tersenyum, tertawa, cemberut atau marah membawa sensasi lain di hati, jiwa dan tubuhnya.
Himchan menjadi ingin memeluk gadis itu dan mengatakan sampai ia bosan bahwa seberapa menariknya Bora.
Gadis itu telah mewarnai hidup Himchan yang terasa biasa.
Walaupun tak sepenuhnya yakin apakah Bora akan menerimanya atau tidak namun tetap saja ada satu bagian di dirinya yang sangat yakin bahwa Bora akan menerimanya.
Tapi tuhan tidak mengizinkan Himchan untuk melalui hari ini dengan mulus sempurna.
Saat Himchan sedang menyeberang jalan sambil bersenandung kecil, seorng pengemudi mobil mabuk berjalan dengan kecepatan yang tinggi tanpa melibat ada Himchan di depan.
Terlambat bagi pengemudi itu untuk menyadari bahwa ada manusia tepat di depan mobilnya. Saat mobil itu mengerem pada saat itulah Himchan jatuh terkapar dengan darah yang mengalir di tubuhnya.
-The End-
Enggak ding muahaha masih ada lanjutannya *di gampar
——————————–
Bora melempar batu-batu kecil ke dalam kolam.
Dia duduk sendiri di bangku taman, tempat pertama kali ia dan Himchan bertemu.
Sudah lebih dari 1 bulan Himchan tak pernah menghubungi Bora lagi. Bahkan sosoknya pun tak pernah terlihat.
Bora sudah berusaha mencari dan menghubunginya namun tak berhasil.
Himchan bagaikan hilang di telan bumi.
” Wah wah ada yang sedang bersedih ” Bora langsung mengatur nafasnya saat mendengar nada sombong berbicara kepadanya.
” Kudengar calon kekasihmu itu menghilang tanpa kabar ya Yoon Bora? ” Kris berbisik di telinga Bora. Menekankan kalimat calon kekasih dan menghilang. Membuat Bora semakin ingin menampar wajah tampan Kris.
” Pergilah aku sedang tak ingin melihat wajahmu ” Usir Bora.

” Wah wah wah kau mengusirku Yoon Bora? Kau yakin? Padahal dulu kau selalu ingin di sampingku ” Ejek Kris sambil memainkan ujung rambut Bora.
” Tidak bisakah kau berhenti berbicara masa lalu? Aku menyesal karena saat itu sudah jatuh pada namja menyebalkan seperti kau ” Ucap Bora dingin.
Kris menyeringai.
” Kau sudah berubah Bora-ssi apakah pria itu yang mengubahmu? ”
” Iya. Dia yang mengubahku ke arah lebih baik, jadi sekarang pergilah ” Bora hendak pergi dari tempat duduknya.
” Pernahkah kau berpikir apa alasan dia menghilang? Bagaimana jika dia menghilang karena dia muak denganmu? Karena dia bosan denganmu? Atau dia sudah menemukan yang lebih baik darimu jadi dia membuangmu begitu saja ” Perkataan Kris membuat emosi Bora memuncak.
” Jaga omonganmu Wu Yi Fan! Himchan bukanlah lelaki brengsek sepertimu yang gampang mempermainkan wanita ” Wajah Bora terlihat marah. Ia tidak suka Kris menganggap Himchan seperti itu.
” Kenapa? Kau takut jika itu benar? Kau takut jika dia benar seperti itu? ”
” Bajingan ” Cibir Bora lalu pergi meninggalkan Kris di belakang.
Satu langkah
Dua langkah
Tiga langkah
‘ Tuhan bagaimana jika apa yang dikatakan Kris benar terjadi? Bagaimana jika ia muak terhadapku? Bagaimana jika ia membuangku karena aku membosankan? Bagiamana?  Kini Bora mulai diliputi oleh pikiran negativ. Ia benar-benar takut jika perkataan Kris benar terjadi.
” Itu tidak mungkin kan? Himchan tidak sejahat itu kan? ” Bora mencoba untuk menyakinkan dirinya sendiri.
Tepat pada saat itu telepon Bora berbunyi. Ada panggilan masuk dari nomor yang tak di kenal.
” Yeoboseyo? ” Bora menjawab telepon
” Kumohon jebal, kita tak bisa seperti ini Yeon-ah. Aku tahu kau masih mencintaiku kan? Iya kan? Kau hanya bercanda kan? Tentang kita putus? ” Kata suara di seberang sana.
” Maaf namun anda salah sambung ” Kata Bora sopan.
” Ne? Kau bukan So Yeon? ” Tanya sang penelpon
” Bukan, aku bukan So Yeon ”
” Kalau begitu mungkinkah anda Yoon Bora? ” Tangan Bora melemas, tubuhnya bergetar, suara ini… Mungkinkah?
” Himchan? ” Tanya Bora ragu-ragu.
” Lama tak bertemu Yoon Bora ” Bora menghela nafas, senyum terbentuk lebar dari bibirnya.
Akhirnya orang yang ia amat sangat rindukan. Orang yang telah cari selama 1 bulan. Akhirnya.
” Kim Himchan ” Panggil Bora.
” Iya ini aku Bora ” Kata Himchan lembut yang berhasil membuat Bora meneteskan airmatanya.
” Apa kau tahu betapa aku sangat merindukanmu? Betapa aku selalu menunggumu? Menunggu kabar darimu? Bagaimana bisa kau menghilang tiba-tiba bagaikan di telan bumi. Aku fikir kau sudah meninggalkanku bodoh ” Bora tak dapat menahan airmatanya lagi. Perasaan senang, rindu dan bahagia melebur menjadi satu.
” Kau… Menungguku? ”
” Tentu saja bodoh aku selalu menunggumu ” Bora menyeka airmatanya.
” Bora maafkan aku tapi… ”
” Tidak usah meminta maaf kau kembali saja sudah cukup ”
” Tidak Bora maksudku…. ”
” Apa? ”
” Maaf karena sudah membuatmu menungguku, kuharap kau tidak usah menungguku lagi mulai saat ini ” Mata Bora membesar. Air mata yang sudah ia hapus turun lagi.
Apa maksudnya? Apa Himchan benar-benar telah membuangnya?
” Aku.. Aku telah menemukannya Bora, orang yang akan bersanding denganku. Aku minta maaf karena tidak memberi tahumu tapi sungguh aku tak bermaksud- ”
” Rupanya itu benar, kau membuangku. Aku hanya mainan untukmu yang kau mainkan saat kau senang lalu kau buang saat kau bosan. Aku memang selalu seperti itu, berakhir dengan menyedihkan ” Kata Bora lirih. Airmatanya sudah mengalir deras sejak tadi.
” Bora berbaliklah ” Perintah Himchan.
Bora menghela nafasnya lalu berbalik sesuia perintah Himchan.
Airmata Bora semakin banyak saat melihat Himchan berdiri kurang lebih 2 meter dari jaraknya.
Bora akhirnya tahu berapa banyak dia merindukan lelaki di hadapannya ini. Betapa ia ingin memeluk lelaki itu dan memintanya untuk tinggal disisinya.
Tapi itu semua takkan mungkin karena Himchan baru saja membuangnya.
” Kau tidak perlu menungguku lagi karena aku telah datang, aku kembali, ke sampingmu. Aku akan terus berada di sisimu sampai-sampai kau akan bosan melihatku ” Himchan menatap Bora sambil tersenyum.
Bora kembali menangis, antara lega dan bahagia.
Lega telah mengetahui bahwa Himchan tidak membuangnya, bahwa Himchan akan selalu ada bersamanya.
Bahagia karena bisa kembali dan akan terus melihat senyum dari wajah Himchan.
” Aku telah menemukannya, orang aneh yang menyangka aku mantan kekasihnya, orang aneh yang menendangku dengan kaleng, orang aneh yang menuduhku orang  jahat. Orang aneh yang memintaku jadi orang yang dia suka di hadapan mantannya. Orang aneh yang telah merasuki jiwaku dengan semua jenis keanehannya. Aku ingin berada di samping orang aneh itu, menggengam erat tangannya sambil mengatakan bahwa kau adalah mahluk aneh yang tercipta untukku. Orang aneh itu maukah dia menerimaku untuk mengisi hatinya? Mengisi lembaran baru bersama? Menjalani setiap hari bersama? Berbagi suka dan duka? Maukah kau Yoon Bora menjadi kekasihku? ” Himchan menatap Bora tepat di matanya, menunjukkan semua ketulusan yang ia punya.
” Orang aneh itu mau menghabiskan hari-harinya bersama orang menyebalkan. Orang menyebalkan yang iseng menelpon dirinya dan selalu memarahinya, menyela perkatanya. Orang menyebalkan yang sok keren yang sudah mengambil seluruh perhatian dan hati orang aneh itu. Karena dari itu dia menyebalkan. Orang aneh itu mau menjadi kekasihmu Kim Himchan dengan segenap hati ” Bora tersenyum lebar.
Baik Bora maupun Himchan sama-sama terdiam di tempat mereka, memandangi satu sama lain dengan perasaan bahagia. Bahkan kalian bisa merasakan bunga-bunga bermekaran dari tubuh mereka.
Bora maupun Himchan sama-sama terdiam saat itu mereka percaya pada takdir yang sudah menyatukan mereka dengan cara yang unik
– The End –

ttaarrraaa ff ini author persembahkan buat teman author bo eh maudy haha

semoga lu suka ye mau ribet nih nentuiin endingnya

ini jujur satu tantangan baru karena alur sama ceritanya cukup asing buat author 😀

karena itu tolong hargaii dengan cara meninggalkan jejak 😉

Iklan

10 thoughts on “Wrong Number

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s