Part Of Me Is… Part 3

Standar

wpid-part-of-me-is_soyeon_ai_melurmutia.jpg

Part Of Me Is… Part 3
Main Cast:
Amber Josephine Liu
Henry Lau
Kris Wu
Tiffany Hwang
Cast:
Key
Lee Donghae

Poster: MelurMutia @ cafeposterart.wordpress.com

Inspired By: Japanese Comic The Day After Revolution
——————————–

Amber mengerjap-ngerjapkan matanya. Membiasakan dirinya melihat sinar matahari yang sudah mulai terik.
” What time is it?  ” Gumam Amber pada dirinya sendiri.
Segera Amber sambar handphonenya yang berada di meja samping tempat tidurnya.
” 6 O’Clock. ” Dengan lunglai Amber mencoba menahan kantuknya.
” Jam 6… Jam 6 ”
” WHAT JAM 6??!! ” Segera Amber terbangun begitu mengetahui pukul berapa sekarang.
” Sial kenapa alarmku tidak berbunyi? ” Amber mulai bertanya mengapa alarmnya yang selalu berbunyi setiap pukul lima jadi tidak berbunyi.
” Huh apa ini? Alarmku mati? Seingatku aku selalu menghidupkannya. ” Amber mencoba mengingat-ingat kembali apa yang terjadi kepada alarmnya.
Namun Amber tak berhasil mengingat apapun tentang alarmnya.
” Bagaimana pagimu pendek? ” Teriak seseorang dari kamar mandi yang tak lain dan tak bukan adalah Henry.
” Bajingan itu pasti mematikan alarmku. ” Kata Amber pada dirinya sendiri.
” BRENGSEK!! ” Amber berteriak, mengumpat seraya mengambil peralatan mandinya dan pergi meninggalkan kamarnya.

” Si brengsek itu bagaimana dia bisa- ” Amber mencoba mengatur emosinya. Tidak mungkin kan dia bertengkar di pagi hari seperti ini? Bahkan Harimau saja tidak memburu mangsanya di pagi hari.
Otak Amber kembali mengingat pertengkaran-pertengkaran bodoh mereka yang tanpa henti di mulai semenjak mereka menjadi teman sekamar.
Di mulai Amber yang mengunci Henry di luar karena pulang terlalu malam. Lalu di balas oleh Henry dengan menyembunyikan buku pelajaran Amber yang membuat Amber harus mendapatkan hukuman karena di anggap lalai.
Tidak terima Amber lalu menganggu tidur malam Henry dengan menyetel musik keras dan menghidupkan lampu.
Membuat Henry tidak bisa tidur.
Dan nampaknya kejadian hari ini adalah pembalasan dari hari kemarin, karena kemarin Amber mengambil jatah makan siang Henry, sehingga sekarang Henry mematikan alarm Amber yang membuat Amber terlambat bangun.
” Apa yang harus kulakukan? Aku tidak mungkin mandi di pemandian umum. ”
” Dasar brengsek lihat saja apa yang akan ku lakukan padanya. ”
Tiba-tiba pintu kamar Key terbuka.
” Apa yang kau lakukan di luar kamarku? Kau tidak mandi? ” Tanya Kris yang menjulurkan kepalanya keluar dari celah pintu.
” Bukan urusanmu. Mana Key? ” Tanya Amber dengan raut wajah sebal. Karena pria di hadapannya ini tidak ada bedanya dengan sahabatnya.
Sama-sama menjengkelkan.
” Di pemandian umum. Dia bangun terlambat. ”
Niat hati ingin menumpang mandi di kamar Key tapi sepertinya harapan itu harus pudar. Karena Key sendiri juga malah mandi di pemandian umum.
Dengan gontai Amber melangkah. Namun baru sebentar Amber melangkah Kris sudah memanggilnya.
” Hey pendek. Kau mandilah di kamarku. ” Amber tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.
Kris menyuruhnya untuk mandi di kamarnya?
” Tiba-tiba aku ingin mandi di pemandian umum. Kau pakailah. ”
” Kau tidak ingin mengerjaiku kan? ”
” Jika aku ingin mengerjaimu aku tidak akan membuatnya terlihat jelas. ” Lalu dengan itu Kris pergi meninggalkan kamarnya menuju ke pemandian umum.
” Hey Amber. Jangan mencuri apapun. ” Kris memperingati sebelum ia benar-benar pergi.
Walaupun heran dengan sikap Kris yang tiba-tiba menjadi baik. Tapi ya sudahlah lebih baik Amber menikmati dulu penawaran terbaik yang pernah Kris berikan pad Amber ini sebelum Kris kembali dan menyesalinya nanti.
——————————–

” Brengsek cepat kembalikan pulpenku. ” Belum habis juga pembalasan dendam Henry kepada Amber. Setelah mematikan alarm Amber dan membuat Amber bangun siang. Kali ini Henry mengambil pulpen Amber.
Oh bukankah itu hanya sekedar pulpen?
Tentu itu bukan sekedar pulpen jika kau tahu pelajaran siapa sekarang.
Pelajaran Mr. Nam, Guru sejarah yang super killer yang selalu mengharuskanmu untuk mencatat pelajaran dan akan memeriksanya di akhir pelajaran.
Kenapa tidak pinjam saja?
Di sekolah ini ada peraturan dimana kau tidak boleh meminjam alat tulis dan buku pelajaran.
Jadi apakah ada hal lain yang bisa Amber lakukan untuk menulis pelajaran selain memohon seraya memaki Henry agar ia mau mengembalikan pulpennya?
” Ah aku seperti mendengar suara yang berisik mengangguku. ” Ujar Henry sambil memainkan kupingnya.
” Kris do you hear that? The noisy voice? ” Tanya Henry yang tidak di jawab oleh Kris karena ia memfokuskan dirinya pada papan tulis dan buku tulisnya.
” Come on Henry berhentilah bersikap kekanakan dan berikan pulpenku. ” Amber mulai tidak tahan pada sifat Henry.
” Apa untungnya untukku? Apa perduliku? Kenapa aku harus mengembalikkan pulpenmu? ”
” Kau akan menyesalinya Henry Lau. ” Ucap Amber tegas namun tak membuat Henry takut barang sedikitpun.
” Aku akan mengambalikannya jika kita sepakat tentang kepindahanmu. Get out of my room!! ”
” Kau fikir hanya dirimu saja yang tersiksa? Aku juga. ”
Bola Mata Henry dan Amber memandang satu sama lain dengan penuh kebencian.
Jika pandangan bisa membunuh maka Henry dan Amber mungkin bisa tewas saat ini juga.
” HENRY! AMBER! APA YANG KALIAN LAKUKAN? TIDAK MENCATAT PELAJARAN HAH? ” Suara teriakan Mr.Nam yang menggelegar menyadarkan Henry dan Amber dari pertikaian bodoh mereka.
Tangan Henry yang memegang pulpen Amber menjadi gemetar saat langkah kaki Mr.Nam mulai mendekat.
” Apa yang kalian berdua lakukan? ” Tanya Mr.Nam sekali lagi yang tentu saja tidak ada jawaban dari Henry dan Amber.
Saat ini Amber sedang merutuki Henry di dalam hatinya. Jikalau ia di hukum oleh Mr.Nam karena tidak mencatat ia bersumpah akan membawa Henry pergi ke neraka bersamanya.
Jarak antara Mr.Nam dan meja Amber semakin dekat.
Membuat keduanya semakin deg-degan tak karuan.
Tepat pada saat itu Kris mengambil pulpen Amber dari tangan Henry.
” Amber. ” Panggil Kris, membuat Amber menoleh ke arahnya.
” Pulpenmu jatuh. ” Dan kalimat yang keluar dari Kris barusan berhasil menyelamatkan keduanya ( terutama Amber )  dari bahaya Dementor ( Malaikat pencabut kebahagiaan )
——————————–

” Kenapa akhir-akhir ini kau menjadi baik sekali kepada si pendek itu. ” Tanya Henry yang sedang mendribble bola basket.
” Me? Nice? Si pendek? ” Kris mengulang pertanyaan Henry sambil mengambil bola basket yang gagal di masukkan Henry ke net.
” Iya. Barusan kau melakukan itu agar dia tidak dihukum kan? ” Kini Henry dan Kris mulai berebut bola.
” Aku melakukan itu untukmu, My Friend. ” Dan Kris berhasil melewati Henry dan berhasil pula memasukkan bola ke net.
” Aww that sweet dude. Biasanya kau hanya akan membiarkanku dan Amber di hukum. Kenapa kau merindukanku? Satu kamar dengan Key tidak menyenangkan? ” Tanya Henry setelah ia berhasil mencetak angka.
” Mungkin. ”
” Katakan sejujurnya Kris. Apa yang membuatmu berubah? ”
” Berubah? ”
” Entahlah aku hanya merasa kau sedikit berubah. ”
Kris tidak menjawab, ia terus mendribble bolanya yang kemudian di halangi oleh Henry.
” Whats going on? ” Tanya Henry sekali lagi.
” Kurasa aku telah bertemu seorang malaikat. ”
” An angel? Who? ”
Shoot. Kris melepaskan shoot terakhirnya ke dalam net.
” Seseorang yang tak pernah kau bayangkan. ” Ucap Kris pelan lalu ia berlalu begitu saja meninggalkan Henry yang masih mematung memikirkan siapa ‘angel’ yang telah merubahnya sambil tersenyum simpul.
——————————–

Kau tahu apa yang terbaik?
Berendam dengan air panas di malam hari dengan santai karena si brengsek yang selalu menganggu itu pergi entah kemana dan takkan kembali hingga hari senin.
Terlalu nikmat hingga Amber rasa ia bisa jatuh tertidur di dalam bak mandi.
Untuk pertama kalinya Amber menyukai usul Bora yang menyuruhnya sekali-kali berendam air panas.
Dan benar saja ini sangat menyenangkan.
Ini membuat Amber bertanya-tanya apa saja sih yang pria lakukan untuk memanjakan diri mereka? Yang mereka tahu hanyalah merusaknya saja.
Tunggu apa Amber terdengar seperti perempuan saat ini?
Oh mungkinkah Amber sudah mulai berubah perlahan demi perlahan?

Amber mengangkat tubuh polosnya dari bak. Ia rasa cukup untuk acara berendam kali ini.

” Sepi sekali kemana si pendek itu pergi? ” Ucap Henry bingung melihat suasan kamarnya yang sepi.
Henry mengamati seluruh isi kamarnya. Mungkin saja Amber sedang bersembunyi. Namun nihil tak ada tanda sedikit pun dari Amber.
Henry menoleh ke arah kamar mandi.
Entah kenapa sepertinya ada orang di kamar mandi.
Henry melangkahkan kakinya ke kamar mandi.
Untuk mengetahui ada sebenarnya ke kamar mandi.
Begitu ia membuka pintu kamar mandi ia langsung di suguhi pemandangan tubuh bagian belakang Amber yang polos.
” Amber? ” Panggil Henry yang membuat Amber membalikkan tubuhnya yang tidak memakai sehelai bajupun ia tampilkan secara cuma-cuma kepada Henry.
Mata Henry terbelalak. Tak percaya dengan apa yang ia sendiri saksikan.
Kemudian keduanya sadar, cepat-cepat keduanya membalikkan badan.
” God Amber you are a- ”
” Henry i can explain. ” Kata Amber sambil memakai bajunya terburu-buru.

Henry mencoba menoleh ke arah Amber lagi. Memastikan apakah yang ia lihat adalah benar atau tidak.
Namun akal sehatnya menahannya.
Ia langsung menutup pintu kamar mandi dan menjauhi kamar mandi.
——————————–

Amber menggigit jempolnya dan berputar-putar di kamar mandi.
Ia sudah selesai berpakaian namun ia masih belum berani melangkah keluar dari kamar mandi.
Ia belum siap untuk bertemu Henry.
Bukan karena Henry telah ‘melihat’ semuanya. Bukan.
Tapi ia takut akan reaksi Henry setelah tahu bahwa ia adalah perempuan.
” Aku harus menjelaskannya. Setidaknya agar ini tidak menjadi salah paham. ”

Henry sedang duduk bersandar di atas kasurnya dengan kedua tangan terlipat.
” Henry. ” Ucap Amber parau.
Namun Henry tak merespon sama sekali.
Pandangan matanya kosong.
Ia sepertinya masih shock.
” Henry aku bisa menjelaskannya. ”
” Kenapa kau masuk ke asrama ini? Ingin membantu kakak lelakimu atau bertemu pujaan hatimu seperti di drama-drama? ” Amber tak menyangka pertanyaan itu adalah pertanyaan yang pertama kali keluar dari mulut Henry.
Ia pikir Henry akan bertanya ” Jadi selama ini kau adalah wanita? ”
” Henry kau harus percaya pada apa yang akan kukatakan. ”

” Jadi kau tadinya adalah seorang pria lalu kau di diagnosis dokter adalah perempuan karena ada kelainan gen pada dirimu begitu? ” Amber menganggukkan kepalanya ketika Henry mencoba merangkum seluruh penjelasan yang Amber berikan.
” Dan kau pikir aku akan percaya pada hal yang tidak masuk akal seperti itu? ”
” Aku bersumpah Henry memang seperti itu. ”
” Apa buktinya bahwa awalnya kau adalah seorang pria? ”
Amber memutar otaknya. Berpikir untuk semua hal yang bisa membuktikan bahwa dia adalah seorang pria.
” Ketika jadwal berenang? Kita berenang bersama. Dan aku melepas atasanku. Kau ingat kan? ”
Henry mencoba mengingat-ingat semuanya yang ia tahu saat berenang.
” Kita mendorong satu sama lain ke kolam renang kau ingat? ” Amber membantu Henry untuk mengingatnya.
” Ah ya kau benar. ” Dan ya Amber berhasil. Henry mengingatnya sekarang. Waktu itu Henry sengaja mendorong Amber ke kolam renang dan pada saat itu Amber memang melepas atasannya.
Dan ya, dia nampak seperti laki-laki pada saat itu.
Henry tidak punya pilihan lain selain percaya akan perkataan Amber. Karena buktinya terlalu kuat untuk di sangkal.
” Kau ingin pergi kemana? ” Tanya Amber saat Henry beranjak dari kasurnya.
” Aku mau pergi. Aku tidak bisa berada di satu ruangan dengan perempuan walaupun kau dulunya adalah seorang laki-laki. ” Kata Henry dingin.
” Henry kau akan merahasiakan ini kan? ” Amber bertanya namun tak dijawab oleh Henry.
Setidaknya Amber sudah menjelaskan. Jikalau Henry tidak bisa merahasiakannya, mungkin memang itu yang terbaik untuk Amber.
——————————-

Amber masih mengamati Henry yang masih bersikap dingin kepada dirinya ( Henry memang tidak pernah ramah kepada Amber tapi ketidakramahan Henry kali ini karena hal yang lain. )
Buktinya saja tadi pagi Henry meminta Kris untuk mengambil seragamnya yang sebenarnya bisa Henry ambil sendiri.
Ini sudah hari senin namun sekolah masih tampak tenang dan damai.
Nampaknya tak ada desas-desus yang menggemparkan.
Mungkinkah Henry berniat merahasiakan rahasianya?
Tidak, tidak. Jangan mau tertipu mungkin saja Henry merencanakan sesuatu yang kejam dan jahat.
Dia kan selalu seperti itu.

Amber memamerkan senyum terpaksanya. Ia harus segera pergi dari sini.
Sekarang adalah saatnya olahraga dan Amber terjebak di ruang ganti baju.
Ia harus segera keluar dan berganti baju di tempat lain atau teman-temannya akan memaksanya berganti baju disini.
Kaki Amber mulai mencari celah jalan di antara manusia-manusia yang sedang berganti baju ini.
Sesekali mereka menahan Amber, namun Amber berhasil mengelak dan sekarang ia merasa benar-benar harus pergi sebelum ia bertemu Key dan Jonghyun. Karena jika ia bertemu keduanya maka tak akan ada lagi yang namanya jalan keluar.
Sial. Mata Amber mendapati Key dan Jonghyun sedang berdiri di dekat pintu.
Oh tidak apa yang harus Amber lakukan??
Amber membalikkan badanya sebelum Key menyadari kehadirannya.
Dan ketika Amber berbalik ia mendapati Kris tengah berdiri di belakangnya. Mengamatinya sepenuhnya.
” What are you doing? ” Tanya Kris yang hanya di balas cengiran oleh Amber.
Ah tamatlah sudah riwayat Amber, sepertinya ia takkan bisa keluar dari ruangan maut ini.
” Hey Amber. ” Suara khas Henry memanggil.
Apa yang ingin Henry lakukan?
Apakah dia akan membuka rahasia Amber disini? Jika ia maka itu adalah pilihan yang bagus karena Amber tidak bisa berbuat apapun selain pasrah.
” Temani aku sebentar. ” Henry menarik Amber begitu saja.
Amber benar-benar pasrah jika ini mungkin adalah hari terakhinya berada di sekolah ini.

” Uks? Kenapa kita berada di uks? ” Tanya Amber kebingungan karena Henry menariknya ke uks yang sepi, sunyi.
” Ganti bajumu. Kau tidak bisa ganti baju olahraga di sana kan? Aku sudah memeriksa beberapa tempat hanya uks-lah yang paling aman. ”
Mata Amber menyipit. Ia masih tak percaya dengan apa yang Henry ucapkan.
” Kau menyuruhku berganti pakaian? Bahkan kau mencarikan tempat teraman? Why? ” Henry nampak terdiam sebentar sebelum dia menjawab pertanyaan Amber.
” Jangan banyak tanya cepat ganti baju. Aku akan menunggu di luar. ”
” Ini bukan jebakan kan? ” Tanya Amber mencoba memastikan bahwa ini bukan sebuah jebakan yang di rencanakan oleh otak licik Henry.
” Whatever. ” Amber terdiam dan berganti baju setelah mendengar jawaban Henry.
Setidaknya untuk kali ini Henry sedang bersikap baik untuknya.
Dan ini bukan jebakan.
——————————–

” Kenapa kau membantuku? Kupikir kau akan membongkar rahasiaku. ” Ucap Amber dalam perjalananya menuju gedung olahraga bersama Henry.
Langkah kaki Henry berhenti. Ia nampak berpikir sebentar.
” Tadinya aku mau melakukan itu tapi kupikir ini adalah rahasia besar akan sangat sayang jika aku membongkarnya begitu saja. Jadi kenapa aku tidak memanfaatkanmu saja? Aku bisa memakai rahasia ini sebagai ancaman yang ampuh. Iya kan? ” Sungguh dari semua orang yang pernah Amber temui, Henry adalah orang yang paling jahat dan licik.
Lihat saja bagaimana ia bisa memanfaatkan situasi ini dengan sangat baik.
Dan lihat dengan baik senyum licik yang Henry tunjukkan pada Amber.
Cih. Amber bersumpah bahwa ia akan mencari tahu tentang rahasia terdalam Henry lihat saja.
Oh ya ada pesan dari Amber untuk kalian.
Jangan lupa kunci pintu kamar mandi kalian karena kita tidak tahu bahaya apa yang bisa terjadi.
Terutama jika kalian seperti Amber.
——————————–

Semenjak hari itu hari-hari Amber benar-benar tenang.
Benar-benar tenang.
Tenang yang di maksud adalah Henry sama sekali tidak membuat keributan apapun.
Iya dia tidak membocorkan rahasia Amber. Rahasia Amber tetap aman.
Tapi tidak hanya itu saja, Henry benar-benar tidak membuat keributan.
Biasanya Henry akan selalu mencari cara agar Amber terlibat masalah namun sekarang Henry seakan tidak lagi tertarik untuk mencari masalah dengan Amber.
Bahkan jika Amber memancingnya, Henry hanya akan bersikap acuh dan tak perduli.
Seperti saat Amber menjelek-jelekkan Henry di depan teman-teman Amber.
Bukannya membalas lalu membuat keributan besar seperti biasanya, Henry malah bersikap tak acuh dan membiarkan Amber seperti angin lewat.
Tentu saja hal ini membuat Amber terheran-heran. Apakah ini ada hubungannya dengan dirinya adalah seorang wanita dengan pertengkaran yang sudah terjadi sejak dulu?
Aneh. Henry memang an-
” Bruk. ” Karena terlalu asik berpikir membyat Amber tidak fokus pada setiap langkah yang ia ambil.
Menyebabkan seorang gadis terjatuh.
Gadis dengan rambut coklat kemerahan.
Tunggu dulu, seorang gadis?
Bukankah ini asrama putra? Bagaimana bisa seorang gadis ada di sini?
Bahkan jumlah guru wanita di sini saja dapat di hitung dengan jari.
Jadi siapa gadis ini?
” Jeosonghamnida. ” Dengan sopan gadis itu meminta maaf sambil merapihkan beberapa barangnya yang berserakan.
Refleks, Amber juga ikut mengambil beberapa barang gadis itu.
” Mian aku tadi tidak memperhatikan jalan. ” Kata Amber sambil memberikan barang-barang gadis itu.
” Gwechannayo. Aku juga tadi tidak memperhatikan langkahku. ” Ujar gadis itu manis sambil memperlihatkan eye smilenya yang membuat hati siapapun yang melihatnya ikut tersenyum. Tak terkecuali Amber.
” Kamsahamnida pelajar Am–Bo? Ambo? ” Gadis itu sedikit kesulitan mengerti siapa nama Amber yang di tulis dalam hangul pada nametagnya.
Apa gadis ini bukan orang korea?
” It’s Amber. ” Amber memperjelas.
” Oh Hai Amber, I’m Tiffany. Nice to meet you. ” Gadis yang bernama Tiffany itu menjulurkan tangannya dengan ramah. Yang tentu saja Amber sambut uluran tangan itu dengan senang hati.
” Nice to meet you too. ”
Lalu kemudian hening.
” I have to go, so… ” Mata Tiffany menunjuk ke arah tangan mereka yang masih menjabat satu sama lain.
Buru-buru Amber melepaskan tangannya.
Ah memalukan.
” Nice to know you Amber. ” Kembali,

Tiffany memamerkan eye smilenya.
Kali ini hati Amber sedikit bergetar di buatnya.
Walaupun sekarang Amber adalah wanita.
Tapi jiwa lelaki di tubuhnya masih ada.
Ngomong-ngomong, apa yang Tiffany lakukan di sini?
——————————–

” Aku lihat akhir-akhir ini kau sudah tidak pernah bertengkar lagi dengan si pendek itu. Kenapa? ” Tanya Kris kepada Henry yang sedang duduk di kelelahan di sampingnya akibat bermain bola. Ia menawarkan minuman dingin dalam bentuk kalengan kepada Henry.
” Bukankah kau yang menyuruhku untuk tidak membuat keributan lagi? ” Kata Henry terengah-engah. Ia masih mengambil nafas.
Setelah di rasa cukup, Henry langsung meneguk minuman pemberian dari Kris.
‘ Lagipula aku tidak mau bertengkar dengan wanita. ‘ Batin Henry.
” Tetap saja itu aneh melihat kau tiba-tiba berubah. Mengetahui seberapa bencinya dirimu pada si pendek itu. ”
” Anggap saja ada suatu hal yang membuatku berubah. ” Ucap Henry yang sedang tersenyum simpul.
” And that is? ”
” Ah rupanya kalian berdua disini. Syukurlah aku tidak perlu kesana kemari. ” Tiba-tiba saja suara seorang gadis yang sudah hampir mereka lupakan itu terdengar di kuping mereka. Memotong pembicaraan.
Butuh waktu cukup lama bagi keduanya untuk membalikkan badan dan memastikan siapa pemilik suara tersebut.
Cukup lama bagi mereka untuk menyiapkan hati mereka dari segala kemungkinan yang terjadi saat mereka membalikkan badan mereka.
Dan ketika mereka membalikkan badan mereka sebuah eyesmile dan senyum manis menyambut mereka.
” Tiffany. ” Keduanya berbisik di saat yang bersamaan.
” Hey guys, it’s been a long time right? ”
-TBC-

hoollla seperti kata Tiffany it’s been a long time right?

thank you buat kalian yang membaca ff ini dan meninggalkan jejak kalian. i really love you guys.

maaf kalo banyak typo,

dan kalian pasti gak sabar sama romancenya kan? tenang aja di part selanjutnya kemungkinan udah ada romacenya.

and regarding for kris issue… aku bakal tetep pakai dia buat ff ini.

seperti biasa kalau kalian punya kritik maupun saran silahkan tinggalkan di kolom komen

akhir kata.. see you guys in next chap and i love you :*

Iklan

8 thoughts on “Part Of Me Is… Part 3

  1. shyndikrisber

    wahhhh si authornya update lagi!!! cihuyyyy!!!
    hal yang agak menegangkan adalah pada saat Henry ngeliat tubuh seksehnya mbak ambaby plus kocak juga. keren banget. ehm, yang dimaksud Angel oleh Kris itu siapa? amber ya? trus si ppani-ah itu pasti ada hubungan ama henry dan kepsek ya? #sotoy.
    udah kebanyakan ngebacot deh gue, keep writing and always update ya author 🙂

  2. oky

    OOOOOWWWW
    DAEBAK THOR….
    hiak… syuka banget sama ffnya.
    btw d part sebelumnya–
    Kris udah tau kalo Amber itu is a girl?
    atau gimana,?
    ah… whatever… yg jelas ini keren banget… gimana ntar hubungan Henry-Tiffany-Amber?
    LANJUUUTT..

  3. lita

    ayo dilanjut lagi ceritanya author-ah (?) wkwkwk
    aku seneng baca ceritanya 😃
    tp btw ini udah lama publish dan belum ada part 4? saya menunggu 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s