Love Is Complicated Part 12

Standar

wpid-1364311142705.jpg

Love Is Complicated Part 12
Main Cast:
Kim Kibum
Lee Donghae
Kim Heechul
Im Yoon Ah
Jessica Jung

Poster : @moody0807
——————————–

Kibum meneguk minuman yang ia pesan ke dalam tenggorokannya.
Kibum tersenyum saat ia mengingat kembali percakapannya dengan Yoona tadi malam.
-Flashback-

Wajah Kibum sedikit kaget saat ia melihat Yoona berdiri di hadapannya dengan keadaan yang bisa di bilang menyedihkan.
” Yoong? Kau baik-baik saja? Mengapa kau menangis? ” Raut wajah Kibum terlihat khawatir namun Yoona malah mengabaikan kekhawatiran Kibum dan mencoba untuk menutupi fakta tentang apa yang sedang terjadi padanya.
” Oppa bisakah kita mengulang kembali semua yang telah kita lalui? ” Jika saat ini Yoona berbicara dengan baik maka mungkin Kibum akan langsung tersenyum cerah namun sekarang tidak. Karena Yoona mengatakan hal itu dengan lirih, matanya memyiratkan sebuah kesedihan yang terdalam.
Yoona sedang tidak baik-baik saja. Ia pasti sedang mengalami suatu gejolak mental yang sampai-sampai harus membuanya mencoba bertahan untuk melalui itu semua.
Oh bagaimana Kibum bisa tahu? Kita bicara Kim Kibum di sini. Orang yang mengerti Yoona melebihi siapapun yang ada di dunia ini, bahkan Yoona sendiri.
” Yoona kau mabuk, pulanglah, oppa akan mengantarmu pulang. ” Dengan pelan Kibum merangkul Yoona yang terlihat amat sangat rapuh di matanya, bagaikan kertas usang.
” Tidak aku tidak ingin pulang oppa. Aku tidak akan pulang sebelum kau menjawab pertanyaanku. ” Yoona memaksa Kibum.
Matanya penuh keseriusan.
” Oppa akan menjawabnya nanti. ” Kibum menarik tangan Yoona, mengajaknya untuk pergi.
Yoona melepas paksa genggaman tangan Kibum.
” Jawablah sekarang oppa! ” Yoona membentak Kibum.
” Yoona. ”
” Ah aku mengerti, kau tidak ingin mengulanginya lagi kan? Semua yang kita lalui? ” Kibum menghela nafasnya mendengar tuduhan tak berbukti Yoona.
” Tidak. Hanya saja oppa akan menjawabnya nanti, saat kau sudah lebih baik dari sekarang ini, saat kau mengucapkan kata itu dengan sungguh-sungguh, dari hatimu. ” Perkataan Kibum berhasil membuat Yoona melemah dan mulai kembali menangis dalam pelukan Kibum.
” Maafkan aku oppa. Maafkan aku. ” Yoona terisak dalam pelukan Kibum. Sebuah pelukan yang selalu memberikannya kehangatan dan kenyamanan.

Kibum memarkir mobil tepat di depan apartemen dorm SNSD.
” Kau sudah sampai. ” Kata Kibum sambil menatap Yoona yang sedang menyandarkan kepalanya di jendela mobil.
” Seandainya kau tak pergi, seandainya kau tak pergi tanpa kabar. Semuanya takkan begini. ” Walaupun kecil namun Kibum dapat mendengar jelas apa yang Yoona ucapkan.
” Jika minta maaf bisa memperbaiki segalanya maka aku akan meminta maaf ribuan kali. Tapi sepertinya itu tidak jadi, aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. ”
Yoona menatap Kibum. Mata mereka bertemu satu sama lain.
” Aku ingin membencimu namun aku tak bisa. Perasaan rinduku terus bergejolak hingga rasanya aku bisa gila jika membencimu. ” Kibum terdiam mendengar perkataan Yoona. Ia benar-benar tak tahu harus berbuat apa sekarang. Rasanya semua yang ia lakukan hanya akan terus menyakiti Yoona.
” Aku pulang dulu, terimakasih sudah mengantarkanku oppa. ”
” Yoong, aku berharap apa yang kau katakan tadi adalah sungguh-sungguh. Aku harap kau mau memberiku kesempatan kedua. ” Ada ketegasan di nada bicara Kibum, ada kesungguhan di wajahnya.
Betapa ia ingin sekali untuk memperbaiki semua kesalahan yang ia buat.
Betapa ia menyesalnya ia atas apa yang telah ia sia-siakan di masa lalu.
Ia mungkin adalah orang yang egois karena datang kembali hanya untuk mengambil segala sesuatu yang telah ia tinggalkan begitu saja.
Mungkin jika pria-pria yang ia suruh untuk menjaga Yoona melakukan tugasnya dengan baik, mungkin ia hanya akan menyerah.
Tapi ia tidak bisa.
Karena fakta bahwa Yoona terus terluka juga melukainya.
Karena seharusnya Yoona, harus terus tersenyum dengan hangat sebagaimana ia dulu menjadi.
Bukan Yoona yang terus menangis seperti ini.
Jadi ia tidak bisa hanya menyerah tanpa melawan.
Setidaknya jika ia harus menyerah suatu hari nanti, ia bisa tahu dan yakin bahwa lelaki itu mampu menjaga Yoona-nya lebih baik dari dirinya, dari siapapun.
-Flashback End-

Kibum kembali meneguk minumannya saat ia melihat sosok yang baru saja ia pikirkan datang.
Mata Yoona bergerak ke sana kemari, mencari seseorang.
Saat Yoona sudah berhasil menemukan siapa yang ia cari, pandangan Kibum langsung tertuju kepada orang itu.
Yoona langsung duduk dengan arogan, memandang pria yang duduk sambil meminum jus di hadapanya jutek.
Pria itu Kim Heechul rupanya.
” Ada apa kau memanggilku? Lebih baik penting- ” Baru Yoona ingin mengomeli Heechul namun Heechul sudah berhasil memotongnya terlbih dahulu.
” Tidakkah kau lapar? Kenapa datang-datang langsung mengomel? Lebih baik kau makan dulu. ” Yoona tak percaya dengan apa yang ia dengar, bagaimana bisa pria ini menyuruhnya makan? Tidakkah ia lihat betapa kesalnya Yoona saat ini?
” Apa kau serius oppa? Tidakkah kau lihat aku sedang marah padamu? ”
” Ara. Tapi tidak bisakah kita bicarakan itu nanti? Kau marah bukan berarti kau berubah kan? Kau tetap Im Yoon Ah yang kukenal yang mencintai makananan kan? ” Jawab Heechul santai sambil memotong daging steaknya.
” Cobalah, daging steak ini sangatlah enak. ” Heechul menyodorkan garpu bertancapkan daging ke arah Yoona.
Awalnya Yoona ingin menolak namun Heechul benar. Ia memang mencintai makanan jadi ia langsung melahap daging suapan Heechul dan menguyahnya.
Heechul tersenyum.
” Makanlah. ” Heechul menunjuk ke arah steak yang berada di depan Yoona.
” Aku minta maaf soal kejadian kemarin, aku benar-benar ingin berbicara denganmu tapi- ”
” Aku tahu. Jessica onnie kan? Dia selalu menjadi yang terpenting untukmu kan? ”
Heechul memandang Yoona yang sibuk memakan dagingnya dengan poker facenya lalu ia menyeringai.
” Hemp, sebenarnya kau benar sebagian. Iya itu soal Jessica dan tidak, Jessica bukan yang terpenting untukku. Aku mempunyai orang yang jauh lebih penting daripada Sica. ”
Yoona menghentikan aktivitas menguyahnya lalu bertanya ” Nugu? ”
Heechul menyengir lebar saat Yoona bertanya siapa orang paling penting dalam hidupnya.
” Kau penasaran? Apa kau mulai penasaran denganku? Kau mulai jatuh dengan pesonaku? ” Yoona memandang Heechul sebal akibat pertanyaan-terlalu-percaya-diri Kim Heechul.
” Kenapa apa kau takut jika itu adalah seorang perempuan? ” Yoona memutar bola matanya. Menyesal ia bertanya.
Lagipula kenapa sih ia mesti bertanya?
Yoona langsung melahap daging-daging itu dengan rakusnya, mencoba untuk tidak memperdulikan Heechul.
Heechul memperhatikan Yoona yang makan seolah-olah ia tidak makan berhari-hari.
Lalu Heechul tertawa saat ia melihat ada saus yang meleset, menempel di pipi Yoona.
” Apa kau benar-benar akan melakukan ini? ” Tanya Heechul yang tak dipahami oleh Yoona.
Heechul mendekatkan tubuhnya ke arah Yoona.
” Aku mungkin saja bisa menciummu seperti yang di drama-drama itu. ” Jemari Heechul menghapus saus yang menempel di pipi Yoona lalu ia menghisap jempolnya sendiri.
Masih di posisi yang sama, Heechul menatap mata Yoona.
” Orang itu adalah aku. ”
” Apa? ”
” Orang yang paling penting bagi diriku sendiri, itu adalah aku Im Yoon Ah, jadi jangan khawatir. ” Heechul mengacak-acak rambut Yoona sambil tersenyum lebar.
Sedetik kemudian kepala Heechul langsung di pukul dengan tangan kosong begitu saja oleh Yoona.
” Ya kenapa kau memukulku? Aww sakit. ” Teriak Heechul yang tak terima kepalanya di pukul begitu saja.
Yoona tidak menjawab melainkan malah melanjutkan mengiris steak daging dengan kasar seraya menggerutu tidak jelas.
Tentu saja itu adalah Kim Heechul ia pasti akan selalu memikirkan dirinya sendiri, jadi kenapa kau harus pusing-pusing memikirkan siapa yang paling penting dalam hidupnya Im Yoon Ah?

Kibum hanya bisa tersenyum miris melihat interaksi dari Heechul dan Yoona.
Sangat dekat dan sangat nyaman.
Setelah menyesap minumannya untuk yang terakhir kalinya Kibum memutuskan untuk pergi.
Aku selalu tahu tentang dirimu lebih baik dari siapapun, bahkan lebih baik dari dirimu sendiri Yoong.
Tepat sebelum Kibum pergi, Kibum berpapasan dengan Jessica. Lebih tepatnya melihat Jessica karena Jessica sama sekali tidak sadar dan tidak perduli dengan kehadiran Kibum di hadapannya.
Jessica langsung masuk dan berjalan begitu saja namun, langkahnya terhenti saat ia melihat dua sosok yang tengah berbincang satu sama lain.
Jessica memandangΒ  ke arah Heechul dengan intens. Mengamati setiap detail perubahan di wajah Heechul dengan seksama.
Jessica mengepalkan tangannya saat ia mengetahui sesuatu yamg seharusnya tak pernah ia ketahui.
Ia dapat melihatnya, gerak-gerik Heechul, oppanya sangat jelas terlihat dan terbaca.
Sudah lama Jessica tak melihat itu, senyum itu.
Senyum yang dahulu hanya di persembahkan untuknya.
Tatapan itu, tatapan yang dahulu selalu Heechul gunakan untuk menatapnya.
Gerak-gerik itu, hal yang selalu Heechul lakukan untuk menarik perhatian Jessica.

Semuanya telah terambil alih.
Semua hal yang dulu Heechul berikan hanya untuknya kini Heechul berikan juga pada gadis lain.
Senyum, tatapan, tindakan. Semuanya… Sudah bukan untuk Jessica lagi.
Kini semuanya untuk gadis yang tengah berada di hadapan Heechul.
Gadis yang menerima senyum tulus Kim Heechul.
Gadis yang menerima tatapan penuh kasih sayang Kim Heechul.
Gadis yang menerima perhatian spesial Kim Heechul.
Gadis itu adalah Im Yoon Ah.
Oppanya, telah jatuh cinta pada Yoona.
” Sic ” Jessica tersadar dari lamunannya saat ia melihat oppanya berdiri, memanggil namanya.
Ekspresi kaget terlihat di wajah keduanya, baik Kim Heechul maupun Im Yoon Ah.
” Sic, apa yang kau lakukan di sini? ” Jessica tidak menjawab pertanyaan Heechul, melainkan hanya berdiri di sana sembari memandangi wajah Heechul.
” Apa kau baik-baik saja? Kenapa kau tidak menjawab teleponku? ” Perlahan-lahan Heechul berjalan mendekati Jessica dengan raut wajah khawatir.
Tentu saja, oppanya ini akan sangat khawatir jika Jessica tiba-tiba tidak menghubunginya atau menjawab panggilannya.
” Kau tahu betapa khawatirnya aku? Kau tiba-tiba marah padaku dan menjadi dingin padaku. Kau tahu kan oppa sangat tidak suka jika kau melakukan itu. Kumohon jangan seperti itu lagi, ayo kita bicara baik-baik. ” Heechul mengenggam tangan Jessica. Mencoba untuk melunakannya.
Oh tentu Jessica tahu tentang betapa khawatirnya Heechul melihat perubahanya yang tiba-tiba kemarin.
Tentu juga Jessica tahu bahwa oppanya sangat tidak suka jika jika Jessica menjadi dingin begitu saja tanpa alasan yang pasti.
Jessica tahu itu.
Sekilas jika kau melihat, tak ada yang berubah dari perhatian dan sikap Heechul terhadap Jessica.
Tapi tidak bagi Jessica, ia mampu merasakannya.
Ada sebuah perbedaan, walaupun kecil dan sedikit.
” Kau khawatir oppa? Sepertinya kau tidak terlihat seperti itu. Kau nampak bersenang-senang dengan gadis kecil ini. ” Ucap Jessica ketus.
Yoona hanya terdiam mendengar sindiran Jessica yang sangat jelas di tujukan untuk dirinya.
Heechul menelan ludahnya kasar mendemgar perkataan Jessica. Ia memutar otaknya, merangkai kata-kata yang mampu meyakinkan Jessica.
” Bukan seperti itu Sic, kemarin aku berencana untuk bertemu dirinya dan membicarakan sesuatu tapi… ”
” Tapi? ”
” Tapi aku tidak berhasil berbicara dengannya oleh karena itu kami di sini untuk itu. ”
” Kenapa kau tidak berhasil? Bukankah seharusnya setelah aku meninggalkanmu kau punya banyak waktu untuk berbicara dengannya? ”
” Oleh karena itu berhentilah bersikap seperti ini Jessica Jung. Aku langsung mengejarmu dan aku yakin kau tahu itu, jadi kumohon berhentilah bersikap seperti ini dan bicaralah padaku. ”
” Tidak ada yang perlu kita bicarakan oppa, dia adalah orang yang perlu kau ajak untuk bicara, bukan aku. ” Jessica menunjuk Yoona yang sedari tadi hanya terdiam.
Yoona yang sedari tadi hanya duduk diam mendengarkan Heechul dan Jessica berargumen kini berdiri, menatap Jessica dengan tatapan kosong, tanpa emosi.
” Berhentilah untuk cemburu terhadapku onnie. Kau terlihat sangat menyedihkan. ” Perkataan Yoona berhasil membuat Jessica terdiam sejenak.
” Apa kau bilang? Cemburu terhadapmu? Aku menyedihkan? Apa kau tahu apa yang sedang kau katakan Im Yoon Ah? ”
” Ya aku tahu, sangat tahu. Onnie kau, cemburu terhadapku karena Heechul oppa kan? Oh atau karena Donghae oppa juga? ” Jessica menggertakkan giginya.
” Kau cemburu karena kini mereka beralih kepadaku iya kan? ”
” Tutup mulutmu Im Yoon Ah. ”
” Tapi onnie apa hakmu untuk cemburu? Bukankah kau bilang padaku bahwa kau tidak menyukai mereka berdua? ”
” Cih, tidakkah seharusnya kau bilang itu pada dirimu sendiri? Kau berjanji padaku bahwa kau tidak akan menyukai Heechul oppa tapi lihatlah apa yang kau lakukan sekarang! Ah, dan bukankah kau menyukai Kibum? Lalu kenapa kau menerima Donghae? Sebelum kau mengkritikku, kritik saja dirimu sendiri terlebih dahulu. ” Yoona pun menggertakan giginya juga akibat serangan dari Jessica.
” Ya aku memang menerima Donghae oppa dan ya aku juga tidak tahu apa yang sedang kulakukan pada diriku sendiri, lalu kenapa? Apa kau marah karena aku telah mengambil semua yang seharusnya menjadi milikmu? ”
Plak. Satu tamparan dari Jessica berhasil membuat Heechul, Yoona, Kibum ( yang sedari tadi masih ada ) dan Jessica sendiri kaget dibuatnya.
Jessica memandang tangan kananya yang bergetar hebat sehabis menampar Yoona.
Apa yang telah ia lakukan?
Yoona memandang Jessica tak percaya.
Tangan Yoona terangkat secara otomatis, memegang pipinya yang memerah akibat tamparan Jessica.
Ingin Jessica memeluk dan menanyakan pada dongsaengnya ini, apakah ia baik-baik saja atau tidak. Namun tidak, ia tidak boleh kalah secepat ini.
Setidaknya ia harus terus menjadi dingin hingga akhir.
” Bukankah sudah kubilang untuk menutup mulutmu? Tutup mulutmu sebelum aku membencimu Yoona. ”
” Bencilah aku, bencilah aku sesuka hatimu, dengan itu aku punya alasan untuk membencimu. ”
Yoona dan Jessica saling menatap satu sama lain. Berkomunikasi lewat pandangan.
Mungkin yang lain tidak bisa mengerti. Tapi Yoona dan Jessica bisa melihat rasa benci dan sakit hati satu sama lain dengan baik dan benar.
Mereka bisa melihat betapa menyesal mereka satu sama lain, namun mereka tidak tahu harus berbuat apa. Karena rasa sakit hati dan kecemburuan ini terus menggerogoti hati mereka.
Yoona jatuh terduduk saat Jessica memutuskan untuk melangkah pergi.
Airmata Yoona keluar sedikit demi sedikit.
” Pergilah, kejarlah Jessica onnie, kau ingin melakukannya kan? ” Kata Yoona sambil terisak.
” Jika kau tidak ingin melakukannya, kenapa kau melakukan itu tadi? ” Tanya Heechul.
Yoona hanya terdiam, tak menjawab.
Ia menangis terisak.

Jessica tak mampu berkata apa-apa selain mengendalikan perasaannya yang sudah cukup tercampur aduk.
Apalagi dengan kehadiran Lee Donghae di hadapannya saat ini.
Jessica harus menahan lagi airmatanya untuk beberapa waktu ke depan.
” Pergilah, bukankah kemarin aku sudah mengatakannya dengan jelas? Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi Lee Donghae, jadi lebih baik kau pergi. ” Jessica memerintah, memaksa Donghae untuk segera pergi namun Donghae tidak bergerak sedikitpun.
” Aku tidak mau, bahkan jika kau melangkah pergi lagipun aku tidak mau. Aku akan tetap terus menemuimu hingga kau mau menemuiku. ” Ucap Donghae yang terdengar sangat pilu.
” Apasih yang kau inginkan Lee Donghae? Tidak bisakah kau hanya berdiam diri? Semua keadaan ini, semuanya menjadi seperti ini, INI SEMUA KARENA DIRIMU. ” Jessica membentak Donghae, melampiaskan kemarahannya kepada seseorang yang menurutnya bertanggung jawab atas ini semua. Donghae.
Donghae terdiam mendengar ucapan Jessica.
Semua karena dirinya…
” Jika saja kau mau berdiam diri, jika saja kau mampu untuk mengendalikan dirimu, semuanya takkan seperti ini Donghae. Kalau saja kau mau berdiam diri, bahagia dengan hanya ada Yoona di sampingmu, maka semua takkan seperti ini. Kalau saja kau tak menyia-nyiakan kesempatan yang kuberikan jauh sebelum kau bersama Yoona. Semuanya akan baik-baik saja Lee Donghae. Tidakkah kau mengerti itu? Jadi berhentilah untuk membuat masalah. Hanya pergi Lee Donghae, maka aku akan mengurus masalahku sendiri. ”
” Hanya karena satu kalimat kau telah membunuh semua alasanku untuk perduli, tapi aku tetap disini. Untuk alasan yang aku tak tahu apa itu. Kau bisa sebut itu cinta. Tapi tetap saja, ada sesuatu yang berubah Lee Donghae. ” Jessica menarik nafasnya, membiarkan airmatanya turun karena percuma saja, Seberapa kerasnya ia mencoba untuk menahan. Airmata itu akan mendemo untuk keluar.
” Orang bilang jika kau tidak berjalan maju kau akan tetap berada di tempat yang sama. Jadi aku akan maju, aku tidak mau berada di tempat yang sama lagi. Aku akan melupakanmu. ”
Donghae terdiam, ia bahkan tidak menahan Jessica untuk tidak pergi.
Karena percuma, ia bahkan tidak mampu memikirkan kata-kata agar ia bisa gunakan untuk membela dirinya.
Karena memang tidak ada kata-kata.
Tidak ada kalimat yang mampu meyakinkan Jessica bahwa ia tak bersalah.
Karena Donghae memang bersalah.
Jessica benar, seandainya saja ia mau berdiam diri.
Seandainya saja ia mampu mengedalikan dirinya untuk mendapatkan keduanya.
Seandainya saja…
Namun ia tidak bisa, Lee Donghae tidak bisa.
Bahkan hingga sekarang ia masih mencoba untuk mengenggam erat tangan keduanya walau ia tahu itu takkan bisa.
Walau ia tahu ia mungkin saja kehilangan keduanya.
Namun itulah Donghae.
Egonya di atas segalanya.
Ia tahu saat ia dan Jessica putus itu bukan kesalahan siapa-siapa.
Mereka berpisah karena begitulah jalannya.
Tetapi Donghae sadar, saat ia melepas tangan Jessica dan tidak mencoba untuk menariknya lagi.
Itu adalah kesalahan terbesarnya.
Karena itulah Donghae mencoba untuk menarik tangan Jessica sekali lagi, sebelum Jessica benar-benar melangkah pergi terlalu jauh.
Yoona, ia tidak tahu mengapa ia tidak bisa melepaskan tangan Yoona.
Karena setiap kali ia mencoba untuk melepaskan tangan Yoona.

Yang terjadi adalah ia malah semakin menarik tangan Yoona. Tak melepasnya.
Itu sulit baginya, melepaskan tangan kedua gadis itu.
Baginya itu sama saja dengan memilih ayah atau ibu.
Anggap saja ini adalah keegoisan seorang Lee Donghae.
——————————–
” Pergilah bukankah aku sudah menyuruhmu untuk pergi? Sica onnie mungkin sedang bersedih sekarang, pergilah. ” Kata Yoona sambil memalingkan wajahnya dari Heechul yang masih duduk di hadapannya.
Baru Heechul ingin menjawab, matanya berhasil menangkap sosok Kibum yang tengah menatap ke arah mereka dengan seksama.
Kibum menempelkan jari telunjuknya di bibir, isyarat agar Heechul tetap diam tentang kehadirannya.
Heechul mengangguk, ia mengerti.
Pandangan Heechul kembali ke Yoona yang masih berdiam diri. Tak mau melakukan apapun.
” Lihat, bagaimana aku bisa pergi jika di sini masih ada wanita yang juga terluka. Berhentilah bersikap tegar Yoong. Kau bahkan tidak sekuat itu. ” Perkataan Heechul malah membuat airmata Yoona yang sudah tidak mengalir, kembali menetes.
” Ya kenapa kau malah menangis? ” Tanya Heechul panik melihat Yoona yang kembali menangis.
” Padahal aku tahu bahwa aku hanyalah sebuah pelarian untukmu dan Donghae oppa. Namun otakku terus menolak untuk mengakuinya. Jadi aku terus menganggap bahwa aku telah merebut semua yang Sica onnie milikki. Walaupun kenyataan kalian takkan pernah ada di hidupku.
Aku menginginkannya, kehidupan Sica onnie. Dengan kau, Kibum oppa dan Donghae oppa di dalamnya. Aku menginginkannya. Namun aku tidak akan bisa, karena kalian hanya untuk Jessica Jung, bukan untuk Im Yoon Ah. ”
” Kenapa kau begitu iri pada Jessica? Apa yang Jessica punya namun kau tak punya? Seorang oppa yang selalu menyayanginya? Seorang mantan kekasih yang masih menginginkanmu? Bukankah kau punya semua itu? ” Yoona terdiam mendengar ucapan Heechul.
” Ubahlah pola pikirmu, itu terlalu cetek. Bagaimana mungkin aku dan Donghae hanya ada di dunia Sica? Hey, kami bahkan ada di dunia para ELF. Jadi jangan berpikir seperti itu. ” Yoona mendengus mendengar pernyataan Heechul.
Mungkin Heechul benar, cara berpikirnya saja salah.
Tapi tetap saja…
” Jadi Im Yoon Ah, hal yang ingin kukatakan padamu adalah. Izinkan aku masuk dalam hidupmu, bersemayam dalam otakmu, memenuhi hatimu dengam cintaku. Jika kau membuka mata dan hatimu, maka kau akan melihat betapa seriusnya aku Im Yoon Ah. Aku mungkin berkencan dengan banyak wanita, namun aku tidak pernah mengatakan cinta secara acak pada setiap orang.
Aku mencintaimu Im Yoon Ah, dan itu tulus. ” Pernyataan cinta Heechul berhasil membuat jarum jam hidup Yoona terasa berhenti.
Yoona bahkan menahan nafasnya untuk beberapa saat.
Deg deg deg.
Untuk pertama kalinya, setelah sekian lama Yoona dapat merasakan detak jantungnya berdebar begitu cepat.
Ia dapat merasakan aliran darah mengalir dengan cepat ke seluruh tubuhnya.
Untuk saat ini, di mata Yoona hanya ada Kim Heechul.
Tidak orang lain, tidak benda-benda.
” Berhentilah berfikir bahwa aku mencintai Jessica. Sica adalah adik kecilku, kami hanyalah pasangan kakak-adik yang sempurna. Ya aku dulu mencintainya di masa lalu. Namun sekarang orang kucintai adalah kau Im Yoon Ah. Jadi pikirkanlah dengan baik Yoona, perasaanku ini tulus. ”
——————————–
” Ya Kim Kibum. ” Heechul memanggil Kibum yang hampir saja memasukki mobilnya.
” Oh hyung, ada apa? ” Kibum bertanya.
” Ya! Bagaimana bisa kau berdiam diri seperti tadi? Sudah berapa lama kau di sana? ”
Kibum berpikir sejenak.
” Sebelum Yoona datang? ” Jawaban Kibum membuat Heechul tercengang.
” Sebelum Yoona datang? Jadi kau diam saja melihatku dan Yoona? ” Kibum hanya menaikkan pundaknya.
” Lalu jika kau sudah di sana selama itu kenapa kau diam saja? Kau tahu kan Yoona sedang terluka. ”
” Tentu saja aku tahu, tapi bukankah ada kau hyung? Kau pasti akan mampu menenangkannya. ”
” Bagaimana kau bisa setenang ini? Bagaimana jika aku memilih berlari mengejar Jessica dan meninggalkan Yoona? ”
” Itu tidak akan terjadi, aku tahu itu. Dan jika itu terjadi, aku yang akan ada di sampingnya. ” Kibum tersenyum lebar.
” Ya Kim Kibum, apa kau memberikanku sebuah kesempatan? Apa kau menyerah? ”
Kibum tertawa kecil lalu menyentuh pundak Heechul.
β€œ Berhenti bertahan pada sesuatu yang sebaiknya kamu lepaskan, melepaskan dia yang kamu cinta tak berarti kamu menyerah, karena itu hanya berarti kamu menyadari bahwa ada
beberapa hal dalam hidup ini yang tak bisa dipaksakan. ” Kibum mengeluarkan killer smile lalu memeluk hyung-nya sejenak.
” Aku pergi dulu hyung. ” Pamit Kibum.
” Ya apa maksudnya itu tadi? Apa dia menyerah? ”

Langkah Jessica terhenti saat ia melihat Heechul berdiri di depan pintu pagar rumahnya.
” Kenapa kau pulang lama sekali nyonya Jung? ” Dengan tangan yang di masukkan ke kantung celana Heechul mendekati Jessica memandangnya dingin.
” Apa yang kau lakukan di sini? ”
” Ayo kita masuk terlebih dahulu, oppa sudah menunggumu berjam-jam tadi. ” Heechul langsung merangkul pundak Jessica begitu saja. Menggeret Jessica masuk ke rumahnya.
” Ah akhirnya. ” Begitu masuk ke dalam rumah Jessica, Heechul langsung melemparkan dirinya ke atas sofa.
” Apa yang sebenarnya kau inginkan oppa? ” Kata Jessica ketus.
” Aigoo putri kita ini sangatlah dingin. Ayo duduk mari kita bicara. ” Tangan Heechul menepuk-nepuk sisa sofa yang tersisa, di tempat ia berbaring.
” Shiro, bicaralah. ”
” Ayolah Sic. ” Jessica membuang nafasnya kasar dan berjalan ke tempat Heechul dengan malas.
Begitu Jessica duduk di hadapannya tangan Heechul langsung menyentuh pipi Jessica.
” Aigoo lihat apa yang terjadi, kau terlalu banyak marah Sica-ya lihat wajahmu jadi memiliki banyak kerutan. ” Kata Heechul sambil mengamati wajah Jessica.
” Oppa. ” Rajuk Jessica.
” Arraso-arraso. ” Heechul melepaskan tangannya dari pipi Jessica.
” Ada apa denganmu? Apa yang menganggumu akhir-akhir ini? ” Tanya Heechul pelan dan santai.
Jessica terdiam lalu kemudian dia mulai mengerucutkan bibirnya.
” Aku tidak suka. ”
” Tidak suka apa hmm? ” Tanya Heechul penuh pengertian.
” Fakta bahwa kau menyukai Yoona. Aku tidak suka. ” Jawab Jessica.
Heechul terkikih mendengar jawaban Jessica.
” Bagaimana kau bisa tahu? Oppa bahkan belum memberitahumu, kau menstalk diriku ya? ” Jessica memukul pelan tubuh Heechul yang tengah berbaring.
” Aww ” Pekik Heechul.
” Memangnya aku bodoh? Sudah berapa lama kita saling mengenal satu sama lain? Bahkan dengan sati lirikan saja aku sudah tahu oppa. ” Heechul mengacak-acak rambut Jessica.
” Uri Princess Sic memang yang terbaik. ”
” Aa oppa. ”
” Kenapa kau marah akan hal itu? Wae kau cemburu? Kau mulai menyukaiku? ” Dengan percaya dirinya Heechul bertanya yang langsung mendapatkan pandangan apa-kau-serius?
” Bukan seperti itu aku tidak mau kau terluka oppa, dia bahkan tidak tahu siapa orang yang ia sukai ”
” Aku takkan pernah terluka, bukankah hanya dirimu yang mampu melukaiku? Lagipula jika nanti aku terluka kau akan tetap di sampingku dan merawat lukaku kan? ”
” Memangnya aku suster ” Gumam Jessica.
” Aku tidak tahu kenapa, awalnya aku hanya peduli padanya karena kupikir ia kesakitan, lalu peduli itu berubah menjadi kasih sayang. Pelan tapi pasti aku ingin menyembuhkan lukanya, membuatnya tersenyum kembali. Lalu semua itu berubah menjadi cinta. Aku tak suka melihatnya bersama Donghae atau Kibum, aku tak suka. Tanpa kusadari perasaan yang kusembunyikan malah keluar begitu saja. Dan sekarang malah memperkeruh keadaan. Tapi aku akan memperbaikinya karena aku tahu aku mampu. Dan untuk mencintainya, aku merasa bersalah karena berpura-pura untuk tidak menyukainya padahal menyukai seseorang itu bukanlah sebuah kejahatan ia kan? ” Jessica tersenyum bangga mendengar perkataan serius oppanya.
Ia tahu oppanya serius kali ini.
——————————–
Hai… Lama ya nunggunya??
Gimana part ini?
Untuk part ini aku lebih ke arah para cowok karena isi hati mereka jarang terekspos.
Gimana? Udah ada yg bisa nebak endingnya??
Seperti biasa kritik dan saran aku terima dengan lapang dada.
Keep reading and RCL yaw πŸ˜‰

Iklan

37 thoughts on “Love Is Complicated Part 12

  1. yoonhae shipper (rhiana)

    apa ending ny haesica n yoonhee??
    adduuuhh jgn dong thoorr!!
    rsa ny hti que sakit klo yoona ending ny bkan sma donghae,yaa meskipun ini berlebuhan tp ya itu prsaan que thoor!!
    aq hrap ending yoonhae!!

  2. Riska

    Hai thor, lama banget nunggu part ini..

    Endingnya yah?? eumm, bingung thor, makin complicated sihhh 😦
    berharap endingnya yoonbum ama haesica sihh..

    tapi, kalau dilihat dari part ini, kok malah yoona ama heechul??
    terserahlah thor, udah pusing ini πŸ˜€

    next part ditunggu, dannnnnnn jgn lama-lama!! πŸ™‚

  3. Jungjessi

    Kok aq kepikiran endingnya yoona ama heechul , sica ama kibum iia . Dan donghae gak dapet siapa-siapa .. Soalnya dia maruk sih mau dua-duanya ..

  4. san

    Thor endingnya yoonbum jalah. Dah lama gak lihat ff dgn couple ni. Kangen jadi nya -_-. Thor q harap ending na yoonbum n haesica ja ya. ( Hiks hiks~ nampak? Kali ngarap nya ya?>_<# plak # abai kan)

  5. asifa fahaesicachu

    hadehh..lamaya nungguin ff nih tp seneng bgt akhirya udh di post^^
    ff ini bner2 nguras prasaan skaligus pkiran,,interesting banget jlan critaya gak bisa saya tebak~complicated like judul ffya
    maaf baru bisa comment di part12 ini,sbnerya aku slalu ngkutin ff ini dari awal,,
    jujur aja saya itu haesica fans alias icefishies so i hope endingya donghae sama jessica,,
    karena di ff nih saya ngerasa haesica masih pnya ksempatan buat balikan..hhehe
    buat authorya,hwaitingg!!smoga bsa trus nulis crita hebat kaya gini..
    dan stu lagi part 13ya klo bsa scpatya iaa…

  6. LoveSica

    Lama banget ini thor, tpi alhmdlilh akhrnya di post juga.. Endingnya? au deh masih burem thor -_- tapi kok kek nya yoona sma heechul ya :3 jadi agak sebel deh sama si donghe, dia maruk bnget –” kan kasian jessica nya. yoona juga knpa kek gitu kasian kibum nya. trusss si heechul jga memprkeruh keadaan aja -_- argghhttttttt!!!! frustasi gue thor baca ff ini -____- tapinya suka^^ keren! yaudahlah endingnya jonghyun sama jessica aja yak πŸ˜€ #wkwk apa ini? #keluar jalur -____- endingnya serah athor aja deh πŸ˜€

  7. aduhhhh min,, ini kenapa jadi rumit begini min :p
    ngebacanya bikin aku gregetan, apalagi sama si heechul, plinplan banget. aku ga daper feel kalo bayangin heechul suka sama yoona min, karena heesica itu sweet banget aslinya min, jadi jangan yoonhee dong min,hehehe. mending haesica sama yoonbum aja endingnya. Si heechul ngejar2 jessica aja min, tapi tetep endingnya haesica gitu min,hehehe

  8. walaupun sukanya haesica, tapi baca moment heesica disini jadi ngobatin krinduan sama real moment heesica. kkk~
    padahal ngarepnya waktu heechul keluar militer tu moment kakak-adiknya heesica -maap curhat-

    eh, ini udah sampe part terakhir ya thor? yee…. akhirnya setelah nunggu sekian lama.
    kalau gitu baca part selanjutnya dulu ya thor.
    satu pesan, cerita ini daebak! karena judul sama jalan ceritanya klop banget..
    -COMPLICATED!!!!-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s