Love Is Complicated Part 13 ( END )

Standar

wpid-293792_228272857294373_1242256443_n.jpg

Love Is Complicated Part 13
Main Cast:
Im Yoon Ah
Jessica Jung
Lee Donghae
Kim Kibum
Kim Heechul

Poster : @FaradindaR

WARNING: TOLONG BACA SETIAP KALIMAT DENGAN BAIK AGAR TIDAK TERJADI SALAH PENGERTIAN, KETIDAK MENGERTIAN DAN LAIN-LAIN
——————————-

Kedua wanita dengan kecantikan yang berbeda duduk berhadapan di sebuah kafe.
Aura yang kuat dan mencengkram tersebar di sekeliling mereka.
Mereka hanya terduduk, memandang satu sama lain tanpa berbicara.
Satu dari dua gadis itu, yang berambut cokelat keemasan meneguk minumannya dengan elegan.
” Jadi apa yang ingin kita bicarakan? ” Gadis itu – Jessica memulai perbincangan mereka.
Mengganti kata Kau menjadi Kita karena dia tahu, bukan hanya gadis di hadapannya saja yang ingin bicara, namun dirinya juga.
Yoona, gadis yang satunya lagi juga ikut meminum minumannya.
” Aku akan berbicara terlebih dahulu. ” Ucap Yoona dengan tegas. Jessica hanya mengangguk kecil.
” Apa kau menyukainya? Heechul oppa? Apakah kau menyukainya onnie? ”
” Apa yang akan kau lakukan jika aku menyukainya? ” Jessica bertanya balik.
” Jangan membuat ini menjadi pembicaraan yang panjang, kau hanya perlu menjawab ya atau tidak onnie. ” Jessica menyunggingkan senyumnya saat mendengar betapa tegasnya Yoona.
” Ya, aku menyukainya. Sebagai seorang kakak, begitu juga dengan Heechul oppa. ” Jawaban dari Jessica membuat raut wajah Yoona yang terlihat tegang sebelumnya menjadi lebih santai saat ini.
” Giliranku. ” Kata Jessica.
” Donghae kau menyukainya? ”
” Ya, tentu saja. ”
” Sebagai? ” Yoona mengernyitkan alisnya, tak mengerti dengan maksud pertanyaan Jessica.
” Kau menyukai Donghae sebagai apa? Sebagai kekasih? Sebagai teman? Atau hanya sekedar menyukainya saja? ”
Yoona terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa. Karena memang dia  tidak tahu ia menyukai Donghae sebagai apa. Sebagai kekasihkah? Sebagai Temankah? Atau hanya perasaan suka belaka? Entahlah.
” Well, nampaknya kau tidak tahu. Mari berpindah ke pertanyaan lain. Kau bisa menjawab itu nanti. ”
” Kibum, apa kau masih mencintainya? ” Tanya Jessica lagi.
Yoona menghela nafasnya berat.
” Entahlah jujur aku tak tahu onnie, tentang perasaanku, tentang siapa yang aku cintai, aku jujur tidak tahu. Bersama Kim Kibum, aku belajar bahwa laki-laki dan perempuan tidak akan pernah bisa hanya menjadi teman, aku belajar tentang bagaimana menunggu, aku belajar banyak hal darinya, termasuk untuk melepaskan cinta pertamamu. Aku rasa ini sudah saatnya onnie, tali yang menghubungkanku dengan Kibum oppa, hanya sampai di sini batasnya. Kami sudah berbicara banyak hal kemarin. Dia memutuskan untuk melepaskanku, untuk membiarkanku pergi mencari cintaku sendiri tanpa dirinya. Jadi, aku juga harus melepaskannya. Aku dan Kibum oppa, kami harus bisa menerima fakta bahwa kami memang tidak di takdirkan bersama. Jadi jika kau bertanya padaku apakah aku masih mencintainya atau tidak, aku tidak tahu. Mungkin aku masih menyimpan sedikit perasaan cinta itu untuk dirinya, tetapi seperti yang kubilang tadi, aku dan Kibum oppa, kami tidak akan kembali bersama. Walaupun kami masih saling mencintai. ” Sebuah senyuman pilu terpampang di bibir Yoona saat ia bercerita panjang lebar tentang ia dan Kibum.
” Dan Donghae oppa, aku bersyukur atas dirinya. Karena bersamanya aku menemukan sebuah cinta baru di balik kesedihan. Bahwa di dunia ini, ada banyak orang yang mencintaimu yang tak pernah kau tahu. Ia memberikan semuanya yang kuinginkan dari Kibum oppa. Dia orang yang baik, tapi aku tidak tahu aku menyukainya sebagai apa. Jika kau bertanya padaku apakah aku akan memilihnya atau tidak, jawabanku adalah tidak. Aku tidak akan memilih Donghae oppa. Setelah kita selesai bicara hari ini, aku akan memutuskannya.
Aku tahu berat bagi Donghae oppa untuk melepaskanku, untuk putus dariku. Tapi kita tidak mungkin untuk menjalani hubungan ini lagi. Kenapa? Karena kami berdua hanyalah akan menyakiti satu sama lain serta orang lain jika kami terus bersama. Cinta yang menjadi dasar dalam suatu hubungan. Namun cinta kami terhadap satu sama lain tidak terlalu kuat. Gampang tergoyahkan. Buktinya? Aku menjadi bimbang saat Kibum oppa datang, aku juga menjadi bimbang saat Heechul oppa mendekatiku. Itu karena cintaku pada Donghae oppa dari awal tidak terlalu kuat onnie. Begitu juga dengan Donghae oppa. Jadi kami, tidak akan berpacaran lebih lama lagi. Sudah cukup aku dan Donghae oppa menyakiti banyak orang. Menyakitimu onnie, Kibum oppa dan Heechul oppa. ” Jawaban panjang dari Yoona berhasil membuat Jessica tercengang.
Ia tak menyangka bahwa dongsaengnya ini bisa memiliki pemikiran dewasa dan tidak egois seperti ini.
Ia pikir Yoona akan tetap bersikeras hingga akhir.
” Apa yang membuatmu berubah begitu banyak Im Yoon Ah? Kupikir kau hanya gadis kecil yang hanya tahu bagaimana caranya menaklukan pria. ” Kata Jessica, semacam sindirian.
” Masalah membuatmu dewasa, bukankah begitu onnie? ” Yoona tersenyum bangga. Membuat keduanya tertawa.
” Jawabanmu sudah menjawab semuanya, jadi jika tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan aku akan pergi. Ada pemotretan yang menungguku. ” Ujar Jessica sambil melirik ke arah jam tangannya.
” Sebenarnya ada satu lagi, ” Kata Yoona sedikit ragu-ragu akan bertanya atau tidak.
” Apa itu? ”
” Jika Donghae oppa serius untuk memintamu kembali padanya, akankah kau kembali bersama Donghae oppa? ” Yoona bertanya pelan-pelan. Ini adalah pertanyaan sensitif. Ia tidak mau merusak mood mereka yang sudah membaik menjadi hancur lagi.
” Kau tahu, terkadang cinta tak harus bersama bukan? ” Yoona terdiam setelah mendengar jawaban Jessica. Yoona bahkan tak bergerak sedikitpun padahal Jessica sudah pergi meninggalkannya.
Ia tidak mengerti, maksud perkataan Jessica.
Apakah itu artinya Jessica takkan kembali bersama Donghae? Kenapa?
——————————–
-Flashback-

Dua anak manusia keturunan Adam dan Hawa ini tengah duduk di sebuah ayunan, masing-masing menduduki satu.
Mereka mengayunkan ayunan mereka dengan pelan. Bahkan sang pria sama sekali tidak mengayunkan ayunannya, hanya mendudukinya.
” Kurasa kita tidak perlu basa-basi lagi kan? ” Ujar Kibum. Yoona mengangguk, mengiyakan pernyataan Kibum.
” Aku akan melepaskanmu. ” Yoona menghadap ke arah Kibum. Cukup kaget dengan apa yang Yoona dengar. Melepaskan?
” Aku akan menyerah tentangmu. Tentang kesempatan kedua yang kuminta, aku menariknya kembali. ” Kibum menghadapkan wajahnya ke wajah Yoona, ia tersenyum. Seperti biasanya.
” O-oppa. ” Kata Yoona terbata. Ia masih tak percaya akan perkataan Kibum barusan.
” Kemarin aku melihatmu dengan Heechul hyung ”
” Oppa tentang itu aku bisa jelaskan. ” Kata Yoona memotong pembicaraan Kibum.
” Dengarkan saja dulu Yoong. ”
” Aku melihatmu dengan Heechul hyung kemarin. Kalian berbincang, salah satunya kalian perbincangkan adalah tentang Heechul hyung, yang menyukaimu. ”
” Oppa ” Yoona memotong lagi.
” Yoong. ” Kibum kembali mengingatkan Yoona untuk tidak memotong pembicaraanya.
” Aku mengenal kalian berdua dengan sangat baik. Heechul hyung, dia tulus menyukaimu Yoong. Aku yakin itu. Jadi kau tidak perlu ragu akan ketulusannya. Karena oppa bisa menjaminnya. Kau percaya pada oppa kan? ” Kibum kembali tersenyum, seolah-olah ia tidak apa-apa setelah mengatakan itu semua.
” Aku akan tidak, aku memang mempercayakanmu dengan Heechul hyung. Karena aku mengenal dia dengan sangat baik. Walaupun ia terlihat tidak serius dan cuek. Tetapi, jika itu datang pada orang yang dia cintai, ia akan menjadi mahluk di bumi ini yang paling perduli. Dan kenapa aku mempercayakanmu padanya. Karena aku melihatnya juga kemarin Yoong. Bahwa kau juga mencintainya. ”
Yoona terdiam sejenak.
” Oppa kenapa kau seperti ini? Kenapa kau lakukan ini kepadaku? Dulu kau bilang kepadaku kau akan melepaskanku, lalu kemudian kau meminta kesempatan kedua padaku. Sekarang kau melepaskanku lagi. Wae? ” Yoona meninggikan nada suaranya. Mengeluarkan semua emosinya yang ia pendam terhadapa Kibum.
” Aku memang ingin melepaskanmu dari awal Yoong. Tapi ketika aku melihatmu terus terluka bersama Donghae hyung, aku tahu aku tidak bisa hanya berdiam diri saja Yoona-ya. Karena aku harus memastikan bahwa kau bahagia baru aku bisa merelakanmu, melepaskanmu. ” Suara Kibum melemah. Ia mencoba untuk menahan dirinya sendiri agar tidak menangis di depan Yoona.
” Aku mencintaimu Yoong, kau tahu itu. Tapi aku sadar bahwa kita tidak akan pernah bisa bersama lagi di masa depan. ”
” Wae? Kenapa kita tidak bisa? ” Suara Yoona bergetar. Ia sepertinya akan menangis.
” Karena aku akan pergi lagi. Aku akan jarang berada di korea. ” Ia berjongkok di hadapan Yoona. Kibum mengambil nafas sejenak sebelum ia melanjutkan perkataanya.
” Jika kita bersama, bukan tidak mungkin bahwa kejadian seperti ini akan terulang lagi. Jika kau bersamaku, kau hanya akan berada di dalam lubang yang bernama kesepian. Aku tidak mau membiarkan gadis yang aku cintai sepenuh hatiku terluka karena diriku. Jadi kita tidak bisa bersama Yoona-ya. ” Jemari Kibum menyeka setiap airmata Yoona yang mulai keluar setetes demi setetes.

” Mungkin jika kita bersama kita hanya akan berakhir dengan pertengkaran hebat nantinya. Dan aku tidak mau. Aku tidak mau jika suatu hari nanti aku hanya akan menjadi orang asing untukmu. Aku tidak mau menjadi kebencianmu. Aku tidak mau menjadi airmatamu. Aku tidak mau menjadi kesedihanmu. Aku tidak mau menjadi mimpi burukmu. Lebih baik aku menjadi kenanganmu. Walaupun sedikit terlupakan, walaupun hanya menjadi sebuah masa lalu. Tapi aku tetap menjadi kebahagiaanmu. Tetap menjadi yang terindah untukmu. Walau aku hanya akan menjadi kenangan untukmu. ” Baik Yoona maupun Kibum, keduanya sudah menangis. Bahkan Yoona sudah menangis hebat.
” Maafkan aku dan terimakasih Yoona. ” Kibum berusaha untuk tersenyum manis di tengah airmatanya yang tengah mengalir.
” Aku mencintaimu oppa. ” Ucap Yoona terisak. Ia jatuh ke dalam pelukan hangat Kibum.
” Aku juga. Tapi kau tahu kan bahwa terkadang cinta itu tak harus bersama. ”
” Lalu bagaimana denganmu oppa? Aku mungkin akan bersama orang lain di sini, lalu kau? Bagaimana denganmu oppa? ”
” Aku akan baik-baik saja. Bahkan jika aku terluka nantinya, itu adalah harga yang harus kubayar. Karena telah menyia-nyiakan semua kesempatan kedua yang kau berikan padaku jauh sebelum kau bersama Donghae hyung. ” Yoona semakin memperat pelukannya pada Kibum. Menangis dalam pelukan Kim Kibum.
Kibum sedikit merenggangkan jarak di antara Yoona dan dirinya.
Membuat mereka berhadapan satu sama lain. Dengan airmata yang sudah membasuhi wajah masing-masing.
” Kau harus bahagia Yoong. Karena kebahagiaanmu, kebahagiaanku juga. ”
” Itu akan sulit. Karena di dalam kebahagiaanku terdapat dirimu. Jadi, bagaimana aku bisa bahagia tanpa dirimu ikut serta di dalamnya? ”
Saat itulah bibir Kibum bertaut dengan bibir Yoona.
Saling menghisap bibir satu sama lain.
Berbagi ciuman untuk yang terakhir kalinya.
” Aku tidak akan menghilang seperti waktu itu, aku akan menghubungimu jadi kau tak perlu khawatir Yoong. Aku akan selalu ada untukmu.”
” Oh satu lagi, tidak apa jika kau menyukai Heechul hyung. Kuharap kau bahagia bersamanya. ”
-Flashback End-
——————————–

” Sebenarnya aku tidak ingin kita berkumpul dalam keadaan seperti ini. Aku ingin kita berkumpul seperti dahulu, tanpa beban. ” Ucap Kibum miris melihat dirinya, Donghae dan Heechul yang tengah terduduk di ruang santai Super Junior dengan keadaan yang tidak sebahagia dulu. Dulu mereka selalu duduk di sini, bercanda tawa bersama. Selalu saja ada hal kecil yang mereka ributkan.
Namun keadaan berubah dengan cepat dalam beberapa tahun ini.
Kini canda tawa yang harusnya ada di sana tergantikan oleh kesunyian yang penuh kecanggungan.
” Miris bukan? Persahabatan yang kita jalani, mungkin hampir rusak akibat wanita. ” Perkataan dari Heechul membuat ketiganya tersenyum miris.
Ya sungguh ironi, bagaimana tali persahabtan di antara mereka hampir putus akibat wanita.
” Lalu apa yang ingin kau katakan Kibum-ah? Sebaiknya penting karena aku masih harus bermain game. ” Kata Heechul.
” Aku akan pergi hyung, lagi. ” Seketika hawa yang sudah sunyi semakin sunyi saat Kibum mengatakan ia ingin pergi.
Baik Heechul dan Donghae, keduanya terdiam dalam kesunyian masing-masing.
” Aku ingin menyelesaikannya, semua permasalahan rumit kita sebelum aku pergi. ”
” Hyung, kita masih bisa seperti dulu lagi kan? ” Tanya Kibum yang tidak di jawab oleh kedua hyungnya itu.
” Heechul hyung, aku tahu kau tulus mencintai Yoona, dan aku tahu aku bisa mempercayakan Yoona untukmu. Jadi kumohon jagalah dia dengan baik. Berikanlah dia cinta yang semestinya memang harus ia dapatkan. Aku mempercayaimu. ” Tangan Kibum menepuk pelan pundak Heechul.
” Bukannya aku tidak mempercayaimu hyung. ” Kini Kibum beralih Donghae.
” Hanya saja aku tahu hyung, di hatimu masih ada banyak tempat untuk Jessica kan? ” Donghae tak berani untuk membalas tatapan mata Kibum.
” Hyung berhentilah menyakiti Jessica dan dirimu sendiri. Jika kau masih sangat mencintainya kenapa kau harus terus menyakitinya hyung? Jessica gadis yang baik cepat atau lambat akan ada banyak pria yang mengantri untuknya. Jadi, bersikaplah layaknya pria hyung. ” Kibum tersenyum, tersenyum tulus untuk hyungnya. Membuat Donghae mau tak mau jadi memeluk dongsaeng kesayangannya.
” Aku menyanyangimu Kibum-ah. ”
” Ya! Kenapa kau mendengarkan dongsaengmu dengan samgat baik sedangkan kau mengacuhkan perkataan dari hyungmu sendiri. ” Protes Heechul yang melihat Donghae sangat menuruti perkataan Kibum.
Tak berapa lama kemudian,  ketiga pria itu tertawa. Sepertinya hubungan mereka sudah sedikit lebih baik sekarang.
——————————–

Donghae dan Yoona duduk berhadapan satu sama lain. Keduanya tidak memandang satu sama lain, melainkan melihat ke arah objek lain. Kemana saja asal bukan ke arah orang yang akan menjadi lawan bicara mereka nanti.
Namun mereka menyadari berdiam diri hanya akan membuang waktu. Cepat atau lambat mereka harus mengatakan kata yang memang harus mereka katakan.
” Oppa ” ” Yoong ” Keduanya berbicara di saat yang bersamaan. Klasik.
” Kau duluan ” Lagi.
Mereka tertawa garing, sekedar penyegar suasana agar tidak terlalu menjadi tegang.
” Ladies first. ” Donghae mempersilahkan Yoona untuk berbicara terlebih dahulu.
Yoona mengangguk mengerti.
Yoona menghela nafasnya panjang, mempersiapkan dirinya sebelum ia meminta untuk mengakhiri hubungan kepada Lee Donghae.
Rupanya meminta putus tidak segampang yang di pikirkan Yoona. Butuh persiapan yang lebih banyak untuk menyiapkan ini semua.
” Oppa aku ingin berpisah darimu. Kurasa hubungan kita cukup sampai disini. ” Yoona buru-buru menggigit bibirnya. Menunggu reaksi Donghae atas permintaanya.
Namun bukan ekspresi sedih atau kekecewaan melainkan sebuah senyuman yamg tampak dari wajah Lee Donghae.
Donghae mengangkat wajahnya santai dan tersenyum.
Seakan ia tidak masalah dengan kata putus dari Yoona.
” Aku tahu. ” Kata Donghae seakan menjawab pertanyaan yang berkecamuk di pikiran Yoona.
” Oppa bagaimana kau- ”
” Karena itu juga adalah hal yang ingin kukatakan denganmu. ” Donghae menjelaskan tentang bagaimana ia bisa mengetahui dan bersikap santai.
” Ah. ” Yoona bergumam kecil.
Hening. Keduanya terhanyut dalam keheningan sejenak. Terlarut dalam pikiran masing-masing tentang apa yang harus mereka katakan selanjutnya.
” Ini pesanan anda. ” Pesanan keduanya yang baru saja datang berhasil memecahkan kesunyian yang terjadi cukup lama di antara mereka berdua.
Donghae dan Yoona tersenyum canggung satu sama lain.
Donghae berfikir. Haruskah ia yang membuka pembicaraan ini lebih dulu? Sebagai lelaki?
Seraya menyeruput secangkir kopinya Donghae menimbang-nimbang. Haruskah ia yang memulai duluan?
Tentu saja! Dia laki-laki.
” Jadi apakah kita berpisah sekarang? ” Tanya Donghae yang di jawab oleh anggukan kepala yang canggung oleh Yoona.
Lalu tanpa ada apa-apa keduanya tertawa. Menertawakan sikap mereka yang begitu canggung.
” Kenapa kita jadi seperti ini? Ini bukanlah kita yang biasanya. ” Donghae mencoba untuk memulai pembicaraan.
” Ya ini sangatlah aneh. ” Lalu keduanya kembali terdiam.
” Kenapa? ” Donghae nampaknya masih ingin mencoba untuk mencairkan suasana.
” Apanya? ”
” Kau memutuskanku, kenapa? ”
” Ini tidak berjalan dengan baik, hubungan kita. Kita hanya akan menipu diri kita sendiri semakin dalam. ” Donghae mengangguk kecil mendengar jawaban Yoona.
” Kau sendiri oppa? ” Yoona balik bertanya.
” Kau pantas mendapatkan yang lebih baik dariku Yoong. ”
” Seakan kau adalah yang terburuk oppa. ” Gumam Yoona.
Drrt. Handphone Yoona bergetar sebuah pesan telah masuk ke telepon genggam Yoona.
Dari Kim Heechul.
Yoona membuang nafasnya berat saat mengetahui Heechul-lah yang mengirim pesan kepada dirinya.
” Dari siapa? ” Tanya Donghae.
” Bukan siapa-siapa. ”
” Apakah itu Heechul hyung? ” Tebak Donghae yang memang benar. Yoona hanya mengangguk pelan.
” Pergilah, kau punya banyak yang harus di bicarakan dengannya. ”
Yoona menggeleng pelan.
” Tidak, aku sedang bicara denganmu oppa. ” Yoona menolak usul Donghae untuk bertemu dengan Heechul. Hanya saja, Yoona sedang tidak ingin bertemu dengan Heechul.
” Kurasa tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Lagipula nampaknya hari ini aku harus bertemu dengan seseorang. ” Donghae tersenyum simpul sambil melirik ke arah handphonenya.
” Oppa. ” Donghae berdiri dari tempat duduknya. Tangannya terjulur untuk memberikan salam perpisahan.
Tangan Yoona menyambut uluran tangan Donghae.
Donghae menarik Yoona ke dalam pelukannya.
” Semua yang dulu kulakukan padamu adalah hal nyata Yoona-ya. Aku benar-benar mencintaimu. ” Bisik Donghae lembut.
” Aku tahu, karena aku juga dulu tulus padamu oppa. Semua yang kulakukan padamu itu nyata. ”
Donghae sedikit melepas pelukannya. Membuat mereka bertatapan satu sama lain.
” Aku berharap kau akan jauh lebih bahagia di bandingkan saat kau bersamaku Yoong, aku minta maaf jika aku tidak cukup membahagiakanmu. ” Yoona tertawa kecil.

” Kenapa semua kata yang ingin kukatakan sudah kau katakan terlebih dahulu oppa? ”
” Baiklah, aku juga berharap kau akan bertemu dengan wanita yang mampu membahagiakanmu dan mencintaimu lebih dari yang aku lakukan. ” Yoona memeluk erat Donghae terakhir kalinya.
” Jaga dirimu Yoong. ” Donghae mengecup singkat kening Yoona.
” Kau juga oppa, sampai jumpa. ” Gantian Yoona yang mencium kilat pipi Donghae.
Ciuman perpisahan Donghae dan Yoona.
Dan dengan itu mereka berpisah. Memutuskan untuk mengejar kebahagiaan ( cinta ) yang lain.
Baik Donghae maupun Yoona, keduanya tidak pernah menyesali tahun-tahun yang telah mereka jalani bersama.
Bagi mereka itu adalah sebuah kisah yang patut untuk di kenang dalam hidup mereka.
Meskipun cinta mereka tak sekuat dan seindah Romeo dan Julliete. Tetapi mereka mencintai dengan cara mereka sendiri.
Dan karena mereka bersama itulah mereka jadi mengetahui siapa yang mencintai mereka dan siapa yang mereka cintai.
Walaupun dengan jalan yang rumit dan harus menyakitkan hati banyak orang.
Jika mereka bisa menuliskan perpisahan ini dengan kata-kata mereka akan mengatakan.
This is A ‘Good’Bye
——————————–
” Oppa mengapa kau membawa koper? ” Itulah kalimat pertama yang di lontarkan Jessica begitu ia melihat Kibum berdiri dengan setelan jas biru dan bawahan warna putihnya.
Kibum hanya mengeluarkan killer-smilenya. Sama sekali tidak menjawab pertanyaan Jessica.
” Kau ingin ke pergi? Kemana? ” Tanya Jessica lagi. Ia masih penasaran.
” Ke suatu tempat. ” Jawab Kibum singkat. Ia sepertinya tidak mau terlalu membahas soal kepergiannya.
Tangan Kibum terbentang, mengisyaratkan Jessica untuk datang ke pelukannya.
Jessica hanya menurut dan memeluk erat pria di hadapannya.
” Terimakasih Jess karena sudah mau menjadi temanku. ” Ucap Kibum.
” No problem. It’s a honor to be your friend. ” Kibum tersenyum mendengar jawaban Jessica.
Jessica melepaskan dirinya dari pelukan Kibum. Menatapnya dengan tatapan iba.
” Aku sudah tahu tentangmu dan Yoona. Apakah kau sungguh-sungguh? ”
Kibum memasukkan tangannya kedalam kantong celananya. Lalu Kbum tersenyum ( lagi ) dan mengangguk.
” Iya. ” Jawabnya mantap.
” Waeyo? ” Jessica bertanya alasan mengapa Kibum harus melepaskan Yoona.
Kibum tertawa kecil. Menampilkan deretan gigi putihnya.
” Seseorang harus mengalah Jess. ” Jessica tercengang mendengar jawaban Kibum.
” Seriously? Why it must be you? ” Tentu saja Jessica takkan percaya. Mengapa dari mereka harus Kibum yang memilih untuk mundur dan mengakhiri permainan.
” Tidak apa-apa. Aku hanya menyadari sesuatu. ”
” Apa? Apa yang kau sadari? ”
” Haruskah kau ingin tahu sebanyak itu? ” Kibum meledek Jessica yang sedari tadi sangat penasaran tentang alasan mengapa ia memutuskan untuk mengalah.
” Tentu saja! Karena ini tidak masuk akal oppa. Kau sudah berkorban banyak. Kenapa kau harus berkorban lagi? Kau terlalu baik oppa. ” Jessica sedikit meninggikan nada suaranya, membuat Kibum tertawa melihat betapa emosinya Jessica.
” Aku hanya belajar bahwa melepaskan orang yang kau cintai juga cinta. Jadi aku memutuskan untuk melepaskan Yoona. ” Jawaban dari Kibum membuat Jessica sedikit mendesis.
” Hul, kau orang yang sangat baik oppa. ” Kibum tak bisa tidak tersenyum mendengar Jessica menyebut dirinya orang yang baik beberapa kali.
” Kau sendiri bagaimana Jess? ” Kibum bertanya balik kepada Jessica membuat raut wajah Jessica menjadi sedikit lebih muram.
” Entahlah. Mungkin aku akan sama seperti dirimu. ” Alis Kibum mengernyit. Tak mengerti dengan maksud Jessica.
” Barusan Yoona bertanya padaku apa yang akan aku lakukan jika Donghae memintaku kembali padanya. Lalu saat itu aku berpikir ‘ Ah  aku terlalu lelah dengan semua ini. Tidak bisakah aku hanya pergi dan melupakan ini semua? ‘ Jadi kurasa aku hanya akan berjalan pergi. Aku sudah cukup banyak membuang waktuku hanya untuk Lee Donghae. ” Jessica menjawab panjang lebar.
Meskipun Jessica tidak mengatakannya demgan gamblang tetapi Kibum tahu, sangat tahu tentang apa yang di rasakan Jessica.
Ini bukan tentang perkara mereka masih cinta atau tidak.
Ini adalah tentang kejenuhan hati.
Suatu hari kau akan merasakannya, titik jenuh.
Dimana kau merasa jenuh dan benar-benar ingin melangkah pergi, meninggalkan orang yang kau cintai. Karena hatimu benar-benar merasa lelah.
Dan Jessica maupun Kibum sampai pada titik itu.
Titik dimana hati mereka merasa lelah dengan semua ini.
Bukan berarti cinta mereka untuk Yoona dam Donghae memudar hanya saja, ini melelahkan.
Untuk terus mencintai mereka memerlukan banyak tenaga. Padahal hanya mencintai.
Semua rasa sakit dan airmata yang mereka dapatkan sudah cukup untuk menjadi alasan mereka untuk mengakhiri ini semua.
Toh cinta tidak hanya berhenti di mereka kan?
Bahkan walaupun sulit dan sakit untuk melepaskan cinta mereka, tetapi setidaknya itu lebih baik dibanding mereka harus tetap mencintai.
Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi jika mereka memutuskan untuk terus mencintai.
Mungkin saja jika Jessica dan Donghae bersama atau Yoona dan Kibum bersama, jalan cinta mereka tak semulus yang di bayangkan.
Hidup ini bukanlah sebuah drama.
Dimana di drama setelah kau mengalami waktu yang sulit maka akan ada hari yang cerah yang menunggumu.
Tapi ini sebuah kenyataan, realita.
Jessica dan Kibum sadar bahwa mereka sudah mencintai orang itu begitu lama dengan rasa sakit yang cukup lama hingga mereka bahkan lupa bahwa dunia tidak hanya berputar disitu saja.
Siapa yang tahu jika di dunia ini sesungguhnya ada orang yang benar-benar tulus mencintai mereka di banding Yoona dan Donghae?
Bukan berarti Yoona dan Donghae tidak tulus hanya saja…
Rasanya akan hambar. Bahkan jika mereka bersama semua rasa manis cinta akan tertutupi oleh rasa pahit yang masih ada dan melekat.
Jadi mereka memutuskan untuk pergi. Bukan karena mereka takut atau kalah.
Tapi karena mereka lebih dewasa.
Lalu untuk apa semua waktu ini mereka habiskan untuk bertengkar memperebutkan satu sama lain? Bukankah itu hanya sia-sia?
Tidak. Bagi Jessica dan Kibum itu adalah proses pendewasaan diri.
Tentu saja agak sedikit miris jika kita menengok ke belakang lagi.
Untuk apa menyia-nyiakan waktumu jika pada akhirnya kau hanya akan menyerah?
Namanya juga hati. Hati ini memang melakukan apa saja semau mereka.
Terkadang keegoisan datang. Berkata bahwa mereka harus merebut apa yang sudah menjadi hak mereka.
Namun lambat laun hati akan merasa lelah dan jenuh.
Hingga bahkan Jessica dan Kibum sudah lama tidak merasakan apa itu yang di sebut jantung berdegup kencang.
Saat melihat Donghae dan Yoona pun hanya rasa sakit yang mengiris hati yang terasa.
Bahkan senyum mereka pun tak mampu menghapus rasa sakit yang sudah mengiris dalam.

Cinta tak harus memiliki adalah ungkapan yang tepat untuk mewakili keduanya.
Terdengar seperti alasan yang penuh kepalsuan.
Namun itulah kejujurannya.
Karena terkadang kau tak harus memiliki semua yang ada di dunia ini untuk menjadi bahagia.
Terkadang kau harus melepaskan satu hal yang berharga di dunia ini untuk menjadi bahagia.
Dan dalan kasus Jessica dan Kibum itu adalah Donghae dan Yoona.

” Jaga dirimu. Kuharap kau akan mampu melewati ini dan kau akan segera menemukan kebahagiaanmu. ” Adalah kata yang mereka ucapkan terhadap satu sama lain sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah.
” Nobody said it was easy. ” Jessica menggumamkan itu saat ia melihat display handphonenya. Tertera nama Donghae menelponnya.
Jessica menghela nafasnya sebelum ia memutuskan untuk mengangakat telepon dari Donghae.
——————————–

Langkah kaki Jessica terhenti saat ia melihat lelaki yang sedang bersandar di dindinh seraya memainkan handphonenya itu tak lain adalah Kim Heechul.
” Dalam perjalanan menemui Lee Donghae, nyonya Jung? ” Heechul bertanya. Tangannya terbuka lebar, mengisyaratkan Jessica untuk memberikannya sebuah pelukan.
Tanpa keraguan sedikitpun Jessica memeluk oppanya itu.
Heechul memeluk erat tubuh Jessica. Seolah menahannya untuk tidak pergi.
” Kau ingin pergi menemui Yoona? ” Tanya Jessica yang hanya di balas dengan gumaman oleh Heechul.
” Aku yakin aku mendengarnya dengan cukup jelas bahwa dia tidak menyukaimu oppa. ” Perkataan Jessica bukan sebuah sindiran lebih tepat di sebut sebagai pengingat. Mengingatkan Heechul bahwa Yoona pernah berkata tidak pada Heechul.
” Tapi dia tidak bilang bahwa dia tidak akan mencintaiku di masa depan kan? ” Kalimat penuh percaya diri Heechul membuat Jessica tertawa kecil.
Oppanya ini tidak pernah berubah, selalu penuh percaya diri.
” Memangnya kau yakin ia akan jatuh cinta padamu? ” Heechul melepaskan pelukannya. Lalu menatap mata Jessica dengan penuh keyakinan.
” Tidak ada yang bisa lepas dari pesonaku. ” Tawa Jessica lepas mendengar kalimat penuh percaya diri Kim Heechul.
Jessica bahkan sampai harus memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan serius Heechul.
Bukan hanya tak terbiasa dengan kalimat serius yang diucapkan Heechul, ekspresi wajah serius juga tak biasa bagi Jessica. Karena Heechul memang lebih banyak bercanda di banding serius. Itu yang membuat Jessica menangis akibat terlalu banyak tertawa.
” Ya wae? Kenapa kau tertawa? Sica-ya, berhenti tertawa! ” Heechul menginstruksi Jessica untuk berhenti tertawa membuat Jessica menenangkan dirinya sesaat sebelum ia bisa berhadapan dengan Heechul dengan benar.
” Ani, hanya saja itu lucu melihatmu berubah menjadi serius. ” Jessica menjelaskan alasan mengapa ia tertawa.
” Aku pernah serius sebelumnya, kau saja yang tidak menyadarinya. ” Wajah Jessica yang semula nampak bahagia kini berubah menjadi kaku saat Heechul kembali mengingatkannya pada saat Heechul benar-benar tulus menyukainya.
” Santai saja. ” Ujar Heechul sambil mengacak-acak rambut Jessica.
Seketika Jessica teringat perkataan Yoona bahwa tak ada yang murni di antara teman lawan jenis.
Jessica rasa itu benar.
Dari 11 tahun persahabatannya dengan Heechul. Ada tahun dimana Heechul menyatakan bahwa ia menyukai Jessica dan Heechul serius untuk itu.
Mungkin selama ini orang mengira ( begitu pula Heechul ) bahwa Jessica tidak pernah menyadari betapa seriusnya Heechul akan cintanya pada Jessica.
Bukan itu salah. Jessica menyadarinya, sangat menyadarinya. Lebih dari yang orang tahu.
Hanya saja Jessica memilih untuk bersikap acuh dan tak mau tahu.
Karena ia tak ingin menghancurkan ikatan di antara mereka yang biasa di sebut ‘ persahabatan. ‘
Sama seperti saat ini. Bisa saja Jessica memilih untuk menyukai Heechul sebagai jalan pintas atas semua permasalahan ini.
Namun bukan itu. Ada sesuatu yang lebih berharga.
Bahkan jika Jessica dan Heechul saling mencintai hingga sampai ke titik dimana Jessica dan Heechul tidak bisa hidup tanpa satu sama lain pun. Jessica tidak akan mau memacari Kim Heechul.
Bukan karena kepribadiannya yang cuek dan suka seenaknya. Tentu saja bukan.
Tetapi lebih pada sesuatu yang berharga yang mungkin akan rusak jika mereka lebih memilih bersama.
Sesuatu yang sudah di bangun selama kurang lebih 11 tahun. Sesuatu itu bernama persahabatan.

Karena mereka sudah bersahabat terlalu lama tentu itu akan menjadi awkward jika pada akhirnya mereka berpacaran. Bukankah begitu menurutmu?
Ada istilah mantan pacar namun tidak ada istilah mantan sahabatmu.
Karena sahabat adalah orang yang akan terus bersamamu suka dan duka hingga ke titik akhir.
Jessica sudah terlalu nyaman menyandang status sebagai sahabat sekaligus adik kecil Kim Heechul. Sampai-sampai ia tidak bisa membayangkan jika suatu hari statusnya berubah menjadi kekasih Kim Heechul.

Heechul kembali memeluk Jessica yang terdiam setelah ia membawa topik kisah lama mereka ke dalam percakapan mereka.
Sebenarnya Heechul sama sekali tidak bernaksud untuk membawa topik ini. Hanya saja Heechul ingin mengingatkan Jessica kembali bahwa ia dulu pernah serius.
Heechul bisa merasakan Jessica membenamkan kepalanya ke dalam dada Heechul.
” Aku dulu sangat menyukaimu Jess. Dulu aku berpikir itu adalah sebuah kesalahan untuk melepaskanmu demi Donghae yang bahkan tak tahu betapa berharganya dirimu. Tapi sekarang setelah kupikir ulang, itu adalah sebuah kelegaan. Fakta bahwa kita tidak bersama. Karena akhirnya aku menemukan hal yang jauh lebih penting di bandingkan cinta. Yaitu persahabatan kita Jess. Persahabatan yang sudah kita jalin selama belasan tahun ini sangatlah berharga. Dan tidak ada satupun di dunia ini yang mampu menggantikannya. Jadi aku bersyukur untuk itu. Karena mungkin saja itu akan menjadi canggung di antara kita jika kita berpacaran. Karena aku terlalu terbiasa untuk memlikimu sebagai adik kecilku. ”
” Walaupun aku terus menyukaimu, tapi aku sadar bahwa menjadi sahabat adalah harga mati untuk kita. ” Ucap Heechul pelan namun masih dapat Jessica dengar. Jessica mengeratkan pelukannya pada tubuh Heechul.
” Ah aku tidak bisa membayangkan apa jadinya jika kita berpacaran? Oh aku mungkin harus bertingkah layaknya pria dewasa di hadapanmu. Ah aku benci itu. ” Perkataan Heechul kembali membuat Jessica tertawa.
” Jadi kau harus hidup bahagia. Jika ikan itu kembali membuatmu menangis. Bilang pada oppa dan oppa pastikan ia akan jatuh dari atap gedung. ”
” Aku tidak akan kembali bersamanya. ” Heechul melepas pelukan Jessoca dan menatap Jessica dengan heran.
” Wae? ”  Jessica tersenyum simpul.
” Cinta tak berarti harus bersama bukan oppa? ” Jawaban dari Jessica membuat Heechul tercengang.
” Ya apakah itu sebuah jawaban? Itu bahkan bukan sebuah jawaban. ”
Jessica terkekeh kecil melihat Heechul frustasi akan jawabannya.
” Oppa aku pergi dulu Donghae oppa pasti sudah menungguku. ” Jessica melambaikan tangannya, ingin pergi meninggalkan Heechul yang masih frustasi.
Namun tangan Heechul berhasil menahan tangan Jessica sebelum Jessica pergi terlalu jauh.
” Tapi ada satu hal yang dari dulu membuatku penasaran setengah mati. ” Tatapan mata Heechul kembali berubah menjadi serius.
” Pernahkah kau memandangku sebagai lelaki, walaupun hanya sekali? ” Jessica tersenyum mendengar pertanyaan Heechul.
Ini adalah rahasia yang tidak ada satupun manusia di muka bumi yang mengetahuinya. Tidak satupun.
Rahasia ini Jessica pegang sendiri sampai saat ini.
” Seperti yang kau bilang, tidak ada satupun yang mampu menghindari pesona Kim Heechul. Aku juga tidak mampu menghindari pesonamu. Jadi ya, pernah. Bahkan lebih dari satu kali. ” Kim Heechul tidak bisa tidak menahan senyumnya saat mendengar jawaban Jessica yang mengatakan bahwa Jessica pernah melihat sebagai pria, bahkan lebih dari satu kali.
——————————–

Yoona dapat merasakan tangan-tangan yang tiba-tiba saja memeluknya dari belakang.
Bahkan sebelum orang itu memberi petunjuk siapa dirinya, Yoona sudah tahu siapa orang yang tengah memeluknya dari belakang ini.
” Maaf sedikit terlambat. ” Orang itu berbicara namun tidak di gubris oleh Yoona.
Orang itu sedikit keheranan karena Yoona tidak merespon apapun.
Jadi orang itu memandang wajah Yoona dari samping.
” Kau marah? ” Tanya orang itu.
” Lepaskan tanganmu Heechul oppa. ” Orang yang memeluk Yoona rupanya adalah Kim Heechul.
Heechul pun menuruti perintah Yoona untuk melepaskan tangannya.
” Jika kau hanya ingin berkata bahwa kau mencintaiku sebaiknya kau tidak usah. Bukankah sudah kubilang aku tidak menyukaimu oppa? ” Kata Yoona tegas. Raut wajahnya memperlihatkan bahwa ia serius akan perkataanya.
” Ya aku ingat kau pernah berkata begitu. Tapi aku tidak ingat kau pernah berkata bahwa kau tidak akan mencintaiku di masa depan. ” Heechul menyeringai. Ia benar-benar penuh percaya diri.
Yoona sedikit tercengang mendengar jawaban sombong dari Kim Heechul.
” Oppa apakah kau tidak mengerti? ” Wajah Yoona nampak frustasi. Ia seperti siap meledak dengan semua beban pikiran di kepalanya.
” Apa yang harus kumengerti? ”
” Aku tidak bisa membalas cintamu oppa. Itu hanya akan membuang waktumu saja. Aku bahkan tidak tahu siapa yang aku cintai, apa yang hatiku mau. Aku tidak tahu. Jadi berhentilah. Kau hanya membuat ini semua menjadi semakin rumit. ” Yoona mengeluarkan semua unek-uneknya. Alasan mengapa ia tidak bisa menerima Heechul.
” Kaulah yang membuat ini semua menjadi rumit! Tinggal menerimaku maka semuanya akan beres. ” Heechul sedikit menaikan nada suaranya. Tak mau kalah dari Yoona.
” Ini tidak mudah seperti yang kau bayangkan oppa, aku tidak mencintai- ”
” Persetan dengan itu semua. Tidak peduli jika kau masih tidak tahu siapa yang kau cintai,  apa yang hatimu mau, kau mencintaiku atau tidak. Persetan dengan semua itu. ”
Kedua tangan Heechul memegang mantap pundak Yoona.
Meyakinkannya atas semua kata-katanya yang akan ia ucapkan.
” Dengarkan aku Im Yoon Ah, lepaskan semua beban yang mengganggu hati dan pikiranmu. Lalu perhatikan dengan kedua bola matamu sendiri betapa mempesonanya diriku. ” Masih penuh dengan kesombongan dan kepercayaan diri yang tinggi, kata-kata yang keluar dari mulut Kim Heechul.
” Walaupun sekarang kau belum mulai mencintaiku. Tapi aku akan memastikan bahwa aku akan membuatmu jatuh cinta padaku. Bahwa kau akan tergila-gila padaku. Aku berani bertaruh atas itu. ” Kedua bola mata Heechul terus menatap mata Yoona tanpa henti. Membuat Yoona harus menelan ludahnya dan menggigit bibirnya. Namun hal itu malah membuat Heechul mengeluarkan seringai jahatnya.
Sedetik kemudian Heechul menarik Yoona ke dalam pelukannya.
” Kau sebaiknya waspada dan jaga baik-baik hatimu itu. Aku bisa memasuki pintu hatimu dengan mudahnya. Karena aku berbahaya. ” Bisik Heechul tepat di daun telinga Yoona.
Membuat jantung Yoona sedikit berdegup tak karuan di buatnya.
( Kembali ) Heechul menyeringai. Lalu ia menanamkan kecupan di telapak tangan Yoona.
” Aku harus pergi Im, jangan merindukanku. ” Heechul berpamitan dan tak lupa ia mengedipkan sebelah matanya.
Membuat Yoona sedikit bergidik di buatnya.
Dan sialnya ini baru permulaan. Itu artinya akan ada lebih banyak kejutan tak terduga dari Kim Heechul bukan?
——————————–
Jessica dan Donghae hanya duduk berhadapan satu sama lain. Tidak melakukan apapun.
Bahkan Jessica berusaha sekeras mungkin agar matanya tidak bertemu secuil bagian tubuh dari Donghae. Yang mana saja.
Jadi Jessica hanya melihat ke arah samping. Walaupun ia sendiri tidak yakin tentang apa yang ia lihat.
” Kabarmu baik Jess? ” Donghae mencoba untuk memulai pembicaraan namun Jessica nampaknya tidak tertarik karena Jessica hanya mendiamkan pertanyaan Donghae.
” Kau sudah makan? Ada yang ingin kau makan? ” ” Kau ingin minum? ” Pertanyaan klasik seperti itu Donghae coba namun hasilnya nihil, karena Jessica tetap terdiam.
” Jess tatap aku. Ada yang ingin kubicarakan. ” Akhirnya Donghae mulai lelah akan sikap Jessica dan memohon agar Jessica mau menatapnya.
” Bicaralah. ” Kata Jessica ketus. Masih tak memandang ke arah Donghae.
” Aku sudah putus dari Yoona. ”
” Aku tahu, Yoona memberitahuku. ” Kata Jessica masih dingin. Membuat Donghae harus mengurut dadanya sabar melihat perilaku Jessica.
” Dan aku ingin kembali padamu. ” Jessica menghela nafasnya berat saat Donghae mengucapkan kalimat ini. Lalu akhirnya ia menatap ke arah Donghae.
” Tapi aku tidak mau kau kembali padaku. ” Ucap Jessica tegas yang membuat Donghae terdiam selama beberapa detik.
” Memangnya kau siapa bisa kembali begitu mudah? Apakah aku gadis yang begitu baik hati sehingga aku mau membiarkanmu kembali begitu mudahnya setelah semua airmata yang aku keluarkan karenamu? ” Suara Jessica sedikit meninggi. Nyaris bisa disebut sebuah bentakkan.
” Jess. ”
” Aku yakin aku sudah mengatakan padamu berkali-kali untuk  berhenti memintaku kembali. ”
” Jess aku tahu kau marah padaku, kau membenciku atas semua yang telah ku lakukan padamu. Aku tahu itu. Tapi, tidak bisakah kau memberiku kesempatan kedua? Aku tahu kau masih mencintaiku Jess. ”
Jessica mendesis.
” Cih, kesempatan kedua? Kau fikir berapa banyak kesempatan yang kuberikan padamu namun malah kau sia-siakan? Aku yakin itu sangat banyak. ” Jessica mengambil nafas sebelum ia melanjutkan kalimatnya.
” Jika kau bertanya padaku apakah aku masih mencintaimu atau tidak. Pasti Iya adalah jawabannya.
Namun ini semua bukan hanya masalah cinta Donghae-ya.
Aku lelah, aku lelah karena mencintaimu Donghae-ya. ” Kata lelah yang keluar dari mulut Jessica membuat hati Donghae bagaikan diremas oleh bara api. Begitu sakit, begitu perih.
Apakah cintanya yang ia berikan begitu menyakitkan sampai-sampai Jessica menjadi lelah di buatnya?
” Kau tidak akan pernah tahu betapa aku selalu berdoa setiap malam agar rasa cintaku segera pergi. Aku lelah, mencintaimu itu sangat melelahkan. ”
” Kumohon biarkan aku pergi Lee Donghae. Aku sudah tidak kuatt lagi. Semua rasa cinta ini membunuhku perlahan. ” Jessica terisak. Kepalanya tertunduk. Ia mulai menangis.
Donghae hanya terdiam, ia tidak tahu harus melakukan apa. Menenangkan Jessica bukanlah hal tepat. Apalagi mengusiknya. Jadi ia memilih untuk berdiam diri.
” Ini, ini sakit disini. ” Jessica menepuk-nepuk bagian hatinya. Memberi tahu letak tubuhnya yang paling sakit.
Setiap kali melihatmu aku hanya merasakan rasa sakit yang terus mendalam.
Bahkan fakta bahwa kau masih mencintaikupun tidak membuat rasa sakit ini terasa lebih baik. ” Donghae tertegun mendengar ucapan Jessica.
Apakah rasa sakit yang ia berikan begitu banyak sehingga membuat Jessica sangat menderita seperti ini?
Apakah Jessica menangis setiap malam karena dirinya?
Kini Donghae merasa seperti lelaki yang egois karena sudah meminta Jessica untuk kembali bersamanya tanpa mengetahui besarnya rasa sakit yang ia tanam di dalam hati Jessica.
Namun Donghae egois, ia ingin menjadi egois setidaknya untuk terakhir kalinya.
Ia ingin bersama Jessica.
Menghapuskan rasa sakit yang bersemayam di hati Jessica.
” Jadi biarkan aku pergi Donghae-ya. Biarkan aku menemukan kebahagiaanku yang telah habis termakan karena cintaku padamu. Walaupun itu tak mudah untuk melupakanmu. Tapi aku yakin suatu hari nanti akan kutemukan seorang pria yang mampu menghapusmu. ” Jessica memohon pada Donghae.
Sungguh ia tidak mau lagi terjebak dalam lingakaran tanpa jalan keluar yang bernama Lee Donghae.
” Kau mungkin masa lalu-ku yang indah. Namun aku tidak ingin melihatmu di masa depanku. ” Kalimat dari Jessica itu berhasil membuat Donghae hancur berkeping-keping.
Bagaimana ini mungkin? Jessica tak menginginkannya ada di masa depannya?
Padahal Donghae sangat menginginkan adanya Jessica di masa depannya.
Lama Donghae dan Jessica terdiam. Bahkan airmata Jessica kini sudah mengering.
” Apakah aku benar-benar tidak bisa kembali bersamamu? ” Tanya Donghae. Memastikan Jessica untuk yang terakhir kalinya.
Jessica mengangguk lemah sebagai jawabannya.
” Baiklah aku akan melepaskanmu. Dengan syarat ” Jessica hanya terdiam menunggu syarat dari Donghae.
” Jika kau tidak berhasil menemukan seseorang untuk membahagiakanmu, untuk menghapusku dari dirimu dalam beberapa tahun. Maka aku harus menjadi masa depanmu. ” Mata Donghae dan Jessica bertemu satu sama lain.
Mata Jessica seolah bertanya apa-kau-serius. Dan mata Donghae menjawab tentu-saja.
Jessica tidak menyetujui juga tidak menolak kesepakatan yang dibuat oleh Donghae. Karena ia tak tahu. Bagaimana jika sampai batas waktu yang di berikan Donghae, Jessica tidak dapat menemukan orang itu?
” Namun… ” Donghae kembali bersuara. Membuat fokus Jessica kembali kepada Donghae.
” Namun dalam pencarianmu aku akan terus di sampingmu. Meyakinkanmu bahwa akulah yang terbaik untukmu. ” Wajah Donghae yang mengucapkan kata-kata tadi dengan penuh keyakinan membuat Jessica harus menelan ludahnya mentah-mentah.
” Bagaimana aku bisa menemukan kebahagiaan jika masih ada dirimu? ” Gumam Jessica yang membuat Donghae menyeringai lebar.
-The End-

tttaaaarrraaaa

ini dia akhir dari perjalanan panjang kisah cinta lee donghae, im yoona, jung jessica, kim kibum dan kim heechul.

maaf banget buat semua readers yang nungguiin bahkan sampe komen berkali-kali nayanyiin kapan ini dilanjut.

jujur tadinya author gak mau ini ending di part 13 tapi setelah author pikir ulang kayak bakal bertele-tele kalo di selesaiin di part 14/15

dan ini adalah ending  ending di sini maksudnya ini ending yang pertama.

jujur author sedikit sedih pas banyak yang komen ” kok sama ini sih thor? ” ” aku maunya endingnya ini sama ini ” ” gak suka mereka maunya ini sama ini “

author sedih baca komen itu. jadi untuk menghindari banyak protes yang ( pasti ) akan terjadi di part ending ini, author memutuskan untuk pake open ending. disini terserah kalian, tergantung gimana kalian mikirnya aja.

mau akhirnya mereka semua sendiri gak dapet siapa-siapa boleh, mau ada pasangan juga boleh.

setelah author mikir keras akhirnya author mutusin buat endingnya di bikin kayak gini.

jadi buat yang gak suka couple buatan author gak bakal merasa kecewa.

ddaann… buat kalian yang mengharapkan adanya pasangan tenang aja…

author bakal siapin side story buat yoona-heechul, kibum-yoona, jessica-heechul, jessica-donghae.

dan author akan menjawab pertanyaan-pertanyaan ( yang mungkin ) kalian tanyaiin

1. Yoona gak sama Kibum thor? Donghae-Jessica?  enggak. kenapa? karena disitu udah author jelaskan kalau kibum sama jessica itu lelah, mereka udah mencapai titik jenuh dimana mereka udah ngerasa kayaknya gak mungkin buat mereka sama-sama

2. Kenapa Yoona gak sama Donghae thor? udah ditulis juga. yoona sama donghae tuh tau, kalo di atas yoona ( dari sisi donghae ) di atas donghae ( dari sisi yoona ) ada orang yang lebih mereka cintai. yang sebenarnya disini udah ketahuan sih walau belum terlalu jelas. kalau mau lebih jelas silahkan baca side story yang akan ada nanti.

3. Kenapa endingnya gak Jessica sama Heechul? nah ini! author berfikir. aneh gak sih kalau kalian udah jadi sahabat bertahun-tahun ( walaupun kalian suka sama sahabat kalian itu ) terus kalian pacaran? makanya di atas heechul bilang. menjadi sahabat udah harga mati buat mereka. oleh karena itu mereka mutusin buat ngelupaiin perasaan mereka buat sesuatu yang lebih berharga namanya persahabatan.

4. Endingnya Yoona-Heechul, Jessica-Donghae thor? itu tergantung darimana kalian mikirnya. jadi gini author jelasin pelan-pelan. ya, heechul sama donghae milih yoona sama jessica pada akhirnya tapi… yoona sama jessica belum ngasih jawaban pasti. di atas yoona sama jessica bilang kalo mereka gak mau sama heechul dan donghae. yoona bilang dia gak bisa nerima heechul. sedangkan jessica bilang dia mau cari cowok lain. tapi heechul sama donghae gak semudah itu buat nyerah, mereka tetep perjuangin cinta mereka. jadi kalau menurut kalian yoona sama jessica tetep kekeuh buat nolak mereka bisa. atau mereka akhirnya luluh juga bisa.

5. Endingnya gantung dong thor?  hahaha. ini open ending jadi apapun keningina kalian bisa masuk. dan kalau menurut kalian ini gantung kalian bisa baca side storynya nanti. disitu author bakal lebih memperjelas segala sesuatunya.

nah segitu aja. kalau mau ada yang ditanyaiin silahkan masukkan pertanyaan di kotak komentar.

terimakasih buat semuanya yang udah baca ff ini dari part 1-13 ini.

ff ini pastinya bukan ff terbagus yang pernah kalian baca tapi terimakasih buat apresiasi kalian yang udah baca, ninggalin jejak. itu semua udah jadi hadiah tersendiri buat author :))

maaf kalo author selalu lama update, banyak typo dan lain-lain.

mudah-mudahan kedepannya author akan jauh lebih baik lagi.

love you guys.

DAAANN…. PENGUMUMAN AUTHOR MENGELUARKAN FF BARU DENGAN JUDUL PART OF ME IS…

DENGAN CAST AMBER, HENRY DAN KRIS

yang bisa kalian baca di sini prolog part 1

sekian dari author untuk semuanya author ucapkan banyak terima kasih :))

Iklan

16 thoughts on “Love Is Complicated Part 13 ( END )

  1. Ginakyun (Shin sung rin)

    woaaa, blum puas sama endingnya nih. But, it’s ok^^ bgus kok ffnya chingu. Ditunggu side story nya! Aku milih HaeSica. Hihi

  2. asifa firlidinia

    sebenerya endingya bkan gantung, tapi stelah dpahami kyakya ini ending yg pling tpat bwat smuaya,, sedih sih ngliat my favorit couple ‘haesica’ gak bersatu,tpi knyataanya mungkin jessica bner ngrsa jenuh liat tingkahya donghae,so ksimpulan yang sya ambil ini ending yg pling dewasa dri smua ff yg saya baca..
    Karena saya haesica fans, saya msih berharap author bsa bkinin sequel ttg klanjutan kisahya haesica, hemm baca ff ini dari awal brsa kyak baca novel:)
    Greatest ff;) good job and keep writting;)

  3. LoveSica

    Waaaaa kereennnn!!
    athor sumpah deh ini keren bgt! ya wlwpn endngnya hrus gini, tpi aku sukaaaa^^
    ditunggu side story nyaa 🙂
    dan mskih ya thor udh mau bikin ff skeren ini..

  4. haah, tau gak thor? waktu nge-cek ini wp, rasanya tuh seneng bgt ff ini udh dipublish sampe akhir. walaupun ngikutinnya baru satu tahun belakangan o.o kkk

    sumpah, penasaran pingin tau ini endingnya gimana. dan berharap banget endingnya haesica.
    Tapi ternyata, pas diakhir dibuat bingung!
    mau gak setuju endingnya gitu, tapi dibuat setuju sama author yang bilang kalau jess itu udh dititik jenuh.
    seneng juga sih author buat kalau endingnya gantian donghae yg nunggu jessica. agak kesel soalnya, liat ikan yang plinplan. tapi gak tega jg sih liat ikan -gantian ane yg plinplan-.
    Dan karena author bilang ini endingnya terserah readers mau nganggap gimana… jadi aku anggap ini endingnya Haesica -shippernya keluar- huaha.
    Oh iya, karena author bilang mau buat side story, maka aku berharap lagi-lagi-dan lagi. kalau yang dipublish pertama itu side story-nya haesica.

    Udah deh. Kepanjangan. pokoknya, intinya, FF ini.. FF-nya author Soyeon_ai ini…. FF DAEBAK! yang pernah ada!! ^_^
    DAEBAK, karena udah bikin readers pusing. Daebak, karena udah bikin readers nunggu lama. tapi, puas. karena nunggu lama juga gak sia-sia. ^_^
    Komen ane kayak pidato kenegaraan ya.. Tapi lebih baik kan thor, daripada gak komen hahaha….

    Saranghae author.. ^_^

    • hai sayanng ^^ makasih udah mau baca dan ngikutin ff ini dari awal sampai akhir
      hihi gapapa ko author seneng sama komen yang panjang”
      ending ini hasil bertapa author makasih sudah suka dan mengerti
      aih >< ff ini masih jauh dari kata sempurna ko :)) tapi big thanks and big love for you udah suka sama ff ini :))
      amin semoga author bisa menyajikan ff yang lebih baik lagi kedepannya :))
      nado saranghaeyo readers-nim :*

  5. felisa

    kalo heechul bilang harga mati, saya mau bilang cinta mati sama cerita ini. rasanya pengen cerita ini gak abis abis wkwkwkwk~ keep writing thor, jangan lupa side storynya 😉

  6. Riska

    Hwaaaa…. udah lama nggak buka wp ini gara2 banyak tugas, baru buka ehh nih ff muncul dan ending 😀

    Jujur ya thor, suka banget sama endingnya.. DAEBAK!! karena apa? karena menurutku endingnya udah cocok dan pas banget buat mereka.. tapi, agak nggantung juga sihh *hihi

    Soalnya, nasib couple YoonA-Heechul + Donghae-Jessica masih nggantung.. jadi berharap ada sequel gitu *abaikan*

    Tapi nasib setiap tokoh sama kayak part2 sebelumnya sih, tetep aja ngenes *haha 😀 author jahat nih bikin mereka galau + ngenes *Apaini? abaikan*

    Typo, masih ada beberapa.. tapi nggak masalah, author kan juga manusia 🙂

    Untuk keseluruhan, udah DAEBAK!! keren lahhh, gaya bahasanya juga keren, jadi ikut masuk dalam cerita *apalah in?*
    Ditunggu FF lainnya 😀

    • aduh sequel… gak deh kayaknya 😀
      haha kasian ya mereka? abisnya mereka semua jahat sih sama author 😀
      makasih ya udah mau baca ff ini dari awal sampai akhir :))
      saranghaeyo :*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s